Pemalang, IDN Times - Seorang siswa SD negeri di Kabupaten Pemalang berinisial MHA meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSUD M Azhari.
Informasi yang dihimpun IDN Times menyebutkan MHA diketahui sudah sembilan hari dirawat di rumah sakit sejak Kamis (17/9/2026).
Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela membenarkan ihwal kabar siswa SD yang meninggal di RSUD Azhari tersebut.
Pihaknya sedang menyelidiki penyebab kematian siswa tersebut. Termasuk apakah ada dugaan kekerasan yang dialami siswa tersebut.
"Masih dalam penyelidikan serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi keluarga untuk mengungkap kejadian meninggalnya anak korban," ujarnya.
Ia mengatakan, mengenai kronologi dugaan kekerasan yang mengarah pada bullying, kini masih dalam penyelidikan.
"Masih berkoordinasi dengan dinas terkait," kata Faizal.
Sementara ini, imbuhnya, mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa anak tersebut memberi pengakuan kalau mengalami perundungan. Ia mengaku dipukul dan ditendang di area perut oleh kakak kelasnya di sekolah.
Sebelum meninggal, korban mengeluhkan sakit pada bagian perut hingga akhirnya mendapat perawatan
"Bila ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujarnya.
Penyidik Polres Pemalang yang menerima laporan berkomitmen untuk menangani kasus secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Soal hasil autopsi dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jateng, pihaknya belum berkenan untuk membeberkan hasil otopsi tersebut.
"Fokus kita usai autopsi jenazah kita serahkan keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.
