Undip Hub Pembina Wirausaha Jateng, Lulusan Didorong Jadi Job Creator

Undip ditetapkan Kementerian UMKM sebagai hub koordinasi pembinaan dan inkubasi kewirausahaan Jawa Tengah, untuk menghubungkan teknologi kampus dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Jawa Tengah memiliki 678 ribu mahasiswa di 241 perguruan tinggi dan sekitar 105 ribu lulusan per tahun, yang didorong menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan.
Bursa Wirausaha Unggulan mempertemukan UMKM dengan investor, Himbara, BPOM, dan Badan Karantina Indonesia; kolaborasi kampus, pemerintah daerah, serta sektor usaha dinilai penting.
Semarang, IDN Times - Universitas Diponegoro (Undip) ditetapkan sebagai hub koordinasi pembinaan dan inkubasi kewirausahaan di Jawa Tengah oleh Kementerian UMKM. Peran tersebut diarahkan untuk mempertemukan potensi teknologi dan inovasi dari kampus dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM.
1. Hasil inovasi butuh jembatan

Para mahasiswa memamerkan produk dan inovasi di kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Rektor Undip, Prof. Suharnomo mengatakan, perguruan tinggi memiliki sumber daya teknologi dan inovasi yang besar. Namun, hasil inovasi tersebut membutuhkan jembatan agar dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi dunia usaha.
“Kampus biasanya punya teknologi, tetapi kadang kita tidak tahu teknologi itu harus dibawa ke mana dan bertemu dengan siapa,” ungkapnya dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Undip, Semarang, Selasa (7/10/2026).
Menurut dia, keberadaan hub kewirausahaan diperlukan agar proses pembinaan tidak berhenti pada tahap menghasilkan ide atau teknologi. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan akses terhadap jejaring, pembiayaan, pasar, hingga mitra yang dapat membantu pengembangan bisnis.
2. 678 ribu mahasiswa jadi potensi wirausaha

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik hadir dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Undip, Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Selanjutnya, Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mencetak wirausaha baru.
Saat ini terdapat sekitar 678 ribu mahasiswa yang tersebar di 241 perguruan tinggi di Jawa Tengah. Setiap tahun, sekitar 105 ribu mahasiswa lulus dari perguruan tinggi di provinsi tersebut.
‘’Kami tidak ingin para lulusan baru hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Mereka juga perlu didorong untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan. Maka itu, kampus dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan calon wirausaha sejak dari lingkungan pendidikan,’’ katanya.
Secara nasional, pemerintah mencatat terdapat 757 lembaga inkubator kewirausahaan. Lembaga-lembaga tersebut memiliki peran dalam memberikan pendampingan, membangun jejaring, serta membuka akses pembiayaan dan pasar bagi calon maupun pelaku usaha.
Kemudian, Undip juga didorong menjadi salah satu simpul penting pengembangan ekosistem tersebut di Jateng.
3. Kolaborasi lintas sektor jadi kunci

Para mahasiswa memamerkan produk dan inovasi di kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan, pelaku UMKM juga dipertemukan dengan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari investor, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPOM hingga Badan Karantina Indonesia.
Helvi menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar UMKM dan calon wirausaha tidak berjalan sendiri.
“Kampus adalah dapurnya teknologi dan inovasi, pemerintah daerah memahami potensi serta kekayaan daerahnya. Tiga kekuatan inilah yang harus kita satukan,” ujarnya.
Sementara itu, Suharnomo menegaskan pembinaan wirausaha membutuhkan proses berkelanjutan. Pendampingan dan jejaring perlu terus dibangun agar inovasi dari kampus dapat benar-benar masuk ke dunia usaha.
Dengan posisi sebagai hub koordinasi inkubasi kewirausahaan di Jawa Tengah, Undip diharapkan tidak hanya menjadi tempat lahirnya gagasan dan teknologi, tetapi juga menjadi penghubung antara inovasi kampus, pemerintah, dunia usaha, investor, dan UMKM.
























