Ilustrasi kampanye Partai Golkar (Dok. IDN Times)
Sementara itu pengamat Politik dari Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Undip Wahid Abdulrahman kepada wartawan, Senin (5/2/2024) mengatakan munculnya para tokoh muda yang berpeluang diusung pada Pilgub Jateng 2024 bisa membuat perubahan untuk Jawa Tengah melalui gagasannya. Para tokoh muda seperti Bupati Kendal Dico Ganinduto, Sudaryono Ketua DPD Gerindra Jateng, hingga Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep disebut bakal semakin menambah pilihan parpol untuk mengusung calonnya di Pilgub mendatang.
“Saya kira itu bagus tokoh-tokoh muda ini muncul untuk menambah referensi atau alternatif-alternatif bakal calon gubernur di Jawa Tengah ya, semakin banyak artinya semakin banyak pilihan dihadapi oleh parpol. Sehingga pilihan pemilih juga beragam, tidak itu-itu saja,” jelas Wahid.
Meski begitu Dilihat dari basis elektoral dan berkaca pada pilihan gubernur tahun 2018, kemudian tahun 2013, dan 2008, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendominasi. Siapapun calon dari partai ini tidak bisa diremehkan.
Kendati demikian kata dia, para politisi muda tetap berpeluang untuk masuk bursa Pilgub Jateng. Dengan waktu yang cukup hingga pilkada mendatang, mereka bisa memperkenalkan diri kepada masyarakat. Namun hal tersebut juga tetap memperhatikan kekuatan infrastruktur partai.
"Karena para calon gubernur nantinya akan sulit untuk maju secara perseorangan atau jalur mandiri. Sehingga parpol menjadi satu-satunya cara masuk untuk bertarung," Imbuhnya.
Ditanya terkait Dico yang berpengalaman menjadi pemimpin di Kabupaten Kendal. Wahid mengaku ada kemungkinan namun melihat hasil pemilu legislatif partai pengusung Dico yang disebut-sebut bakal diusung oleh Partai Golkar kecil kemungkinan mengusung secara mandiri tanpa berkoalisi .
“Mas Dico ini kan Golkar dan dia ada pengalaman di Kabupaten Kendal. Tapi sekali lagi kalau melihat kemungkinan hasil pileg nampaknya kecil kemungkinan untuk Golkar bisa mengusung secara mandiri tanpa koalisi. Sehingga butuh partai lain yang bisa diajak koalisi,” akunya.