Mantan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Namun yang harus menjadi perhatian bagi para kandidat Cagub Jateng, lanjut Agus, kolaborasi tokoh yang merepresentasikan kalangan nasionalis dengan Islam khususnya NU sebagai mayoritas di Jateng, masih berpeluang besar memenangkan kontestasi Pilgub Jateng 2024.
"Kolaborasi nasionalis-Islam khususnya Nahdliyin masih sangat berpeluang besar memenangkan kontestasi Pilgub. Jadi, siapapun yang berpasangan dan bisa merangkul tokoh dari kalangan Islam, Nahdliyyin, maka analisa saya dia yang akan memenangkan Pilgub Jateng," Imbuhnya.
Seperti diketahui, Lembaga survei Archi Research And Strategy Indonesia melakukan survei untuk elektabilitas sejumlah tokoh yang berpotensi maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah.
Dalam data survei tersebut Hendrar Prihadi (Hendi) berhasil meraih tingkat elektabilitas sebesar 23,21 persen. Sedangkan nama lain seperti K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) berada di peringkat kedua dengan raihan 16,07 persen, lalu disusul Dico Ganinduto 13,39 persen, Sudaryono 10.71 persen, Taj Yasin 7,14 persen, Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) 6,25 persen, Sudirman Said 5,36 persen, dan 17,86 persen belum menentukan pilihan.
CEO sekaligus Direktur Eksekutif ARCHI Research & Strategic Mukhradis Hadi Kusuma mengatakan survei yang dilakukan menggunakan metode sampling dari populasi pemilih yang dikelompokkan menurut provinsi dengan responden yang sudah memiliki hak pilih atau berusia lebih dari 17 tahun. Adapun metode pengambilan data yakni telesurvey dengan margin of error 5% dan tingkat kepercayaan 95%.