Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo, manajemen lapangan Black Steel Padel Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Terjunnya Sabiq ke bisnis olahraga mendapat dukungan dari sang ayah, Puspo Wardoyo, pemilik Wong Solo Group. Puspo mengatakan memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menentukan bidang usaha sesuai minat masing-masing, tidak harus mengikuti bisnis kuliner keluarga.
Ia mengaku tetap memberikan dukungan modal, tetapi mendorong anak-anaknya agar menggandeng mitra yang memiliki pengalaman di bidang yang dipilih.
“Ya anak saya kan sudah remaja semua ya, sudah gede semua jadi tidak semuanya kan harus ikut saya. Saya beri kebebasan. Silakan mau apa ya, yang penting tak modali dulu,” kata Puspo.
Khusus untuk bisnis padel, Puspo mengarahkan Sabiq agar bekerja sama dengan pihak yang memahami industri tersebut. Menurutnya, langkah itu dapat membantu anaknya memulai usaha dengan bekal pengalaman dari mitra yang lebih dahulu berkecimpung di bidang terkait.
Puspo juga menilai Sabiq memiliki bekal organisasi sejak masih sekolah. Putranya itu pernah dua kali menjadi ketua OSIS dan memiliki ketertarikan pada sejumlah cabang olahraga, termasuk basket dan tenis.
Dukungan tersebut menjadi ruang bagi Sabiq untuk membangun identitas bisnisnya sendiri. Melalui Black Steel Padel, ia ingin ikut mendorong pertumbuhan olahraga padel di Solo Raya, mulai dari pengembangan komunitas hingga penyelenggaraan turnamen secara rutin.
Ke depan, Sabiq juga membuka peluang untuk merambah sektor wellness dan olahraga lain yang berkembang, seperti yoga dan Hyrox. Langkah tersebut menunjukkan arah bisnis yang ingin dikembangkan tidak berhenti pada penyewaan lapangan, tetapi juga menyasar gaya hidup aktif masyarakat.