Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. (dok Pemkot Pekalongan)
Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. (dok Pemkot Pekalongan)

Intinya sih...

  • Walikota Pekalongan meminta bantuan modifikasi cuaca ke Pemprov Jateng karena curah hujan tinggi di wilayahnya.

  • Pendataan pengungsi terus dilakukan, namun kebutuhan logistik sangat terbatas.

  • Kapasitas dapur umum masih belum mampu menjangkau seluruh pengungsi secara optimal, meski Kodim juga membuka dapur umum.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid sedang berusaha meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna melakukan kegiatan operasi modifikasi cuaca (OMC). Pasalnya, saat ini curah hujan di wilayahnya relatif tinggi sehingga membutuhkan upaya penanganan yang serius dari Pemprov. 

"Kami sudah berkirim surat ke pemerintah provinsi untuk meminta bantuan terkait modifikasi cuaca. Mudah-mudahan dengan cara begitu, intensitas hujannya bisa berkurang. Dan wilayah kita bisa terkendali kembali," kata Afzan, Minggu (18/1/2026). 

Pendataan pengungsi terus dilakukan secara berkala.

Seiring peningkatan status bencana banjir Kota Pekalongan, kebutuhan logistik kini sangat terbatas. 

Akan tetapi pihaknya telah memusatkan penyediaan logistik di lokasi dapur umum kantor Dinas Sosial (Dinsos). 

Namun, Afzan mengakui kapasitas dapur umum masih belum mampu menjangkau seluruh pengungsi secara optimal.

“Jumlah pengungsi terus bertambah, sementara rata-rata kita siapkan 1.500 porsi per jam makan,” jelasnya.

Selain dapur umum Dinsos, sebelumnya Kodim juga membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan konsumsi warga.

Meski status bencana banjir Kota Pekalongan telah ditetapkan, Afzan menegaskan kondisi masih sangat dinamis.

Editorial Team