Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi deposito emas Pegadaian (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi deposito emas Pegadaian (pexels.com/Michael Steinberg)

Intinya sih...

  • PT Pegadaian mencetak sukuk senilai Rp4,457 triliun untuk biayai sektor UMKM

  • Sukuk tersebut meraih dua penghargaan internasional Best Sovereign Sukuk dan Best Social Bonds in Asia 2025

  • Seluruh dana sukuk dialokasikan untuk memperkuat pendanaan di sektor pembiayaan mikro dan UMKM

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Perolehan nikai surat utang atau sukuk yang dihasilkan PT Pegadaian mencapai nilai yang fantastis. Selama periode 2025 kemarin, perusahaan pelat merah tersebut mencatatkan penerbitan surat utang mencapai Rp4,457 triliun atau setara 278,5 juta Dollar Amerika. 

Bahkan, atas capaian tersebut, Pegadaian meraih dua penghargaan Best Sovereign Sukuk dan Best Social Bonds in Asia 2025 di ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025. 

Penghargaan diterima langsung oleh Treasury Division Head PT Pegadaian, Luh Putu Andarini, di The Fullerton Hotel, Singapura, pada Kamis minggu lalu.

"Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen Pegadaian dalam menghadirkan solusi pendanaan yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat," ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha dalam keterangan yang diterima IDN Times, Jumat (13/2/2026). 

Semua dana sukuk dibuat biayai UMKM

Pegadaian meraih dua penghargaan Best Sovereign Sukuk dan Best Social Bonds in Asia 2025 di ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025. (IDN Times/Dok Humas Pegadaian Semarang)

Lebih lanjut, ia bilang penerbitan instrumen sukuk merupakan bagian langkah proaktif untuk diversifikasi sumber pendanaan, yang terdiri dari Sukuk Mudharabah sebesar Rp1,752 triliun serta obligasi sosial sebesar Rp1,940 triliun.

Seluruh dana yang dihimpun dialokasikan untuk memperkuat pendanaan di sektor pembiayaan mikro dan UMKM. 

Transaksi ini pun mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed), yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap profil risiko dan prospek bisnis Pegadaian.

"Kami akan terus memperkuat peran Pegadaian sebagai katalisator inklusi keuangan dan motor pertumbuhan usaha mikro di Indonesia," ujar Ferdian.

Tetap sinergi dengan bank umum

Aplikasi BRImo (Dok. Bank BRI)

Tak cuma itu saja, ia berkata adanya strukturisasi dan distribusi instrumen surat utang didukung sinergi dengan Joint Lead Underwriters (JLU). Mulai PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, serta PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas.  

Pihaknya menyampaikan nantinya terus berinovasi mengembangkan instrumen pendanaan berkelanjutan. 

Dengan memperluas jangkauan pembiayaan berbasis syariah dan sosial, perusahaan optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap stabilitas ekonomi nasional. 

Pegadaian akan bikin gebrakan pembiayaan syariah

Sejumlah nasabah ngantre di loket Pegadaian Cabang Poncol Semarang untuk menggadaikan barang maupun kegiatan lainnya. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang M Aries Aviani nugroho menuturkan keberhasilan ini tak lepas dari kepercayaan investor terhadap reputasi Pegadaian. 

"Kami berupaya untuk berinovasi dalam mengembangkan pembiayaan berbasis syariah yang berdampak sosial di masyarakat luas," ungkap Aries. 

Editorial Team