Pembukaan Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan Semarang, Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim mengatakan, Tuk Panjang adalah tradisi utama dari perayaan Tahun Baru Imlek, yang memiliki makna kebersamaan dan kekeluargaan.
"Orang sering mengira Imlek itu soal angpao. Itu salah. Imlek itu adalah menjalin kekeluargaan, yang penting itu makan bersama," ungkapnya.
Maka itu, Tuk Panjang tidak pernah terlewatkan pada setiap penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis sebagai simbol kebersamaan dari keberagaman yang ada di Kota Semarang.
Sementara, sesuatu yang menarik lainnya dari perayaan tersebut adalah pertunjukan budaya lintas etnis, mulai dari wayang orang dengan tokoh Hanoman, Gatotkaca, hingga Cakil, legenda Tiongkok seperti Sun Go Kong, hingga cosplay karakter modern.
Kemudian, para tamu undangan yang hadir mengenakan kebaya dan kain nusantara bagi kaum perempuan, sedangkan yang laki-laki mengenakan sarung.