Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Cuma Pencari Kerja, 700 Mahasiswa Jateng Disiapkan Jadi Pengusaha
Para mahasiswa memamerkan produk dan inovasi di kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Sebanyak 700 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi di Jawa Tengah mengikuti Bursa Wirausaha Unggulan di Undip, bersama sekitar 500 pelaku UMKM.

  • Program ini memberi pendampingan dan inkubasi untuk mendorong mahasiswa membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pelaku UMKM.

  • Bursa Wirausaha Unggulan melibatkan 27 lembaga inkubator dan kolaborasi kampus, pemerintah, pembiayaan, serta dunia usaha untuk memperkuat akses jejaring dan pengembangan bisnis berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (7/10/2026)

Sebanyak 700 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi di Jawa Tengah berkumpul di Muladi Dome Undip, Semarang. Mereka mengikuti pendampingan dan inkubasi dalam program Bursa Wirausaha Unggulan bersama pelaku UMKM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Bursa Wirausaha Unggulan memberikan pendampingan dan inkubasi kepada 700 mahasiswa serta sekitar 500 pelaku UMKM Jawa Tengah untuk mengembangkan usaha.
  • Who?
    700 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi, sekitar 500 pelaku UMKM, Kementerian UMKM, 27 lembaga inkubator, Undip, serta perguruan tinggi dan lembaga pembiayaan terlibat dalam kegiatan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Para peserta berkumpul pada Rabu, 7 Oktober 2026.
  • Why?
    Program ditujukan mendorong mahasiswa membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan produktivitas UMKM serta kesejahteraan pelakunya.
  • How?
    Peserta mengikuti tahap lanjutan setelah pendampingan inkubator, dengan dukungan jejaring, akses pembiayaan, kolaborasi kampus, pemerintah, dan dunia usaha. Undip berperan sebagai konsolidator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 700 mahasiswa dari 17 kampus di Jawa Tengah berkumpul di Undip, Semarang. Mereka belajar jadi pengusaha, bukan cuma cari kerja setelah lulus. Ada juga sekitar 500 pelaku UMKM ikut dibantu. Pemerintah, kampus, dan lembaga lain membantu mereka membuat usaha, supaya bisa membuka pekerjaan untuk orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendampingan bagi 700 mahasiswa dan ratusan pelaku UMKM menunjukkan upaya yang terstruktur untuk memperluas pilihan setelah pendidikan. Keterlibatan 27 lembaga inkubator, kampus, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan memberi peserta jejaring serta dukungan agar gagasan usaha dapat berkembang, sembari memperkuat produktivitas UMKM dan peluang ekonomi baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sebanyak 700 mahasiswa di Jawa Tengah berkumpul di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). Para mahasiswa dari 17 perguruan tinggi itu menjadi bagian dari kelompok calon pengusaha yang mendapatkan proses pendampingan dan inkubasi bersama ratusan pelaku UMKM dalam program Bursa Wirausaha Unggulan. 

1. Mahasiswa tidak sekadar selesaikan pendidikan lalu cari kerja

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik hadir dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Undip, Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, pemerintah saat ini berharap mahasiswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan dan kemudian mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki keberanian untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.

“Adik-adik mahasiswa, mudah-mudahan tekadnya ingin jadi pengusaha sukses itu benar, enggak belok-belok, dan nantinya bisa menjadi pengusaha-pengusaha unggul di kemudian hari,” ujarnya.

Adapun selain mahasiswa, terdapat sekitar 500 pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Jateng yang terlibat dalam program Bursa Wirausaha Unggulan. Para pelaku usaha tersebut sebelumnya juga mendapatkan pendampingan dari lembaga inkubator serta sejumlah lembaga pembiayaan.

2. Ciptakan lapangan kerja dan dorong UMKM lebih produktif

Para mahasiswa memamerkan produk dan inovasi di kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Riza menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan wirausaha yang digelar di Jateng. Kegiatan tidak dirancang sebatas expo atau agenda seremonial, melainkan menjadi tahap lanjutan setelah peserta mendapatkan pendampingan dari lembaga inkubator.

“Ini bukanlah sekadar acara seremonial. Bursa Wirausaha Unggulan itu adalah rangkaian dari proses panjang,” terangnya.

Harapannya, imbuh Riza, program itu tidak berhenti pada lahirnya usaha baru, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas sekaligus mendorong UMKM menjadi lebih produktif dan meningkatkan kesejahteraan pelakunya.

Untuk diketahui, pelaksanaan Bursa Wirausaha Unggulan di Jateng ini melibatkan 27 lembaga inkubator. Lembaga tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan institusi lainnya, termasuk Undip sebagai konsolidator. Kemudian, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Islam Sultan Agung, serta lembaga inkubator dari Yogyakarta.

3. Perkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa

Para mahasiswa memamerkan produk dan inovasi di kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Sementara, Rektor Undip, Prof. Suharnomo menyampaikan, kolaborasi perguruan tinggi dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa.

‘’Penguatan ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi ini pada akhirnya diarahkan agar mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga didorong memiliki keberanian membangun usaha dan menciptakan peluang ekonomi baru,’’ katanya.

Maka itu, lanjut Suharnomo, kolaborasi antara kampus, pemerintah, lembaga pembiayaan dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan mahasiswa tidak berjalan sendiri ketika mulai merintis bisnis.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan kewirausahaan. Dengan dukungan jejaring dan akses pembiayaan, mahasiswa maupun pelaku usaha diharapkan tidak berhenti pada tahap memiliki ide atau produk, tetapi dapat mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article