Rembang, IDN Times - Universitas Diponegoro (Undip) memperluas akses pendidikan tinggi di Kabupaten Rembang. Upaya itu dilakukan dengan membangun gedung perkuliahan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Undip Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Rembang, Bangun Gedung Kuliah

Intinya sih...
Undip memperluas akses pendidikan tinggi di Rembang
Upaya dilakukan dengan membangun gedung perkuliahan PSDKU
Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) menjadi fokus pengembangan
1. Mendekatkan akses pendidikan
Sebelum di Rembang, Undip telah mengelola PSDKU di Kabupaten Batang dan Pekalongan.
Rektor Undip, Prof. Suharnomo mengatakan, bahwa pembangunan gedung yang direncanakan lima lantai ini menjadi bagian dari komitmen Undip dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berdaya saing.
“PSDKU Undip hadir untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat di daerah. Pembangunan gedung perkuliahan ini menjadi simbol keseriusan Undip dalam menyediakan sarana dan prasarana yang representatif guna mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” ungkapnya dalam seremoni peletakan batu pertama lahan gedung perkuliahan di PSDKU Rembang dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
2. Buka peluang pendidikan bagi lulusan SMA/SMK
Dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing ini, Undip menggandeng Pemerintah Daerah. Tujuannya, untuk bersama mendukung dan menjadikan Undip pilihan pertama dan solusi dalam menjawab persoalan di masyarakat.
Bupati Rembang, Harno mengucapkan terima kasih atas kontribusi Undip dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di wilayahnya.
“Kehadiran PSDKU Undip ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang pendidikan bagi lulusan SMA/SMK setempat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” katanya.
3. Gedung perkuliahan ditargetkan selesai Juli 2026
Untuk diketahui, gedung kuliah tersebut dibangun dengan lima lantai, namun pada tahap pembangunan ini akan direalisasikan terlebih dahulu tiga lantai. Luas bangunan kurang lebih 850 meter persegi per lantai.
Nantinya gedung tersebut akan mendukung kegiatan perkuliahan, dan aktivitas tridharma perguruan tinggi lainnya. Terdapat 16 (enam belas) ruang kelas, ruang diskusi, dan ruang perpustakaan. Struktur bangunan menggunakan konstruksi beton bertulang dengan pondasi minipile, yang dirancang untuk menjamin kekuatan dan keamanan bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat.
Kemudian, gedung perkuliahan terdiri atas ruang kelas modern, laboratorium pendukung, ruang dosen, ruang administrasi, serta fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada bulan Juli tahun 2026 dan dapat segera dimanfaatkan oleh mahasiswa pada tahun akademik mendatang.