Dyah Sujirah atau Sipon, istri Wiji Thukul. (IDN Times/Larasati Rey)
Adik kandung Wiji Thukul, Wahyu Susilo mengatakan Almarhum Diyah Sujirah tak hanya sekedar sebagai istri bagi Wiji Thukul. Diyah Sujirah merupakan seorang aktifis yang memiliki semangat mencari orang-orang yang hilang pada masa pada Orde Baru.
"Dia bukan istri aktivis, tapi dia aktivis sendiri. Kalo di puisi-puisi Thukul ada judulnya "Ketika Jenderal Marah-Marah" itu Thukul mengakui bahwa analisisnya Mbak Pon mengenai situasi terkini sehinggal Thukul harus melarikan diri itu memperlihatkan bahwa Mbak Pon itu bukam istri aktivis tapi dia itu aktivis sendiri," ungkapnya.
Wahyu juga mengungkapkan jika Sipon adalah perempuan yang teguh, karena hampir seperempat abad menanti keadilan. "Hampir seperempat abad menanti keadilan, pulangnya Thukul. Menanti kepastian adanya Thukul dan saya kira sampe akhir hayatnya dia nggak menyerah," pungkasnya.