Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puncak Waisak, di Candi Borobudur Bakal Ada 2.570 Lampion dan Drone Show
Jumpa pers Perayaan Tri Suci Waisak di Kompleks Borobudur Cultural Center ,Candi Borobudur. (IDN Times/Bandot Arywono)
  • Puncak Waisak 2570 BE di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026 akan menampilkan penerbangan 2.570 lampion dan pertunjukan 570 drone yang menggambarkan kisah kehidupan Buddha.
  • Rangkaian acara dimulai sejak 23 Mei dengan bakti sosial, pengambilan Api dan Air Suci, hingga prosesi jalan kaki dari Candi Mendut ke Borobudur serta meditasi detik-detik Waisak.
  • Sebanyak 35 ribu orang diperkirakan hadir, dengan dukungan fasilitas transportasi ramah lingkungan, area parkir luas, serta koordinasi Kemenag dan Walubi untuk kenyamanan umat beribadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magelang, IDN Times – Puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) yang berpusat di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipastikan bakal berlangsung sangat meriah dan istimewa pada Minggu (31/5/2026) mendatang.

Setelah prosesi ibadah dan Dharmasanti Waisak selesai, langit malam di atas stupa megah Borobudur akan dihiasi oleh penerbangan ribuan lampion perdamaian serta pertunjukan ratusan drone (drone show) yang membentuk formasi cerita religi yang magis.

Rangkaian acara Waisak pada tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi daya tarik pariwisata, tetapi juga membawa pesan perdamaian dunia di tengah kondisi global yang saat ini tengah memanas. Selain itu juga dapat menggerakkan ekonomi lokal di sekitar Candi Borobudur khususnya dan wilayah Jawa tengah hingga Yogyakarta.

Bagi kamu yang berencana hadir atau menyaksikan langsung momen sakral ini, berikut adalah bocoran detail pertunjukan lampion dan drone show pada puncak Waisak 2026:

1. Penerbangan 2.570 lampion dibagi dalam dua sesi

Jumpa pers Perayaan Tri Suci Waisak di Kompleks Borobudur Cultural Center ,Candi Borobudur. (IDN Times/Bandot Arywono)

Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, mengatakan ada sebanyak 2.570 lampion yang bakal diterbangkan langit Borobudur pada peringatan Waisak tahun ini. Jumlah lampion yang diterbangkan tahun ini disesuaikan dengan penanggalan tahun Buddhis, yakni sebanyak 2.570 buah.

Sebelum menerbangkan lampion ke udara, seluruh peserta diajak melakukan meditasi dan duduk hening. Prosesi tersebut menurutnya agar setiap individu mampu menemukan kedamaian dari dalam batin sebelum akhirnya melepas lampion ke udara. Ia berharap perayaan Waisak tahun ini bisa dirayakan dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian.

"Setiap tahun kita selalu menambah satu lampion, supaya tambah hoki. Kita selalu mengusung tahun Buddhis Era biar nanti terus bertambah," ujar Fatmawati dalam jumpa pers di Kompleks Borobudur Cultural Center (BCC), Jumat (22/5/2026).

Tahun ini menurut Fatma merupakan tahun keempat diadakannya penerbangan lampion, yang bertajuk Lentera Perdamaian. Penerbangan ribuan lentera perdamaian ini nantinya akan dibagi menjadi dua sesi waktu yaitu sesi pertama pukul 19.30 WIB dan sesi kedua pukul 23.00 WIB.

2. Sebanyak 570 drone akan melukis sejarah Buddha di langit

Potret Waisak (pexels.com/@keriliwi)

Selain lampion, salah satu daya tarik baru yang paling dinanti adalah drone show. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 570 buah drone dikerahkan tahun ini—meningkat drastis dari tahun lalu yang hanya menggunakan 450 drone. Jumlah 570 diambil dari tiga digit terakhir tahun Buddhis Era saat ini.

Ratusan drone berlampu tersebut akan terbang membentuk formasi koreografi cahaya di langit malam Borobudur, guna menceritakan tiga peristiwa penting dalam Tri Suci Waisak yakni kelahiran pangeran Siddharta Gautama, momen Pangeran Siddharta mencapai penerangan sempurna menjadi Buddha dan juga peristiwa Buddha Gautama wafat atau Parinibbana.

Pertunjukan drone show spektakuler ini dijadwalkan mentas setelah rangkaian acara Dharma Santi selesai, tepatnya di sela-sela sesi kedua sekitar pukul 22.30 WIB. "Kalau tahun lalu hanya dua warna hitam dan putih, tahun ini drone show bakal lebih berwarna," ucap Fatma.

3. Jadwal rangkaian lengkap Waisak 2026 di Borobudur

Jumpa pers Perayaan Tri Suci Waisak di Kompleks Borobudur Cultural Center ,Candi Borobudur. (IDN Times/Bandot Arywono)

Bagi masyarakat umum yang ingin merasakan atmosfer spiritual dan budaya di Borobudur, Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, memaparkan rangkaian agenda resmi yang bisa diikuti:

23–24 Mei 2026: Bakti sosial pengobatan gratis untuk umum di Borobudur (operasi bibir sumbing, katarak, gigi, dll).

29 Mei 2026: Pengambilan Api Suci dari Grobogan menuju Candi Mendut.

30 Mei 2026: Pengambilan Air Suci dari Umbul Jumprit, Temanggung.

31 Mei 2026 (Hari Puncak): * Pukul 10.00 WIB: Prosesi jalan kaki dari Candi Mendut ke Candi Borobudur.

Pukul 15.44.44 WIB: Detik-detik meditasi Waisak.

Pukul 19.30 WIB: Acara puncak dan festival lampion/drone dimulai.

Rangkaian peringatan Waisak sebelumnya juga dilakukan walk for peace. Yakni sebanyak 50 bikku dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia berjalan dari

Panitia Walk for Peace, Sanjaya mengatakan para Bikku menempuh perjalanan sejauh sekitar 666 kilometer melintasi empat provinsi, yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026. Mereka berjalan kaki selama 22 hari dari Bali menuju ke Candi Borobudur.

Perjalanan damai tersebut dimulai pada 9 Mei 2026 dari Brahma Arama Vihara, Singaraja, Bali, dan secara resmi dilepas oleh Gubernur Bali bersama jajaran pemerintah daerah. “Perjalanan ini diikuti 50 bhikkhu, terdiri dari 43 bhikkhu dari Thailand, empat dari Malaysia, dan tiga dari Laos. Ada juga tambahan bhikkhu dari Indonesia,” ujar Sanjaya.

4. Sebanyak 35 ribu orang diperkirakan hadir pada puncak perayaan Waisak tahun ini

Potret perayaan Waisak 2569 BE/2025 di Candi Borobudur. (dok. InJourney)

Direktur Komersial PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (InJourney Destination Management/IDM), Gistang Richard Panutur mengatakan segala persiapan untuk kenyamanan pengunjung pada perayaan Waisak di Candi Borobudur terus dilakukan hingga menjelang hari H. Tahun ini menurutnya persiapan lebih matang dan pihaknya telah melakukan berbagai simulasi untuk puncak acara nanti.

Pihaknya menurut Gistang telah menyiapkan area parkir bisa menampung kurang lebih 800 - 900 mobil, dan ratusan sepeda motor untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu juga bekerjasama dengan penyedia transportasi berbasis aplikasi online, maupun offline bagi pengunjung yang tidak menggunakan transportasi pribadi.

Untuk akses di dalam candi pihaknya juga telah menyiapkan 14 Electric Vehicle mobil "Wara-Wiri" untuk antar-jemput pengunjung dari area parkir (Kampung Seni Borobudur) menuju pintu masuk. Selain itu juga penambahan dua bus EV kapasitas 50 orang untuk antar-jemput. Dan yang paling penting dan berbeda dari tahun lalu menurutnya juga telah menyediakan opsi jalan kaki yang jelas, terang dan menyediakan spot foto untuk para pengunjung dari area masuk ke lokasi acara, pengunjung juga diberi kemudahan berbagai kemudahan dengan menggunakan aplikasi my candy guide.

PT TWC memperkirakan selama momen Waisak periode Mei 2026 ini 100 ribu lebih pengunjung baik wisatawan maupun umat mengunjungi Borobudur. Berbagai event yang melibatkan UMKM lokal dan tenaga kerja lokal juga digelar untuk menyambut Waisak juga digelar oleh TWC. Dan diperkirakan perputaran ekonomi mencapai Rp135 miliar selama satu bulan momen Waisak, sama seperti di tahun 2025. "Dan kami berharap, kami yakin tahun ini akan terus berkembang," katanya.

Sementara pada puncak perayaan Waisak 31 Mei 2026 mendatang diperkirakan sebanyak 35 ribu orang bakal memadati Candi Borobudur. "Kami melihat tahun ini di puncak acara waisak total pengunjung baik dari umat maupun pengunjung sebanyak 30 sampai 35 ribu di tanggal 31 mei," katanya.

5. Kemenag jamin kenyamanan dan fasilitas umat untuk beribadah

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, Supriyadi (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, Supriyadi, menegaskan bahwa pemerintah berkoordinasi intensif dengan Walubi untuk memastikan kenyamanan umat yang beribadah. Mengingat kapasitas Lapangan Kenari Candi Borobudur hanya menampung 10.000 orang, area luar candi juga disiapkan secara inklusif.

"Ini tanggung jawab kami agar hak-hak beragama setiap umat terlayani dengan baik. Kami ingin pemanfaatan candi ini tetap dilakukan dengan pendekatan pelestarian budaya agar bermanfaat bagi seluruh masyarakat," kata Supriyadi.

Editorial Team