Comscore Tracker

Waspadai Katak Pohon Penjaga Gunung Celering Jepara, Air Kencingnya Bikin Iritasi

Katak pohon bentuknya imut abis

Jepara, IDN Times - Kawasan Gunung Celering yang masuk dalam area cagar alam yang dilindungi oleh negara memiliki titik ketinggian mencapai 720 meter diatas permukaan laut (mdpl). Salah satu gunung yang berada di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara ini jadi tempat konservasi yang dikelola Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) wilayah Pati Barat, BKSDA Jawa Tengah. 

Bila kita menjejakan kaki di Gunung Celering, terdapat seekor satwa yang punya sisi keunikan tersendiri. Satwa tersebut berupa katak pohon yang bisa ditemui di pohon-pohon yang rimbun di Gunung Celering. 

1. Katak pohon bisa ditemui di puncak Gunung Celering

Waspadai Katak Pohon Penjaga Gunung Celering Jepara, Air Kencingnya Bikin IritasiSalah satu pemandangane Gunung Celering Jepara. Dok Humas KPH Pati Barat

Budi Ambong, Kepala KPHK Pati Barat mengatakan kawanan katak pohon bisa dengan mudah ditemukan di area hutan yang dekat dengan pemukiman penduduk. 

"Di Cagar Alam Gunung Celering, katak pohon juga gampang ditemukan mulai dari lereng-lereng gunung sampai puncak gunung dengan ketinggian 720 mdpl," ujar pria yang jadi Petugas Ekosistem Hutan Muda di BKSDA Jateng tersebut kepada IDN Times, Rabu (14/4/2021). 

Baca Juga: Begini Kondisi Spesies Mangrove Pohon Jeruk di Segara Anakan Cilacap

2. Katak pohon berukuran 80 milimeter. Ciri khasnya ada corak garis kehitaman

Waspadai Katak Pohon Penjaga Gunung Celering Jepara, Air Kencingnya Bikin IritasiKatak pohon penjaga Gunung Celering Jepara. Dok KPH Pati Barat

Menurut Ambong, keberadaan katak pohon bisa jadi tolak ukur kesehatan ekosistem di sekitar Gunung Celering. Dengan adanya katak pohon, katanya bisa dijadikan acuan jika tingkat kelembapan hutan masih cukup terjaga. 

Seekor katak pohon mempunyai ciri khas yang unik. Dengan ukuran tubuhnya yang super mungil, panjang tubuh katak pohon jantan cuma 50 milimeter dan katak pohon begins panjangnya 80 milimeter. 

"Punggung berkulit halus, tanpa lipatan, tonjolan atau bintil-bintil. Warna kulitnya berubah-ubah. Darien coklat muda kekuningan, keabu-abuan sampai pucat keputihan. Polos, berbintik gelap besar dan kecil, atau bergaris-garis memanjang. Dan hewan ini bisa berubah warna saat siang maupun malam hari," ujarnya.

Keunikan lainnya pada katak pohon ialah terdapat garis gelap kehitaman sampai hitam antara hidung dengan mata melewati sisi atas telinga sampai ke bahu. 

3. Katak pohon sangat aktif malam hari

Waspadai Katak Pohon Penjaga Gunung Celering Jepara, Air Kencingnya Bikin Iritasiprojectnoah.org

Di sejumlah daerah, katak pohon kerap dikenal dengan sebutan gedindang atau cekay, perkak, bencok. Namun, katak pohon punya nama latin Polypedates leucomystax.

Ia bilang katak pohon sangat aktif pada malam hari. Seekor katak pohon jantan bisa mengeluarkan bunyi yang keras menjelang Maghrib. Makanannya adalah aneka serangga. Saat musim kawin, katak jantam berkumpul dekat kolam, parit atau genangan air dan bersuara sahut-menyahut untuk memikat sang betina. 

4. Air kencing pada katak pohon bisa bikin iritasi

Waspadai Katak Pohon Penjaga Gunung Celering Jepara, Air Kencingnya Bikin Iritasidoktersehat.com

Meski begitu, ia meminta kepada para pendaki untuk mewaspadai sebaran katak pohon. Sebab, urine atau air kencing pada katak pohon bisa memicu iritasi. "Hati-hati dengan urine katak pohon bergaris, itu bisa menyebabkan iritasi pada kulit," terangnya. 

Katak pohon selain ditemukan di Gunung Celering, juga tersebar di berbagai negara tropis lainnya macam Bangladesh, Tiongkol, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. 

Baca Juga: 10 Spesies Katak yang Sangat Unik, Ada yang Sebesar Kucing!

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya