Tips Setting AC dan Kipas Angin, Token Rp100 Ribu Awet saat Kemarau

- Suhu di Jawa Tengah mencapai 36°C, mendorong penggunaan AC dan kipas angin meningkat serta berisiko membuat token listrik Rp100 ribu cepat habis.
- Pengaturan AC hemat listrik meliputi suhu 24–25°C, mode Auto atau Eco, serta memastikan pintu, jendela, dan celah ruangan tertutup rapat.
- Kombinasi AC 25–26°C dengan kipas 20–40 Watt, ditambah pembersihan filter dan baling-baling rutin, dapat menekan konsumsi listrik hingga 30–40 persen.
Semarang, IDN Times — Cuaca panas ekstrem sedang melanda wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya beberapa hari terakhir, dengan suhu udara yang menembus angka 36°C. Kondisi ini membuat penggunaan alat pendingin ruangan seperti Air Conditioner (AC) dan kipas angin meningkat drastis demi menjaga kenyamanan di dalam rumah.
Namun, penggunaan pendingin udara secara terus-menerus tanpa trik yang tepat bisa membuat penyedotan daya listrik melonjak tajam. Tak heran jika kwh token listrik sebesar Rp100 ribu bisa habis hanya dalam hitungan hari.
Agar ruangan tetap sejuk tanpa bikin kantong jebol, simak trik mengatur AC dan kipas angin berikut ini agar token listrik Rp100 ribu bisa bertahan hingga akhir bulan:
Trik Mengatur AC Agar Hemat Listrik
1. Set Suhu Optimal di 24°C – 25°C

ilustrasi remote AC (homeaffluence.com/Bridget erlikh) Hindari kebiasaan menyetel AC langsung di suhu terendah seperti 16°C saat udara panas. Menyetel suhu terlalu rendah memaksa kompresor bekerja maksimal tanpa henti dan menyedot daya listrik sangat besar. Suhu 24°C hingga 25°C sudah cukup sejuk untuk iklim tropis sekaligus efisien dalam penggunaan energi.
2. Gunakan Mode Auto atau Eco Mode

ilustrasi remote AC (freepik.com/Freepik) Manfaatkan fitur Auto pada remote AC. Mode ini akan mengatur kecepatan kipas dan kinerja kompresor secara otomatis sesuai dengan suhu ruangan. Jika suhu target sudah tercapai, kompresor akan menurunkan dayanya secara otomatis.
3. Pastikan Ruangan Tertutup Rapat

Ilustrasi ruangan tertutup. (pixabay.com/marioschmidtphoto) Tutup rapat seluruh pintu, jendela, dan celah udara saat AC menyala. Udara panas yang masuk dari luar akan membuat sensor AC membaca bahwa ruangan masih panas, sehingga kompresor terus bekerja keras.
4. Trik Mengombinasikan AC dan Kipas Angin

ilustrasi menggunakan kipas angin (magnific.com/jcomp) Trik paling efektif menghemat listrik adalah menyetel AC pada suhu 26°C lalu menyalakan kipas angin dengan kecepatan rendah. Kipas angin membantu menyebarkan hembusan udara dingin AC ke seluruh sudut ruangan secara merata. Hasilnya, ruangan terasa seperti bersuhu 22°C meski beban kerja AC sangat ringan.
Lalu juga membersihkan Filter AC dan baling-baling kipas yang tertutup debu tebal akan menghambat sirkulasi udara. Akibatnya, alat pendingin harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruangan, yang berujung pada borosnya konsumsi listrik. Bersihkan filter AC minimal satu bulan sekali.
5. Estimasi Penghematan Token Listrik

Ilustrasi warga memasukkan token listrik. (dok. PLN) Dengan menerapkan kombinasi suhu AC di 25°C–26°C dan dibantu kipas angin berdaya rendah (20–40 Watt), konsumsi daya harian dapat ditekan hingga 30–40 persen. Strategi ini sangat efektif menjaga pemakaian token listrik sebesar Rp100 ribu agar tetap mencukupi kebutuhan rumah tangga selama satu bulan penuh di tengah puncak musim kemarau.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















