Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiga Kali Raih Emas Porprov, Hera Karateka Asal Jepara Punya Pesan untuk Anak Muda

Kab. Semarang
4 min read
Tiga Kali Raih Emas Porprov, Hera Karateka Asal Jepara Punya Pesan untuk Anak Muda
Hera Irnandha, pasca cedera justru semangat hingga raih emas ketiga berturut turut sejak 2018, 2022, dan 2026 dalam ajang Porprov, Selasa (27/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Karateka Jepara Hera Irnandha meraih emas kumite +68 kg putri di Porprov Jateng 2026, tiga setengah bulan setelah operasi ACL, sekaligus emas Porprov ketiganya.

  • Hera tetap menjalani fisioterapi, bekerja di bank BUMN, dan menempuh S2 Manajemen Udinus sambil menjaga latihan, evaluasi pertandingan, serta kesiapan mental.

  • Menjelang Sumpah Pemuda, Hera mengajak anak muda percaya diri, menentukan tujuan, keluar dari zona nyaman, disiplin menekuni potensi, dan berani bangkit dari kegagalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Perjuangan Hera Irnandha di arena karate Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 menjadi kisah tentang ketekunan, keberanian, dan pantang menyerah menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Karateka asal Kabupaten Jepara itu kembali meraih medali emas pada nomor kumite +68 kilogram putri. Prestasi tersebut terasa istimewa karena Hera baru menjalani operasi cedera anterior cruciate ligament (ACL) sekitar tiga setengah bulan sebelum pertandingan.

Di tengah pemulihan dan fisioterapi yang masih dijalaninya, Hera mampu kembali bertanding dan berdiri sebagai juara. Emas Porprov 2026 sekaligus menjadi medali emas ketiganya pada ajang tersebut, setelah meraih prestasi serupa pada 2018 dan 2023.

"Ini adalah emas ketiga Porprov saya. Pasti bangga banget dalam diri dan bersyukur. Ini adalah karunia Tuhan dan keajaiban sebenarnya,"ujar Hera kepada IDN Times, Selasa (27/10/2026).

Menjelang Sumpah Pemuda 2026, perjalanan Hera menunjukkan bahwa prestasi generasi muda tidak hanya lahir dari kemampuan, tetapi juga konsistensi, keberanian menghadapi kesulitan, dan kemauan untuk terus berkembang.

  1. 1. Bangkit setelah operasi ACL, kembali merebut emas

    Hera bersabuk merah meraih medali emas setelah bangkit dari operasi ACL pada final Porprov 2026 di GOR Wujil Semarang.
    Bangkit setelah operasi ACL, Hera (sabuk merah) berhasil raih emas dalam final Porprov 2026 di GOR Wujil Semarang, Selasa (27/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Cedera ACL menjadi ujian besar bagi Hera sebelum tampil di Porprov Jawa Tengah 2026. Cedera pada ligamen lutut tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan proses pemulihan.

    Meski belum sepenuhnya pulih, Hera tetap berusaha menjaga kesiapan diri. Ia mengaku masih menjalani fisioterapi tiga kali dalam sepekan ketika kembali bertanding.

    Bagi Hera, keberhasilan meraih emas bukan semata-mata hasil latihan fisik, melainkan juga buah dari keyakinan dan kecintaannya terhadap karate.

    Ia menyebut konsistensi sebagai salah satu kunci untuk mempertahankan prestasi. Latihan, menurutnya, tidak selalu harus dilakukan di tempat latihan. Mempelajari video pertandingan, mengevaluasi teknik, hingga menjaga kesiapan mental juga menjadi bagian dari prosesnya sebagai atlet.

    "Kalau dibilang setiap hari saya latihan. Jadi konsisten, kuncinya bisa jadi juara terus-menerus,"katanya.

    Perjalanan Hera di dunia karate bukanlah proses singkat. Ia mulai mengenal olahraga bela diri tersebut sejak 2009, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

    Catatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) juga menunjukkan kiprahnya di berbagai kompetisi. Pada ASEAN University Games 2024, Hera meraih dua medali emas, masing-masing dari nomor kumite perorangan +68 kilogram putri dan kumite beregu putri.

    Setahun kemudian, ia kembali menyumbangkan medali emas untuk Jawa Tengah pada nomor kumite +68 kilogram putri dalam ajang PON Bela Diri 2025.

  2. 2. Menjadi atlet, karyawan BUMN, sekaligus mahasiswa S2

    Potret Hera Irnandha setelah menyelesaikan kuliah di Udinus, saat berjuang menuntaskan pendidikan S2.
    Hera Irnandha saat baru selesaikan kuliahnya di Udinus, kini Ia sedang berjuang untuk lulus S2, Selasa (27/10/2026).(IDN Times/Tangkapan layar)

    Di balik prestasinya di arena pertandingan, Hera juga menjalani tanggung jawab di luar olahraga. Ia bekerja di salah satu bank BUMN sekaligus menempuh pendidikan magister Manajemen di Udinus.

    Saat ini, ia tengah menyelesaikan tesis dan bersiap menjalani sidang. Di tengah kesibukan tersebut, Hera tetap berusaha menyisihkan waktu untuk berlatih. Kondisi itu menuntutnya membagi waktu antara pekerjaan, pendidikan, pemulihan cedera, dan persiapan pertandingan.

    Pengalaman Hera dalam mengelola berbagai tanggung jawab sejalan dengan rekam jejak yang pernah diberitakan Udinus. Kampus tersebut mencatat bahwa Hera merupakan atlet karate yang konsisten berprestasi sejak mengikuti berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga internasional.

    Bagi Hera, menjaga keseimbangan antara aktivitas sehari-hari dan olahraga membutuhkan kedisiplinan. Ia juga mengandalkan meditasi sederhana untuk menjaga ketenangan, salah satunya dengan menikmati suasana alam pada malam hari.

    Setelah Porprov 2026, ia berharap masih mendapat kesempatan untuk melanjutkan kiprahnya di kompetisi berikutnya, termasuk Pra-PON. Ia ingin kembali mengejar medali emas apabila kondisi fisik dan kesempatan memungkinkan.

  3. 3. Pesan Sumpah Pemuda, Percaya diri dan berani keluar dari zona nyaman

    Ilustrasi peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang mengajak generasi muda memiliki tujuan hidup dan berani melangkah.
    Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Hera mengajak generasi muda untuk memiliki tujuan hidup dan berani mengambil langkah untuk mewujudkannya, Selasa (27/10/2026).(IDN Times/Foto : Visualisasi)

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Hera mengajak generasi muda untuk memiliki tujuan hidup dan berani mengambil langkah untuk mewujudkannya.

    Menurut dia, tidak sedikit anak muda yang kehilangan arah, merasa tertekan, atau enggan keluar dari zona nyaman. Karena itu, ia mendorong generasi muda agar tidak berhenti mencari peluang untuk mengembangkan diri dan membangun masa depan.

    "Yang pertama percaya diri dan menentukan tujuan hidup. Keluarlah dari zona nyaman. Kita cari kehidupan, kita cari masa depan kita, kita bangun dari bawah. Kita berprestasi bersama,"pesannya.

    Semangat tersebut menjadi relevan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang setiap 28 Oktober mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam perjalanan bangsa.

    Bagi Hera, kontribusi pemuda tidak harus selalu dimulai melalui langkah besar. Kesungguhan menekuni bidang yang dicintai, disiplin menjalani proses, dan keberanian bangkit ketika menghadapi kegagalan juga menjadi bentuk nyata upaya membangun masa depan.

    Perjalanannya dari atlet muda hingga mampu kembali meraih emas setelah operasi menjadi gambaran bahwa keterbatasan tidak harus menghentikan cita-cita.

    Di tengah kesibukan sebagai pekerja, mahasiswa, dan atlet, Hera menunjukkan bahwa prestasi membutuhkan proses panjang. Ia pun berharap generasi muda berani mengenali potensi diri, menjaga konsistensi, dan terus berusaha mencapai tujuan.

    "Kalau masih dikasih kesempatan untuk main lagi di program berikutnya, saya bakal dorong lagi. Harapan saya pasti emas lagi,"ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More