Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Update Tol Kalikangkung, Arus 1.300 Kendaraan/Jam, One Way Arus Mudik Siaga
Apel siap siaga personel gabungan di Tol Kalikangkung Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Arus kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang mencapai rata-rata 1.300 kendaraan per jam pada Selasa pagi, dengan total 5.592 kendaraan masuk ke Semarang dalam empat jam.
  • Polda Jateng menyiapkan skema One Way Lokal dari KM 422 hingga KM 442 Bawen untuk mengurai kemacetan ekstrem jika volume kendaraan melebihi 3.000 per jam selama tiga jam berturut-turut.
  • Puncak arus mudik diprediksi terjadi mulai 18 Maret 2026, dengan potensi kepadatan lalu lintas dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 421 Tol Semarang menuju Solo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Arus kendaraan pemudik dari arah barat, yang masuk ke Kota Semarang, Jateng, melalui Gerbang Tol Kalikangkung, Selasa pagi, rata-rata mencapai 1.300 kendaraan per jam.

Berdasarkan data trafik kendaraan dari Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang, jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang, Selasa, pukul 06.00-10.00 WIB sebanyak 5.592 kendaraan.

Sebaliknya, trafik kendaraan yang menuju ke arah timur pada periode yang sama sebanyak 2.731 kendaraan. Trafik kendaraan dari arah timur masuk ke GT Kalikangkung selama tiga jam itu rata-rata di kisaran 650 kendaraan per jam.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, menyatakan bahwa sistem One Way Lokal akan diterapkan jika terjadi kepadatan ekstrem di wilayah Kota Semarang. "Skema ini disiapkan untuk menarik arus kendaraan dari Semarang hingga ke arah Bawen guna mengurai antrean," jelasnya di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Senin (16/3/2026).

Pihaknya melakukan berbagai skenario, untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di gerbang tol Kalikangkung Semarang. Apabila situasi normal seperti dengan jumlah traffic di bawah 2.000 per jam, maka akan tetap difungsikan normal dengan petugas tetap berjaga di dalam.

Namun, apabila terjadi kendaraan padat, di mana jumlahnya mencapai 3.000 per jam, pihaknya akan mempersiapkan tujuh gardu satelit dan petugas pelaksanaan patroli. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan yang semakin tinggi.

Jika terjadi emergency, di mana jumlah traffic di atas 3.000 per jam selama 3 jam berturut-turut, kecepatan sudah di bawah 20 km/jam. Pada kondisi tersebut, pihaknya mempersiapkan perlakuan one way lokal. Adapun pelaksanaan petugas akan menunggu instruksi dari Dirlantas. Pelaksanaan kegiatan one way lokal ditujukan untuk mendobrak dari KM 422 ke KM 442 Bawen.

Adapun pelaksanaan petugas akan menunggu instruksi dari Dirlantas Polri. Pelaksanaan kegiatan one way lokal ditujukan untuk mengurai kendaraan dari Km 422 ke Km 442 Bawen.

"Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen," katanya.

Puncak arus mudik diperkirakan mulai 18 Maret 2026, dengan kepadatan lalu lintas diperkirakan akan dimulai dari Km 70 ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek, sampai dengan Km 421 ruas Jalan Tol Semarang menuju Solo.

Editorial Team