Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)
Hasil visum dari dokter forensik memperkuat kesimpulan polisi karena ditemukan luka lecet gantung pada leher dan tanda-tanda mati lemas. Diperkirakan, waktu kematian terjadi sekitar 2--6 jam sebelum pemeriksaan visum dilakukan.
Selain itu, tidak ada indikasi kekerasan atau penganiayaan lain pada tubuh korban. Lantaran tidak ditemukan unsur tindak pidana, keluarga meminta agar penyelidikan dihentikan dan jenazah langsung dimakamkan di Karangawen.
Menyikapi insiden itu, Plt. Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, mengimbau para orangtua untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anak.
"Kami mengajak para orangtua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan segera mencari bantuan jika menemukan tanda-tanda gangguan psikologis. Jangan ragu berkonsultasi dengan pihak sekolah maupun tenaga profesional," pesannya dilansir laman resmi Polres Demak.
IDN Times mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi tekanan atau kehilangan. Dukungan emosional dan kesehatan jiwa sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa.
Bagi pemegang BPJS Kesehatan, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000. Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri.
RS jiwa tersebut ialah:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444
Kementrian Kesehatan Indonesia telp: (021) 500454.