Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembukaan tradisi tahunan Dandangan 2026 di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (9/2/2026). (Dok. BLDF)
Pembukaan tradisi tahunan Dandangan 2026 di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (9/2/2026). (Dok. BLDF)

Intinya sih...

  • Optimisme ekonomi kerakyatan dengan target transaksi Rp17 miliar

  • Filosofi "Gusjigang" dan warisan Sunan Kudus di Dandangan 2026

  • Penekanan pada aspek kebersihan lingkungan dalam penyelenggaraan tahun 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kudus, IDN Times – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi membuka tradisi tahunan Dandangan 2026 di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (9/2/2026). Perayaan budaya menyambut bulan suci Ramadan itu ditargetkan mampu mencatatkan transaksi ekonomi hingga Rp17 miliar, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,5 miliar.

Optimisme tersebut didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat serta perbaikan manajemen penyelenggaraan yang kini lebih tertata dan berbasis digital. Pasar Dandangan tahun ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 9 Februari hingga 18 Februari 2026.

1. Optimisme ekonomi kerakyatan

Pembukaan tradisi tahunan Dandangan 2026 di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (9/2/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko mengungkapkan, indikator keberhasilan itu terlihat sejak tahap uji coba pasar malam yang dipadati pengunjung.

"Dua malam kami gelar uji coba pasar malam. Hasilnya, banyak pengunjung yang berdatangan, sehingga kami tidak hanya optimistis bisa mencapai target, tetapi juga bisa melampaui Rp17 miliar," kata Eko di sela-sela pembukaan acara.

Eko menambahkan, perputaran uang tidak hanya bersumber dari transaksi pedagang, melainkan juga dari sektor pendukung seperti parkir dan jasa lainnya.

"Dipastikan perputaran uang bisa lebih dari Rp17 miliar. Selain melestarikan tradisi, Dandangan juga nyata menggerakkan perekonomian di Kudus," tegasnya.

2. Filosofi "Gusjigang" dan warisan Sunan Kudus

Makam Sunan Kudus (instagram.com/basheerabdul)

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, yang membuka acara menjelaskan, Dandangan 2026 mengusung konsep modern tanpa meninggalkan nilai tradisi. Sebanyak 527 gerai utama dan lebih dari 500 lapak PKL (Pedagang Kaki Lima) sudah disiapkan di sepanjang Jalan Sunan Kudus dengan sistem pendaftaran digital.

"Pada Dandangan tahun ini, kita terapkan sistem digitalisasi dari proses pendaftaran hingga pembelian lapak, supaya lebih transparan. Masyarakat bisa tahu mana lapak yang sudah terjual dan mana yang belum, sekaligus meminimalisir praktik jual beli lapak dengan harga tinggi," jelas Bellinda.

Dalam sambutannya, Bellinda juga menyatakan, Dandangan bukan sekadar pasar rakyat, melainkan manifestasi filosofi lokal "Gusjigang" (Bagus Akhlaknya, Pintar Ngaji, dan Pandai Berdagang). Tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun sejak masa Sunan Kudus sekitar tahun 1549 Masehi.

3. Komitmen pada lingkungan

Pemilahan sampah saat kegiatan tradisi tahunan Dandangan 2026 di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (9/2/2026). (Dok. BLDF)

Untuk diketahui, nama Dandangan sendiri diambil dari onomatope bunyi bedug Masjid Menara Kudus ("dang-dang-dang") yang ditabuh sebagai tanda awal Ramadan.

"Dandangan merupakan cerminan nyata filosofi Gusjigang. Nilai tersebut tidak hanya menguatkan dimensi religius dan budaya, tetapi juga membangun karakter sosial masyarakat yang harmonis," imbuh Bellinda.

Selain fokus pada ekonomi dan budaya, penyelenggaraan tahun 2026 juga menekankan aspek kebersihan lingkungan. Bekerja sama dengan Djarum Foundation, Pemkab Kudus menyediakan 30 titik edukasi pemilahan sampah beserta edukator yang siap membimbing pengunjung.

Deputy Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Francisca Berty Andriani, mengapresiasi langkah itu.

"Mari bersama-sama menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan keberlanjutan," pesannya.

Editorial Team