Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wali Kota Solo, Respati Ardi. (IDN Times/Larasati Rey)
Wali Kota Solo, Respati Ardi. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Wali Kota Solo meminta polisi usut tuntas pencurian dapur SPPG Makan Bergizi Gratis di Serengan, Surakarta

  • Sudah koordinasi dengan polisi terkait kasus pembobolan dapur SPPG untuk program MBG yang dinanti-nantikan masyarakat

  • Kota Solo masih kekurangan SPPG dan Polresta Surakarta sedang menyelidiki peristiwa pembobolan dapur SPPG Serengan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Respati Ardi meminta pencuri yang membobol dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Serengan, Surakarta pada Selasa (3/6/2025) dini hari ditindak tegas. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangkap pelaku pencuri tersebut.

1. Sudah koordinasi dengan polisi

Aksi pencuri di SPPG Serengan, Solo. (Dok/CCTV SPPG Serengan)

Ditemui di kantor Balaikota Solo, Respati mengaku sudah berkomunikasi dengan Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo terkait kasus pembobolan dapur SPPG untuk MBG di Danukusuman itu. Menurutnya, program MBG tersebut sudah dinanti-nanti oleh masyarakat.

“Saya komunikasi dengan Kapolres untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku karena keamanan dan ketertiban jadi yang utama, apalagi itu program Presiden Prabowo Subianto yang dinanti-nantikan kelompok masyarakat,” katanya, Selasa (10/6/2025).

2. Kota Solo masih kekurangan SPPG

SPPG yang berlokasi di Serengan, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Respati meminta aparat penegak hukum menindak tegas orang yang tidak bertanggung jawab yang membobol dapur MBG di Serengan tersebut. Terlebih aksi dua orang pencuri tersebut dinilai sangat meresahkan masyarakat.

Sementara itu, ditanya soal jumlah dapur SPPG di Kota Solo, Respati mengaku belum dapat laporan apakah dapur tersebut sudah aktif atau belum. Kendati demikian, ia menjelaskan jika Kota Solo membutuhkan sekitar 40 SPPG untuk menjalankan program MBG bagi seluruh pelajar.

“Kami baru empat [SPPG] yang aktif. Untuk percepatan MBG saya menugaskan Ketua Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Solo. Dia sedang berada di Badan Gizi Nasional hari ini,” jelasnya.

3. Polisi sedang menyelidiki

Polresta Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Sementara itu, Polresta Surakarta tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa SPPG Serengan yang dibobol maling. Kasat Reskrim Polresta Solo AKP Prastiyo mengatakan pihaknya telah meminta keterangan para saksi dan pendalaman termasuk mengecek CCTV.

“Beberapa barang diambil, yang terekam dari CCTV kita. Kalau teman-teman ada info ya tentang pelaku, bisa info kita,” jelasnya.

Seperti diketahui, menurut rencana SPPG tersebut akan beroperasi bulan Juli atau Agustus mendatang. Untuk melayani 3.400  hingga 4.000 siswa dan ibu hamil serta balita. Wilayah yang dilayani di Kelurahan Joyotakan, Serengan dan Danukusuman.

Editorial Team