Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rambah Usaha Padel di Usia 23 Tahun, Ini Motivasi Sayyid Sabiq
Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo, manajemen lapangan Black Steel Padel Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Sayyid Sabiq, 23 tahun, mengembangkan Black Steel Padel di Pabelan, Sukoharjo, karena melihat prospek pertumbuhan jangka panjang; okupansi disebut terus meningkat.
  • Black Steel membangun ekosistem lewat kolaborasi komunitas, turnamen Porsebank, dan Indonesian Padel League, sambil menawarkan empat lapangan serta fasilitas wellness, kafe, area anak, dan parkir.
  • Puspo Wardoyo mendukung modal dan kebebasan Sabiq membangun bisnis sendiri, dengan arahan menggandeng mitra berpengalaman; pengembangan berikutnya mencakup fasilitas premium serta peluang wellness dan olahraga lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (3/10/2026)

Sabiq menyatakan Black Steel Padel Solo melihat padel sebagai peluang bisnis jangka panjang. Manajemen bekerja sama dengan Porsebank untuk menggelar turnamen.

paling lambat Novermber 2026

Black Steel Padel Solo menargetkan grand launching berlangsung paling lambat pada periode ini.

Ke depan

Sabiq membuka peluang pengembangan bisnis ke sektor wellness serta olahraga lain seperti yoga dan Hyrox.

sampai saat ini

Sabiq mengatakan okupansi Black Steel Padel Solo terus meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sayyid Sabiq mengembangkan Black Steel Padel Solo, bisnis lapangan padel berkonsep olahraga dan gaya hidup, dengan penyewaan lapangan, turnamen, kolaborasi komunitas, serta fasilitas pendukung.
  • Who?
    Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo, manajemen Black Steel Solo, Muhammad Rizky Lahadalia sebagai pemilik Black Steel, Puspo Wardoyo, serta komunitas Porsebank terlibat dalam pengembangan kegiatan padel.
  • Where?
    Black Steel Padel Solo berada di Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • When?
    Black Steel Padel Solo masih dalam tahap soft launching. Grand launching ditargetkan paling lambat November 2026, sementara kerja sama turnamen dengan Porsebank berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
  • Why?
    Sabiq melihat padel memiliki proyeksi pertumbuhan jangka panjang dan peluang bisnis di tengah meningkatnya minat masyarakat, bukan hanya sebagai tren sesaat.
  • How?
    Pengelola menyediakan empat lapangan, sauna, cold plunge, area makanan-minuman, tempat bermain anak, parkir, dan Sejati Coffee Shop; juga menggandeng komunitas, menggelar turnamen, serta mengikuti Indonesian Padel League.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sayyid Sabiq, umur 23 tahun, membuat tempat main padel bernama Black Steel di Sukoharjo. Ada empat lapangan, kafe, sauna, dan tempat bermain anak. Ia bekerja sama dengan komunitas untuk bikin turnamen. Ayahnya, Puspo Wardoyo, memberi dukungan. Tempat ini masih dibuka pelan-pelan dan mau resmi buka sebelum November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di usia muda, Sabiq menunjukkan pendekatan usaha yang terukur dengan memadukan optimisme terhadap pertumbuhan padel, kolaborasi komunitas, dan fasilitas yang memperkaya pengalaman pengunjung. Dukungan keluarga serta kemitraan dengan pihak berpengalaman turut memberi ruang baginya membangun identitas bisnis sendiri, sambil menghadirkan wadah aktivitas olahraga dan kebersamaan di Solo Raya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukoharjo, IDN Times - Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo, pengusaha muda berusia 23 tahun, merambah industri olahraga dengan mengembangkan bisnis lapangan Black Steel Padel yang berlokasi di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Putra pengusaha kuliner Puspo Wardoyo itu melihat olahraga padel memiliki prospek jangka panjang, bukan sekadar tren yang sedang digandrungi masyarakat.

Di tengah pertumbuhan minat terhadap padel, Sabiq sapaan akrabnya, berupaya mengembangkan bisnis yang tidak hanya berfokus pada penyewaan lapangan. Ia juga membangun ekosistem melalui kolaborasi dengan komunitas, penyelenggaraan turnamen, hingga konsep olahraga yang terintegrasi dengan gaya hidup.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi alasan manajemen Black Steel berani mengambil peluang di industri padel yang terus berkembang.

1. Bukan sekadar ikut tren, melihat peluang bisnis padel

Lapangan Black Steel Padel Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Sabiq mengatakan, keputusan terjun ke bisnis padel didasarkan pada proyeksi pertumbuhan olahraga tersebut. Ia menilai padel memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh, sehingga bisnisnya tidak semata-mata mengikuti tren sesaat.

“Ya, selain memang lagi happening ya olahraga padel, kita melihat proyeksi ke depan ya. Kalau kita lihat dari forecast proyeksi memang kita melihat padel ini olahraga yang akan tumbuh gitu. Jadi enggak cuma FOMO lah FOMO kan Karena orang kan mungkin padel olahraga FOMO ya. Cuma bagi kami, bagi manajemen kita melihat ada opportunity lebih dari olahraga padel. Makanya kita buka lapangan padel dan terbukti bahwa sampai saat ini juga secara okupansi kita terus naik,” ujar Sabiq yang juga berperan sebagai Manajemen Black Steel Solo, Sabtu (3/10/2026).

Untuk menjaga tingkat kunjungan, Black Steel Padel Solo aktif menjalin kerja sama dengan komunitas olahraga. Salah satunya melalui kegiatan turnamen bersama Porsebank yang menjadi sarana memperluas jaringan sekaligus meningkatkan keterisian lapangan.

“Seperti hari ini kita bekerjasama dengan Porsebank untuk mengadakan turnamen disini,” jelasnya.

Sabiq berharap semakin banyak komunitas yang menggelar kegiatan di Black Steel Padel Solo, baik berupa pertandingan maupun aktivitas olahraga rutin. Black Steel Padel Solo juga berpartisipasi dalam Indonesian Padel League sebagai klub yang mewakili Jawa Tengah. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mereka mengikuti perkembangan kompetisi padel di tingkat nasional.

2. Bukan Sekadar Lapangan, Black Steel Padel Solo Tawarkan Konsep Sport and Lifestyle

Lapangan Black Steel Padel Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Black Steel Padel Solo mengusung konsep olahraga sekaligus tempat berkumpul. Selain empat lapangan yang terdiri dari dua lapangan berwarna merah muda dan dua lapangan berwarna biru, tersedia pula fasilitas pendukung seperti sauna, cold plunge untuk pemulihan setelah berolahraga, area makanan dan minuman, tempat bermain anak, serta area parkir yang luas.

Konsep tersebut diperkuat dengan pembukaan Sejati Coffee Shop yang berada di kawasan yang sama. Kehadiran kafe diharapkan menciptakan pengalaman yang terintegrasi bagi pengunjung, baik sebelum maupun sesudah bermain padel.

“Harapannya juga menaikkan okupansi dan revenue juga dan menjadi one stop destination. Ketika orang mau ngopi kemudian bisa main padel ataupun sebaliknya. Habis orang padel bisa berkunjung ke coffee shop kita,” jelasnya.

Black Steel Padel Solo sendiri merupakan kolaborasi dengan pemilik Black Steel, Muhammad Rizky Lahadalia. Meski masih dalam tahap soft launching. Pengelola berencana mengembangkan fasilitas tambahan di gedung sebelah dengan konsep lapangan yang lebih premium. Grand launching ditargetkan berlangsung paling lambat Novermber 2026.

“Mungkin target bulan depan sudah grand openning,” ujar pria lulusan Telkom Univesity tersebut.

Untuk tarif sewa, harga lapangan pada jam ramai atau prime time dipatok Rp175.000, sedangkan di luar jam ramai sebesar Rp125.000.

3. Puspo Wardoyo Beri Kebebasan Anak Kembangkan Bisnis Sendiri.

Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo, manajemen lapangan Black Steel Padel Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Terjunnya Sabiq ke bisnis olahraga mendapat dukungan dari sang ayah, Puspo Wardoyo, pemilik Wong Solo Group. Puspo mengatakan memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menentukan bidang usaha sesuai minat masing-masing, tidak harus mengikuti bisnis kuliner keluarga.

Ia mengaku tetap memberikan dukungan modal, tetapi mendorong anak-anaknya agar menggandeng mitra yang memiliki pengalaman di bidang yang dipilih.

“Ya anak saya kan sudah remaja semua ya, sudah gede semua jadi tidak semuanya kan harus ikut saya. Saya beri kebebasan. Silakan mau apa ya, yang penting tak modali dulu,” kata Puspo.

Khusus untuk bisnis padel, Puspo mengarahkan Sabiq agar bekerja sama dengan pihak yang memahami industri tersebut. Menurutnya, langkah itu dapat membantu anaknya memulai usaha dengan bekal pengalaman dari mitra yang lebih dahulu berkecimpung di bidang terkait.

Puspo juga menilai Sabiq memiliki bekal organisasi sejak masih sekolah. Putranya itu pernah dua kali menjadi ketua OSIS dan memiliki ketertarikan pada sejumlah cabang olahraga, termasuk basket dan tenis.

Dukungan tersebut menjadi ruang bagi Sabiq untuk membangun identitas bisnisnya sendiri. Melalui Black Steel Padel, ia ingin ikut mendorong pertumbuhan olahraga padel di Solo Raya, mulai dari pengembangan komunitas hingga penyelenggaraan turnamen secara rutin.

Ke depan, Sabiq juga membuka peluang untuk merambah sektor wellness dan olahraga lain yang berkembang, seperti yoga dan Hyrox. Langkah tersebut menunjukkan arah bisnis yang ingin dikembangkan tidak berhenti pada penyewaan lapangan, tetapi juga menyasar gaya hidup aktif masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article