Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa SD di Pemalang Meninggal Setelah Dibully, Sempat Ngeluh Sakit, Ini Kata Polisi
Ilustrasi perundungan. IDN Times/Aditya Pratama
  • Siswa SD negeri di Pemalang berinisial MHA meninggal setelah sembilan hari menjalani perawatan intensif di RSUD M Azhari sejak 17 September 2026.

  • Keluarga menyampaikan MHA mengaku mengalami perundungan, dipukul dan ditendang di perut oleh kakak kelas; sebelum meninggal, ia mengeluhkan sakit perut.

  • Polres Pemalang menyelidiki penyebab kematian dan dugaan kekerasan, memeriksa saksi keluarga serta berkoordinasi dengan dinas terkait; hasil autopsi belum diungkap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (17/9/2026)

MHA mulai dirawat di RSUD M Azhari setelah mengeluhkan sakit perut. Ia dilaporkan menjalani perawatan selama sembilan hari sebelum meninggal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Siswa SD negeri berinisial MHA meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD M Azhari. Polisi menyelidiki kemungkinan kekerasan dan dugaan perundungan yang dilaporkan keluarga.
  • Who?
    MHA, seorang siswa SD negeri; keluarga korban; kakak kelas yang disebut korban; penyidik Polres Pemalang; serta Tim Labfor dan Biddokkes Polda Jawa Tengah.
  • Where?
    Peristiwa dugaan perundungan disebut terjadi di sekolah korban di Kabupaten Pemalang. MHA dirawat dan meninggal di RSUD M Azhari.
  • When?
    MHA telah dirawat selama sembilan hari sejak Kamis, 17 September 2026, sebelum meninggal dunia. Waktu pasti dugaan perundungan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Penyebab kematian MHA hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Keluarga menyampaikan korban mengaku dipukul dan ditendang pada bagian perut, lalu mengeluhkan sakit sebelum dirawat.
  • How?
    Polres Pemalang memeriksa saksi keluarga dan berkoordinasi dengan dinas terkait. Jenazah telah diautopsi, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Hasil autopsi belum ada keterangan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seorang murid SD bernama MHA di Pemalang meninggal setelah dirawat sembilan hari di rumah sakit. Keluarganya bilang MHA pernah cerita ia dipukul dan ditendang di perut oleh kakak kelas. Polisi sedang mencari tahu apa yang terjadi. Polisi juga sudah memeriksa tubuh MHA dan menyerahkannya kepada keluarga untuk dimakamkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah duka yang mendalam, penanganan perkara ini menunjukkan adanya upaya institusional untuk mencari kejelasan secara hati-hati. Polisi melakukan pendalaman terhadap saksi, berkoordinasi dengan dinas terkait, serta menunggu proses forensik, sambil menegaskan komitmen menangani laporan secara profesional dan sesuai prosedur hukum.Di tengah duka yang mendalam, penanganan kasus ini menunjukkan adanya upaya serius untuk mencari kejelasan secara profesional. Polisi melakukan pendalaman terhadap saksi keluarga, berkoordinasi dengan dinas terkait, serta menunggu proses forensik, sambil menegaskan bahwa setiap unsur pidana yang ditemukan akan diproses sesuai prosedur hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemalang, IDN Times - Seorang siswa SD negeri di Kabupaten Pemalang berinisial MHA meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSUD M Azhari. 

Informasi yang dihimpun IDN Times menyebutkan MHA diketahui sudah sembilan hari dirawat di rumah sakit sejak Kamis (17/9/2026). 

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela membenarkan ihwal kabar siswa SD yang meninggal di RSUD Azhari tersebut. 

Pihaknya sedang menyelidiki penyebab kematian siswa tersebut. Termasuk apakah ada dugaan kekerasan yang dialami siswa tersebut. 

"Masih dalam penyelidikan serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi keluarga untuk mengungkap kejadian meninggalnya anak korban," ujarnya. 

Ia mengatakan, mengenai kronologi dugaan kekerasan yang mengarah pada bullying, kini masih dalam penyelidikan.

"Masih berkoordinasi dengan dinas terkait," kata Faizal.

Sementara ini, imbuhnya, mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa anak tersebut memberi pengakuan kalau mengalami perundungan. Ia mengaku dipukul dan ditendang di area perut oleh kakak kelasnya di sekolah.

Sebelum meninggal, korban mengeluhkan sakit pada bagian perut hingga akhirnya mendapat perawatan

"Bila ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujarnya.

Penyidik Polres Pemalang yang menerima laporan berkomitmen untuk menangani kasus secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Soal hasil autopsi dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jateng, pihaknya belum berkenan untuk membeberkan hasil otopsi tersebut.

"Fokus kita usai autopsi jenazah kita serahkan keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article