Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3.000 Pelari Diajak Jelajahi Kawasan Sejarah di Semarang Malam Hari
Sebanyak lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang untuk pertama kalinya, Jumat (10/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run 2026, menempuh rute 5 kilometer pada malam hari dari Metro Point melintasi sejumlah kawasan bersejarah.

  • Lima zona cheering point bertema sejarah dan budaya, disertai pertunjukan seni, menghadirkan pengalaman olahraga sekaligus pengenalan karakter serta keberagaman budaya Semarang.

  • Kegiatan ini melibatkan warga, pelaku seni, dan UMKM; kunjungan peserta ke kawasan heritage seperti Pecinan dan Pasar Semawis membuka peluang bagi usaha lokal, terutama kuliner.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (10/10/2026)

Lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run 2026 untuk pertama kalinya. Peserta menempuh rute lima kilometer di kawasan bersejarah Semarang dengan lima zona cheering point tematik. Usai melepas peserta, Wali Kota Agustina Wilujeng mengunjungi kawasan Pecinan dan Pasar Semawis serta pelaku UMKM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Semarang Heritage Night Run 2026 digelar sebagai ajang lari malam sejauh lima kilometer yang memadukan olahraga, wisata sejarah, seni, dan budaya.
  • Who?
    Lebih dari 3.000 pelari dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, dan komunitas lari mengikuti kegiatan ini. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turut melepas peserta.
  • Where?
    Start dan finish berada di Metro Point, Kota Lama Semarang. Rute melintasi Jalan Letjen Suprapto, Jalan Pemuda, Kauman, Jalan KH Wahid Hasyim, Wotgandul Barat, MT Haryono, dan Bubakan.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2026, pada malam hari.
  • Why?
    Kegiatan digelar untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan kawasan heritage Semarang melalui pengalaman berlari malam hari, serta membuka peluang aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
  • How?
    Peserta menempuh rute lima kilometer dengan lima zona cheering point tematik, pertunjukan pelaku seni di sepanjang jalur, serta hadiah termasuk sepeda motor dan paket umrah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lebih dari 3.000 orang lari malam di Semarang. Mereka lari lima kilometer dari Kota Lama. Di jalan, ada seni dan budaya Jawa, Arab, Pecinan, dan zaman dulu. Wali Kota Agustina ikut melepas pelari. Ia juga melihat penjual kecil di Pecinan dan Pasar Semawis. Acara ini mengenalkan sejarah Semarang dan membantu penjual lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Semarang Heritage Night Run menghadirkan ruang perjumpaan yang hidup antara olahraga, sejarah, seni, dan aktivitas warga. Ribuan pelari menikmati rute malam melalui kawasan bersejarah dengan pertunjukan budaya tematik, sementara kehadiran mereka turut membuka peluang bagi UMKM, khususnya kuliner, di sekitar Pecinan dan Pasar Semawis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang untuk pertama kalinya, Jumat (10/10/2026). Ajang lari malam hari itu mengusung konsep olahraga dan wisata sejarah. 

1. Hadirkan 5 zona cheering point tematik

Sebanyak lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang untuk pertama kalinya, Jumat (10/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Adapun, dengan tema ‘’Bergerak Hebat, Menyusuri Harmoni Kota’’, SHNR 2026 mengambil titik start dan finish di Metro Point, kawasan Kota Lama Semarang. Para pelari menempuh jarak sejauh lima kilometer menyusuri kawasan bersejarah di Kota Semarang dengan suguhan seni dan budaya di sepanjang rute.

Peserta lari melintasi Jalan Letjen Suprapto, Jalan Pemuda, kawasan Kauman, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Wotgandul Barat, Jalan MT Haryono, hingga kawasan Bubakan.

Untuk menambah pengalaman peserta, panitia menghadirkan lima zona cheering point tematik, yakni Semarang Tempo Doeloe, Hindia Belanda, Pecinan Semarang, Harmoni Budaya Jawa, dan Harmoni Budaya Arab.

Zona-zona tersebut menghadirkan gambaran beragam sisi sejarah dan budaya Semarang. Peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga diajak mengenal karakter kota melalui kawasan yang dilalui dan pertunjukan seni di sepanjang perjalanan.

2. Tawarkan pengalaman berbeda pada pelari

Sebanyak lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang untuk pertama kalinya, Jumat (10/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, kegiatan tersebut menawarkan pengalaman berbeda bagi pelari sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya ibu kota Jawa Tengah.

“Biasanya kalau lari itu pagi hari. Hari ini kita membuat sebuah tahapan baru. Kita lari menyusuri berbagai macam jalur heritage di malam hari. Nanti di samping kanan kiri, teman-teman pelari akan dihibur oleh berbagai macam pelaku seni di Kota Semarang,” ujarnya.

Peserta SHNR 2026 berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga komunitas lari.

Menurut Agustina, kekayaan heritage Semarang tidak hanya tercermin dari bangunan bersejarah, tetapi juga dari kehidupan masyarakat dan keberagaman budaya yang tumbuh di dalamnya.

3. Buka peluang bagi pelaku usaha lokal

Sebanyak lebih dari 3.000 pelari mengikuti Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang untuk pertama kalinya, Jumat (10/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Usai melepas peserta, Agustina menyempatkan diri berkeliling kawasan Pecinan dan Pasar Semawis. Ia menyapa warga sekaligus mengunjungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Kunjungan itu memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan olahraga, wisata sejarah, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta di kawasan heritage diharapkan turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, terutama sektor kuliner.

Melalui SHNR, Pemerintah Kota Semarang memperkenalkan kawasan bersejarah dengan pendekatan yang melibatkan pelari, pelaku seni, warga, dan pelaku UMKM.

Selain menawarkan pengalaman berlari pada malam hari, SHNR 2026 juga menyediakan hadiah bagi peserta, termasuk sepeda motor dan paket umrah.

Kegiatan ini memadukan olahraga rekreasi dengan pengenalan sejarah dan budaya kota. Dengan rute yang melewati sejumlah kawasan bersejarah, SHNR diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menikmati Semarang sekaligus mengenal keberagaman budaya yang membentuk karakter kota tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article