Wong Solo Support Pasar Karya Cenderaloka, Gerabah Jadi Daya Tarik

- Pasar Karya Cenderaloka di Lokananta Bloc menghadirkan 16 UMKM kerajinan binaan dari Solo, Klaten, dan Sukoharjo sebagai ruang promosi karya handicraft.
- Selain bazar, acara ini menggelar lomba merangkai bunga, tari tradisional, mewarnai, serta lokakarya kreatif yang menarik peserta hingga dari Semarang.
- Lokakarya pembuatan gerabah menjadi kegiatan paling diminati lintas usia; penyelenggara juga mengapresiasi sponsor, termasuk Puspo Wardoyo dari Wong Solo Grup.
Solo, IDN Times — Lokananta Bloc menjadi ruang pertemuan pelaku UMKM dan masyarakat melalui Pasar Karya Cenderaloka. Menghadirkan 16 UMKM dari Solo Raya, kegiatan ini memadukan bazar kerajinan dengan berbagai lomba dan lokakarya kreatif yang menarik peserta lintas usia.
Penanggung jawab atau PIC Pasar Karya Cenderaloka, Detta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi UMKM binaan Cenderaloka. Para pelaku usaha yang terlibat berasal dari sejumlah daerah, termasuk Solo, Klaten, dan Sukoharjo.
1. Beri ruang bagi 16 UMKM kerajinan Solo Raya.

Suasana Pasar Loka Cederaloka di Lokananta Bloc, Solo. (IDN Times/Larasati Rey) Detta menjelaskan, Pasar Karya Cenderaloka menghadirkan bazar yang diisi produk UMKM binaan mereka. Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha mendapatkan ruang untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada pengunjung Lokananta Bloc.
“Untuk Pasar Karya Cenderaloka yang digelar di Lokananta Bloc ini, sebagai bentuk apresiasi UMKM binaan Cenderaloka dari Solo Raya, dari Solo, Klaten, terus ada juga dari Sukoharjo,” ujar Detta saat ditemui pada Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, Cenderaloka saat ini masih berfokus pada pengembangan platform bagi produk kerajinan tangan atau handicraft. Sektor makanan belum masuk dalam cakupan tersebut.
“Untuk saat ini, di tahun 2025–2026, memang kami dari Cenderaloka untuk makanan belum, karena kita baru menghadirkan platform ini untuk handicraft. Mungkin ke depannya kita akan mengembangkan sistem untuk kuliner,” katanya.
2. Lomba tari tarik peserta hingga Semarang.

Museum Lokananto di Solo. (IDN Times/Larasati Rey) Selain bazar UMKM, Pasar Karya Cenderaloka diramaikan lomba merangkai bunga, tari tradisional, mewarnai untuk anak-anak, serta lokakarya kreativitas.
Detta menyebut, peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Solo. Lomba tari tradisional, misalnya, juga menarik peserta dari Semarang dan daerah lainnya.
“Peserta lomba tari itu tidak hanya dari Kota Solo saja, tetapi ada yang dari Semarang. Dari luar kota itu banyak banget,” ujarnya.
Partisipasi lintas daerah tersebut turut mewarnai kegiatan yang memberi ruang bagi peserta untuk menampilkan keterampilan dan kreativitasnya.
3. Lokakarya gerabah paling diminati, diikuti lintas usia.

Suasana Pasar Loka Cederaloka di Lokananta Bloc, Solo. (IDN Times/Larasati Rey) Lokakarya kreatif menjadi salah satu daya tarik Pasar Karya Cenderaloka. Menurut Detta, kegiatan yang paling diminati adalah pottery atau pembuatan gerabah dari tanah liat.
“Yang paling diminati itu pottery, jadi bikin gerabah tanah liat,” katanya.
Peserta lokakarya pun datang dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Tidak hanya anak muda, kegiatan ini juga diikuti ibu rumah tangga hingga bapak-bapak yang mencoba merangkai bunga.
“Workshop-nya juga terdiri dari berbagai usia, tidak hanya anak muda saja, tetapi juga ada ibu-ibu, ada yang ibu rumah tangga. Tadi juga ada bapak-bapak ikut merangkai bunga,” tutur Detta.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang mendukung penyelenggaraan Pasar Karya Cenderaloka, termasuk Puspo Wardoyo dari Wong Solo Grup.
“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh sponsor yang telah mensponsori kami, Pasar Karya Cenderaloka, termasuk Bapak Puspo Wardoyo dari Wong Solo Grup,” ujarnya.



















