Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada! Pantura dan Pansela Jateng Dilanda Angin Kencang Beberapa Hari
Ilustrasi angin kencang (pexels.com/Mat Brown)

Semarang, IDN Times - Hujan intensitas sedang sampai lebat yang melanda wilayah Jawa Tengah diprediksi terjadi selama tiga hari berturut-turut mulai hari ini, Selasa (12/3/2024) sampai Kamis (14/3/2024).

Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyatakan hujan sedang hingga lebat berpotensi disertai kilatan petir dan angin kencang dalam kurun waktu bersamaan. 

1. Hujan sedang dan lebat terjadi tiga hari

Hujan di Kota Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)

Kepala Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengungkapkan cuaca ekstrem berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten/kota karena dipengaruhi aktifnya sirkulasi MJO. 

"Kondisi diatas menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan kilat dan angin kencang beberapa wilayah Jawa Tengah selama periode 12 Maret 2024 sampai 14 Maret 2024," ungkapnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (12/3/2024). 

2. Disebabkan kemunculan gelombang Rossby Ekuator

antaranews.com

Lebih jauh lagi, ia menuturkan adanya siklus angin Monsun Asia juga menyebabkan masa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator mengalami peningkatan. Kondisi tersebut, katanya juga mempengaruhi tekanan udara seluruh Jawa Tengah. 

Terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat juga dipicu gelombang atmosfer Rossby yang kembali aktif. Gelombang Rossby saat ini bergerak di sebagian besar daerah. 

"Daerah konvergensi dan belokan angin juga terpantau sekitar Jawa Tengah. Ada juga Monsun Asia yang membuat naiknya massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, termasuk sekitar Jawa Tengah. Dan gelombang Rossby Ekuator disebagian besar wilayah Indonesia," terangnya. 

3. Ada bibit siklon tropis yang bergerak ke selatan Jawa

Ilustrasi hujan (IDN Times/Irwan Idris)

Namun, pihaknya menekankan bahwa cuaca ekstrem kali ini disebabkan adanya bibit siklon tropis 91S yang sudah terpantau di perairan Samudera Hindia bagian barat daya Banten. Bibit siklon tropis telah bergerak ke arah tenggara atau sisi selatan Pulau Jawa. 

"Adapun labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah," tambahnya. 

4. Daftar kabupaten/kota yang dilanda hujan sedang sampai lebat

ilustrasi hujan lebat (freepik.com/freepik)

Sedangkan cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang sampai lebat akan terjadi di kabupaten/kota berikut ini:

  • Tanggal 12 Maret 2024

Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kab./kota Magelang, Boyolali, Klaten, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Kab./Kota Semarang, Temanggung, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Kab./Kota Tegal, Brebes, Salatiga, Pekalongan, dan sekitarnya.

  • Tanggal 13 Maret 2024

Cilacap utara, Banyumas Utara, Purbalingga Utara, Banjarnegara Utara, Wonosobo Utara, Temanggung Utara, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kota/Kab. Pekalongan, Pemalang, Kota/Kab. Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

  • Tanggal 14 Maret 2024

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kota/Kab. Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kota/Kab. Pekalongan, Pemalang, Karimunjawa, dan sekitarnya.

5. Pantura dan Pansela dilanda angin kencang

Angin puting beliung luluh lantakan 26 rumah di Prabumulih (Dok: istimewa)

Selain potensi kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, pihaknya meminta masyarakat mewaspadai terhadap potensi angin kencang dalam kurun waktu beberapa hari ke depan di pesisir baik Pantura dan pesisir selatan Jawa Tengah.

"Sebaiknya tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," pungkasnya. 

Editorial Team