Gelang identitas dipakai jemaah haji Indonesia yang dibuat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey
Sementara itu, perajin gelang identitas haji, Nurrohim (59) mengatakan jika pembuatan gelang haji dilakukan di Jepara, Jawa Tengah. Kemudian di gelang tersebut dibawa ke Asrama Haji Donohudan (AHD) untuk kemudian dicetak nama, kloter, hingga identitas calon jemaah haji. Usai dicetak gelang tersebut didistribusikan kepada para jemaah.
Nurrohim mengaku sengaja memilih bahan monel karena dinilai lebih awet dan tidak mudah berkarat.
“Monel ini anti bakar dan anti karat walaupun sudah 40 tahun masih bertahan,” jelasnya.
Setiap harinya, ia bersama enam karyawan lainnya membuat gelang haji untuk 4 kloter penerbangan. Ia mengaku ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, dimana ada gelang khusus untuk petugas haji.
“Kalau tahun ini ada tambahan tulisan petugas khusus untuk petugas haji, tahun lalu enggak ada disamakan,” pungkasnya.
Nurrohim sendiri sudah sejak 2004 membuat gelang identitas haji. Menurutnya gelang haji dari monel ini hanya dipakai oleh jemaah haji asal Indonesia.