Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi antrean panjang truk karena stok solar kosong. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Ilustrasi antrean panjang truk karena stok solar kosong. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Semarang, IDN Times - Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau untuk tidak panik menyikapi antrean truk yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan mengatakan, antrean yang terlihat di jalur Pantura,--mulai dari Brebes hingga Pekalongan--bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan akibat lonjakan permintaan sesaat menjelang diberlakukannya pembatasan operasional kendaraan berat.

Dari pantauannya, stok Solar di Terminal BBM Tegal mencapai 3.000 Kiloliter (KL) dan jumlah tersebut dipastikan sangat mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kami pastikan aman. Setiap hari kita jaga stok di angka 4 sampai dengan 5 kali lipat konsumsi harian, sehingga secara stok sebenarnya tidak ada masalah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times, Minggu (21/12/2025).

Terkait antrean kendaraan berat di sejumlah SPBU Pantura, Taufiq menjelaskan, fenomena itu terjadi karena adanya peningkatan aktivitas logistik secara masif sebelum pemberlakuan larangan melintas bagi kendaraan berat saat Natal dan Tahun Baru.

Adapun pembatasan, sebagaimana Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Bina Marga, serta Korps Lalu Lintas Polri. dilakukan pada puncak Natal (19--20 Desember 2025 dan 23--28 Desember 2025) dan Puncak Tahun Baru (2--4 Januari 2026).

Taufiq menambahkan, para pelaku industri, pabrik, dan gudang logistik saat ini tengah berlomba-lomba memenuh stok barang mereka. Hal itu memaksa armada truk bekerja ekstra keras untuk melangsir barang sebelum aturan pembatasan tersebut.

Situasi itu yang menyebabkan volume kendaraan berat di SPBU meningkat drastis.

"Setelah larangan melintas berlaku, Pertamina memprediksi konsumsi Solar justru akan mengalami penurunan selama masa libur Nataru karena kendaraan berat tidak lagi beroperasi di jalan raya. Saya ulangi sekali lagi, jangan antrean itu dimaknai sebagai kelangkaan. Karena kelangkaan itu berarti stoknya tidak ada, barangnya di SPBU kosong. Nah, ini mereka mengantre kan berarti tahu kalau ada barangnya di situ, sebagai antisipasi akan adanya pembatasan," pungkasnya.

Editorial Team