Semarang, IDN Times – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) atau Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pelaku usaha dan startup jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memperkuat kemampuan bisnis agar mampu bersaing di industri digital.
Tak Cukup Jago Coding, Kemenekraf Dorong Startup Digital Naik Kela

Take a Deeper Read
1. Kemenekraf luncurkan program SIAP
Tak cukup mengandalkan keterampilan teknis, pelaku ekonomi kreatif juga perlu membangun merek, portofolio profesional, dan strategi menembus pasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Aktivasi Creative Hub: SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Talenta Kreatif Jasa TIK yang digelar Direktorat Jasa TIK Kementerian Ekraf/Badan Ekraf di Semarang, Rabu (14/10/2026).
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas, daya saing, dan jangkauan pasar pelaku usaha serta startup jasa TIK. Melalui penguatan ekosistem kreatif, mereka diharapkan mampu mengembangkan bisnis secara profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
Adyatama Parekraf Ahli Madya, Nurullah Jaya Kesuma yang mewakili Direktur Jasa TIK Kementerian Ekraf mengatakan, penguatan sektor jasa TIK menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
2. Pentingnya ubah pola pikir bagi pelaku usaha digital
‘’Sebab, kemampuan menghasilkan produk atau layanan digital berkualitas belum tentu cukup untuk membawa pelaku usaha berkembang jika tidak diimbangi pengelolaan bisnis dan strategi pemasaran yang tepat,’’ katanya.
Maka, Nurul menekankan pentingnya perubahan pola pikir kewirausahaan bagi pelaku usaha digital.
‘’Tantangan pelaku jasa TIK tidak hanya menghasilkan produk atau layanan berkualitas, tetapi juga membangun identitas bisnis, menyusun portofolio profesional, dan mengembangkan pola pikir kewirausahaan yang adaptif,’’ jelasnya.
Adapun, program SIAP mengusung empat pilar pendekatan, yakni Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan. Keempatnya diarahkan untuk meningkatkan fungsi creative hub sebagai ruang inkubasi sekaligus laboratorium inovasi bagi talenta kreatif sektor TIK.
3. Peserta dapat pembekalan strategi SPSE
Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak berhenti pada pengembangan kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengelola usaha dan memperluas peluang komersial.
Sementara, salah satu materi yang diberikan dalam program ini adalah strategi membangun branding portfolio dan founder mentality. Materi tersebut menekankan pentingnya identitas usaha serta kemampuan pendiri bisnis dalam mengembangkan perusahaan.
Kemudian, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan pengelolaan perusahaan untuk memperluas akses pasar, termasuk peluang mengikuti pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain itu, materi professional image building diberikan untuk memperkuat citra profesional pelaku usaha dalam menjalankan bisnis.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Balai Industri Kemasan Jateng Perkuat Layanan Terukur Buat IKM Startup31 Oct 2025, 14:40 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Peringkat 6 Startup Terbanyak 4 Menteri Dorong UMKM Indonesia Mendunia12 Aug 2023, 07:10 WIB