Semarang, IDN Times - Pegawai perempuan atau disebut Srikandi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah (UID Jateng) memaknai Hari Kartini dengan mendukung emansipasi dan pemberdayaan perempuan.
Srikandi PLN Beri Nyala Kehidupan ke Sesama Perempuan di Jateng

1. Gerakan nyata ‘Srikandi Movement’
Mereka turun ke lapangan untuk melakukan gerakan sosial kepada sesama perempuan. Para ‘Kartini PLN’ itu berkesempatan mengabdi lebih kepada masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN Peduli maupun gerakan sosial lain di PLN seperti Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
Salah satu gerakan nyata yang dilakukan melalui pergerakan bernama "Srikandi Movement", yaitu menggerakkan pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), maupun insan PLN wanita untuk memberikan bantuan bagi masyarakat.
Salah satu Srikandi PLN, Indri Megananda mengatakan, beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain Homestead Farming untuk pencegahan stunting di Sekolah Sungai Siluk Bantul.
‘’Selain itu, kami juga pernah melakukan perkuatan kemandirian penghuni lapas wanita di Lapas IIA Semarang melalui rangkaian kegiatan fashion show, pelatihan membatik, dan sebagainya pada Desember 2025 lalu,’’ katanya, Jumat (24/4/2026).
2. Nyalakan semangat emansipasi dan pemberdayaan perempuan
Kemudian, lanjut Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo itu, pihaknya juga turun langsung dalam kegiatan pemberian bantuan pasang baru listrik gratis untuk warga tidak mampu bertajuk ‘Light Up The Dream’ selama tahun 2024 dan masih berjalan hingga saat ini.
"Saat ini kami para wanita dapat berperan lebih bagi masyarakat, bisa bekerja di berbagai sektor tanpa adanya diskriminasi. Kami bisa menjabat posisi yang dahulu kala hanya dapat diisi oleh kaum lelaki,’’ jelasnya.
‘’Dalam bekerja kami juga merasa sangat aman dan terlindungi melalui peraturan-peraturan pemerintah, ada juga peraturan internal perusahaan seperti peraturan mengenai kebijakan karier yang setara, serta whistleblowing system dan pencegahan sexual harassment," terang Indri.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PLN UID Jateng tidak hanya menyalakan listrik bagi masyarakat, tetapi juga menyalakan semangat emansipasi dan pemberdayaan perempuan. Para Srikandi PLN membuktikan bahwa di tangan mereka, energi tidak hanya menggerakkan mesin, tetapi juga menggerakkan perubahan sosial yang nyata.
3. Buka ruang bagi kaum perempuan untuk berkontribusi
Sementara, General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi menyampaikan, bahwa unit kerjanya sangat mendukung dan nyaman bagi seluruh kalangan termasuk wanita.
"Dari total seluruh jumlah pegawai kami, sebanyak 30 persen lebih adalah wanita, dan dari jumlah wanita tersebut 137 orang telah menduduki jabatan struktural yang strategis. PLN yang dahulu memiliki citra perusahaan teknik yang berkesan 'maskulin' ternyata dapat menjadi rumah yang nyaman dan mendukung kaum wanita untuk lebih bisa mengabdi kepada negara dan bangsa," jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi budaya di internal PLN telah berhasil membuka ruang luas bagi kaum perempuan untuk berkontribusi secara maksimal, tidak hanya sebagai pelaksana tetapi juga sebagai pengambil keputusan strategis.