Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Setting AC dan Kipas Angin, Token Rp100 Ribu Awet saat Kemarau
Ilustrasi remote AC (Air Conditioner). (pixabay.com/u_ssfofehsaj)
  • Suhu di Jawa Tengah mencapai 36°C, mendorong penggunaan AC dan kipas angin meningkat serta berisiko membuat token listrik Rp100 ribu cepat habis.
  • Pengaturan AC hemat listrik meliputi suhu 24–25°C, mode Auto atau Eco, serta memastikan pintu, jendela, dan celah ruangan tertutup rapat.
  • Kombinasi AC 25–26°C dengan kipas 20–40 Watt, ditambah pembersihan filter dan baling-baling rutin, dapat menekan konsumsi listrik hingga 30–40 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
beberapa hari terakhir

Cuaca panas ekstrem melanda Jawa Tengah dan sekitarnya, dengan suhu mencapai 36°C. Penggunaan AC dan kipas angin meningkat.

akhir bulan

Pengaturan AC dan kipas angin yang hemat listrik ditujukan agar token Rp100 ribu dapat bertahan hingga akhir bulan.

minimal satu bulan sekali

Filter AC disarankan dibersihkan minimal satu bulan sekali agar sirkulasi udara tetap lancar dan konsumsi listrik tidak boros.

satu bulan penuh

Kombinasi AC bersuhu 25°C–26°C dan kipas berdaya rendah diperkirakan dapat menekan konsumsi listrik hingga 30–40 persen, sehingga token Rp100 ribu mencukupi selama satu bulan penuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengaturan penggunaan AC dan kipas angin dianjurkan untuk menekan konsumsi listrik rumah tangga saat cuaca panas ekstrem, agar token listrik Rp100 ribu dapat digunakan lebih lama.
  • Who?
    Warga rumah tangga yang menggunakan AC dan kipas angin menjadi kelompok yang dapat menerapkan pengaturan suhu, mode hemat energi, serta pembersihan perangkat pendingin.
  • Where?
    Pengaturan dilakukan di dalam rumah, terutama pada ruangan ber-AC yang pintu, jendela, dan celah udaranya dapat ditutup rapat.
  • When?
    Langkah penghematan diterapkan saat cuaca panas ekstrem melanda Jawa Tengah dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, di tengah puncak musim kemarau.
  • Why?
    Penggunaan AC terus-menerus pada suhu rendah dapat meningkatkan beban kompresor dan konsumsi listrik, sehingga token listrik Rp100 ribu berpotensi habis dalam hitungan hari.
  • How?
    AC diatur pada 24°C–26°C, memakai mode Auto atau Eco, dikombinasikan dengan kipas 20–40 Watt berkecepatan rendah, ruangan ditutup rapat, serta filter dan baling-baling dibersihkan rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Cuaca di Jawa Tengah sangat panas sampai 36 derajat. Banyak orang menyalakan AC dan kipas angin. Supaya listrik Rp100 ribu tidak cepat habis, AC bisa diatur 24 sampai 26 derajat. Pintu dan jendela ditutup. Kipas kecil membantu udara dingin menyebar. Filter AC dan kipas juga perlu dibersihkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah cuaca panas, pengaturan AC pada suhu moderat dan penggunaan kipas berdaya rendah menawarkan cara praktis menjaga kenyamanan rumah tanpa meningkatkan beban listrik secara berlebihan. Dengan ruangan tertutup rapat serta perawatan filter dan baling-baling secara rutin, pendinginan dapat bekerja lebih efisien dan pemakaian token lebih terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Cuaca panas ekstrem sedang melanda wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya beberapa hari terakhir, dengan suhu udara yang menembus angka 36°C. Kondisi ini membuat penggunaan alat pendingin ruangan seperti Air Conditioner (AC) dan kipas angin meningkat drastis demi menjaga kenyamanan di dalam rumah.

Namun, penggunaan pendingin udara secara terus-menerus tanpa trik yang tepat bisa membuat penyedotan daya listrik melonjak tajam. Tak heran jika kwh token listrik sebesar Rp100 ribu bisa habis hanya dalam hitungan hari.

Agar ruangan tetap sejuk tanpa bikin kantong jebol, simak trik mengatur AC dan kipas angin berikut ini agar token listrik Rp100 ribu bisa bertahan hingga akhir bulan:

Trik Mengatur AC Agar Hemat Listrik

1. Set Suhu Optimal di 24°C – 25°C

ilustrasi remote AC (homeaffluence.com/Bridget erlikh)

Hindari kebiasaan menyetel AC langsung di suhu terendah seperti 16°C saat udara panas. Menyetel suhu terlalu rendah memaksa kompresor bekerja maksimal tanpa henti dan menyedot daya listrik sangat besar. Suhu 24°C hingga 25°C sudah cukup sejuk untuk iklim tropis sekaligus efisien dalam penggunaan energi.

2. Gunakan Mode Auto atau Eco Mode

ilustrasi remote AC (freepik.com/Freepik)

Manfaatkan fitur Auto pada remote AC. Mode ini akan mengatur kecepatan kipas dan kinerja kompresor secara otomatis sesuai dengan suhu ruangan. Jika suhu target sudah tercapai, kompresor akan menurunkan dayanya secara otomatis.

3. Pastikan Ruangan Tertutup Rapat

Ilustrasi ruangan tertutup. (pixabay.com/marioschmidtphoto)

Tutup rapat seluruh pintu, jendela, dan celah udara saat AC menyala. Udara panas yang masuk dari luar akan membuat sensor AC membaca bahwa ruangan masih panas, sehingga kompresor terus bekerja keras.

4. Trik Mengombinasikan AC dan Kipas Angin

ilustrasi menggunakan kipas angin (magnific.com/jcomp)

Trik paling efektif menghemat listrik adalah menyetel AC pada suhu 26°C lalu menyalakan kipas angin dengan kecepatan rendah. Kipas angin membantu menyebarkan hembusan udara dingin AC ke seluruh sudut ruangan secara merata. Hasilnya, ruangan terasa seperti bersuhu 22°C meski beban kerja AC sangat ringan.

Lalu juga membersihkan Filter AC dan baling-baling kipas yang tertutup debu tebal akan menghambat sirkulasi udara. Akibatnya, alat pendingin harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruangan, yang berujung pada borosnya konsumsi listrik. Bersihkan filter AC minimal satu bulan sekali.

5. Estimasi Penghematan Token Listrik

Ilustrasi warga memasukkan token listrik. (dok. PLN)

Dengan menerapkan kombinasi suhu AC di 25°C–26°C dan dibantu kipas angin berdaya rendah (20–40 Watt), konsumsi daya harian dapat ditekan hingga 30–40 persen. Strategi ini sangat efektif menjaga pemakaian token listrik sebesar Rp100 ribu agar tetap mencukupi kebutuhan rumah tangga selama satu bulan penuh di tengah puncak musim kemarau.

Curated For You

Editorial Team

Related Article