Tata Cara Ziarah Kubur di Malam Jumat yang Sesuai Syariat, Jangan Salah Langkah

Ziarah kubur malam Jumat dilakukan untuk mengingat akhirat, mendoakan ahli kubur, dan mencari ridha Allah; dianjurkan menata niat serta berwudhu sebelum berangkat.
Saat memasuki pemakaman, peziarah dianjurkan mengucapkan salam, lalu berdoa menghadap kiblat dengan posisi sopan tanpa menginjak atau menduduki gundukan makam.
Amalan meliputi membaca Al-Qur'an, zikir, dan memohon ampunan bagi almarhum; peziarah dilarang meminta kepada penghuni kubur, meratap berlebihan, atau mencari berkah dari nisan.
Semarang, IDN Times — Memasuki malam Jumat, masyarakat Muslim di Indonesia memiliki tradisi religius yang kental, salah satunya adalah ziarah kubur. Mengunjungi makam orang tua, keluarga, atau ulama di malam Jumat kerap dijadikan momen untuk mengingat kematian (dziqrul maut), mendoakan almarhum, serta melunakkan hati dari kesibukan duniawi.
Namun, agar ibadah ziarah kubur bernilai pahala dan tidak terjerumus ke dalam praktik yang menyimpang dari ajaran agama, penting bagi setiap Muslim untuk memahami adab dan tata cara yang sesuai dengan syariat Islam.
Biar ziarahmu makin berkesan dan sah secara fiqih, yuk simak panduan lengkap tata cara ziarah kubur di malam Jumat sesuai sunnah Rasulullah SAW berikut ini!
1. Menata Niat dan Berwudhu Sebelum Berangkat

Mengambil Air Wudhu (unsplash.com/@nate_dumlao) Sebelum melangkah menuju pemakaman, hal pertama yang wajib diperbaiki adalah niat di dalam hati.
Ziarah kubur dilakukan semata-mata untuk mengingat akhirat, mendoakan ahli kubur, dan mencari ridha Allah SWT, bukan untuk meminta berkah atau hajat kepada penghuni kubur.
Disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu dari rumah agar berada dalam keadaan suci saat mendoakan ahli kubur.
2. Mengucapkan Salam saat Memasuki Area Pemakaman

Tradisi ziarah kubur jelang Ramadhan di TPU Desa Tapen Kecamatan Lembeyan, Magetan. IDN Times/ Riyanto. Saat tiba di gerbang atau area pemakaman, hendaknya tidak langsung masuk begitu saja, melainkan mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk mendoakan keselamatan para penghuni kubur.
Lafadz Salam:
"Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li-ahli hadzal maqabir."
(Salam sejahtera atas kamu sekalian wahai penghuni kampung kaum mukminin. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni kubur ini).
3. Menghadap Kiblat saat Mendoakan Ahli Kubur

ilustrasi ziarah kubur (google gemini) Ketika sudah berada di samping makam keluarga atau orang tua yang dituju, perhatikan posisi berdiri atau duduk saat berdoa.
Adab Posisi: Disunnahkan menghadap ke arah Kiblat saat memanjatkan doa, bukan menghadap ke arah nisan/makam.
Posisi Berdiri/Duduk: Berdirilah atau duduklah di samping makam dengan sopan. Hindari menduduki atau menginjak gundukan tanah makam.
4. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur'an dan Zikir

ilustrasi ziarah kubur Di malam Jumat, pembacaan surat-surat Al-Qur'an dan zikir sangat dianjurkan untuk dihadiahkan pahalanya kepada almarhum/almarhumah.
Amalan yang Dianjurkan: Membaca Surat Yasin, Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta memperbanyak tahlil (Laa ilaha illallah), tasbih, dan istighfar.
Memohonkan Ampunan: Panjatkan doa khusus memohon ampunan dosa, kelapangan kubur, serta penerangan alam barzakh bagi almarhum.
5. Menjaga Larangan dan Larangan dalam Ziarah Kubur

Ilustrasi bunga untuk ziarah kubur (pexels.com/cottonbro studio) Agar kemurnian akidah tetap terjaga, hindari beberapa hal yang dilarang dalam ajaran Islam saat berziarah:
Jangan Meminta Kepada Ahli Kubur: Segala bentuk permohonan hajat (rezeki, jodoh, keselamatan) wajib ditujukan langsung kepada Allah SWT.
Hindari Meratapi (Niyahah): Menangis secara wajar karena rindu diperbolehkan, namun meratapi hingga meraung-raung atau menyalahkan takdir sangat dilarang.
Tidak Mengusap atau Mencium Batu Nisan: Menempelkan badan atau mengusap nisan untuk mencari keberkahan tidak memiliki tuntunan dalam syariat.
Menjaga Ketenangan: Hindari bersenda gurau, tertawa terbahak-bahak, atau membicarakan keburukan almarhum di area makam.
Keutamaan Ziarah Kubur:
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim:
"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarah lah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat melunakkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan pada hari akhirat."
Dengan menjalankan tata cara ziarah kubur sesuai syariat, kita tidak hanya memberikan "hadiah" doa terbaik bagi orang-orang tercinta yang telah berpulang, tetapi juga membentengi diri sendiri dari kelalaian duniawi. Semoga bermanfaat!






















