Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Catatan Karate Porprov Jateng 2026, Hanya 16 Daerah Raih Medali

Kab. Semarang
4 min read
Catatan Karate Porprov Jateng 2026,  Hanya 16 Daerah Raih Medali
Salah satu karateka putri Jepara (biru) saat bertarung dengan tim Surakarta dalam nomor kumite beregu putri pada hari terakhir cabor karate porprov 2026, Kamis (29/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Dari 32 peserta karate Porprov Jateng 2026, hanya 16 daerah meraih medali. Kabupaten Semarang memimpin dengan tujuh emas, diikuti Surakarta dan Jepara yang masing-masing meraih empat emas.

  • Kompetisi berlangsung 27–29 Oktober 2026 di GOR Tenis Indoor Wujil Pandanaran, Kabupaten Semarang, dengan SOP keselamatan, penyegaran wasit-juri, serta pengaturan arena dan tribun steril.

  • Karateka Jepara Hera Irnhanda merebut emas kumite +68 kg putri meski baru pulih dari operasi ACL. Penonton mengapresiasi ketertiban pertandingan, sementara FORKI menyiapkan evaluasi penyelenggaraan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Persaingan cabang olahraga (cabor) karate Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 menghasilkan 16 daerah sebagai peraih medali. Dari 32 kabupaten/kota yang mengikuti kompetisi, hanya separuh kontingen yang berhasil membawa pulang medali.

Kabupaten Semarang tampil sebagai pemimpin klasemen dengan koleksi tujuh medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Sementara Kota Surakarta menempati posisi kedua dengan empat emas, enam perak, dan lima perunggu.

Adapun Kabupaten Jepara berada di urutan ketiga dengan raihan empat emas, satu perak, dan enam perunggu.

Pertandingan karate berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di GOR Tenis Indoor Wujil Pandanaran, Kabupaten Semarang. Kompetisi tersebut diikuti atlet dari 32 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

  1. 1. Hanya 16 daerah kabupaten/kota yang berhasil raih medali

    Tangkapan layar daftar perolehan medali cabang olahraga karate dengan sistem Olympic Ranking pada Kamis, 29 Oktober 2026.
    Daftar perolehan medali cabor karate dengan sistem olimpic ranking yang digunakan, Kamis (29/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Berdasarkan rekapitulasi akhir, hanya 16 dari 32 kabupaten/kota peserta yang berhasil meraih medali dalam cabor karate Porprov Jateng 2026. Kabupaten Semarang memimpin perolehan emas dengan tujuh medali, dua perak, dan tiga perunggu. Sementara Kota Surakarta menempati posisi kedua dengan empat emas, enam perak, dan lima perunggu atau total 15 medali, terbanyak dibandingkan kontingen lainnya.

    Kabupaten Jepara berada di peringkat ketiga dengan empat emas, satu perak, dan enam perunggu. Berikutnya Kabupaten Purbalingga mengoleksi satu emas, satu perak, dan tiga perunggu, disusul Kabupaten Pati dengan satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Kota Salatiga mengumpulkan dua perak dan dua perunggu, sedangkan Kabupaten Grobogan meraih satu perak dan lima perunggu. Kabupaten Wonogiri, Banjarnegara, serta Kendal masing-masing memperoleh satu medali perak.

    Adapun peraih medali perunggu lainnya adalah Kabupaten Sukoharjo dengan dua perunggu, serta Kabupaten Klaten, Purworejo, Pemalang, Kebumen, dan Karanganyar yang masing-masing mengoleksi satu perunggu. Sementara itu, 16 daerah lainnya, yakni Kabupaten Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Kudus, Magelang, Pekalongan, Sragen, Tegal, Temanggung, Wonosobo, serta Kota Magelang, Pekalongan, dan Semarang, belum berhasil meraih medali.

  2. 2. Penyelenggaraan Perhatikan Keselamatan Atlet

    Panitia pertandingan menerapkan SOP untuk meminimalkan risiko cedera bagi peserta selama laga berlangsung.
    Panitia menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pertandingan untuk meminimalkan risiko cedera.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Di luar persaingan prestasi, penyelenggaraan karate Porprov Jateng 2026 juga memperlihatkan perhatian terhadap keselamatan atlet dan kesiapan perangkat pertandingan.

    Panitia menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pertandingan untuk meminimalkan risiko cedera. Sebelum pertandingan dimulai, para wasit dan juri terlebih dahulu mengikuti penyegaran (refreshing) guna menyamakan pemahaman terhadap regulasi pertandingan.

    Pengaturan arena di GOR Wujil Pandanaran juga menjadi perhatian tersendiri. Layout venue ditata dengan memperhatikan kebutuhan atlet, perangkat pertandingan, dan penonton.

    Bahkan, satu tribun yang berada tepat di belakang podium pertandingan ditetapkan sebagai area steril. Tidak diperkenankan ada penonton maupun panitia yang duduk di tribun tersebut.

    Pengaturan ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsentrasi atlet sekaligus memastikan area pertandingan tetap tertib.

    Kelancaran kompetisi juga didukung kerja tim panitia yang menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Mulai dari tim pencatat skor, server pertandingan, dokumentasi, hingga petugas teknis lainnya.

    Setiap bagian bekerja ekstra dan berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal dan hasil pertandingan tercatat dengan baik.

  3. 3. Atlet dan Penonton Apresiasi Pelaksanaan Pertandingan

    Atlet Kabupaten Semarang menangis haru setelah meraih medali emas nomor beregu, disaksikan ofisial dan penonton.
    Salah satu atlet Kabupaten Semarang menangis harus saat berhasil meraih emas nomor beregu, oficial dan penonton juga berikan apresiasi kesiapan panitia, Kamis (29/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Dari sisi atlet, Hera Irnhanda dari Kabupaten Jepara menjadi salah satu karateka yang berhasil mencatatkan prestasi. Ia meraih medali emas nomor kumite +68 kilogram putri.

    Prestasi tersebut terasa istimewa karena Hera baru menjalani operasi cedera anterior cruciate ligament (ACL) sekitar tiga setengah bulan sebelum pertandingan. Ia juga masih menjalani proses pemulihan dan fisioterapi.

    Hera mengaku bangga bisa kembali meraih prestasi di ajang Porprov. Medali tersebut menjadi emas ketiganya setelah sebelumnya meraih prestasi serupa pada 2018 dan 2023.

    Sementara itu, Marnoto, salah seorang penonton yang menyaksikan pertandingan secara langsung, menilai penyelenggaraan karate Porprov Jateng 2026 berlangsung dengan baik.

    Ia juga mengapresiasi ketertiban penonton selama pertandingan. Suasana venue yang kondusif membuat pertandingan dapat berlangsung dengan nyaman tanpa gangguan berarti dari aktivitas penonton.

    Penyelenggaraan karate Porprov Jateng XVII 2026 dibuka Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko bersama Ketua FORKI Jawa Tengah Bambang Raya Saputra.

    Berakhirnya kompetisi ini tidak hanya menghasilkan catatan perolehan medali, tetapi juga menjadi bahan evaluasi pembinaan atlet dan penyelenggaraan olahraga di Jawa Tengah. Harapannya, kualitas kompetisi dan prestasi karateka dari daerah semakin meningkat pada kejuaraan berikutnya.

  4. 4. Ketua FORKI Jateng Berharap Penyelenggaraan Berikutnya Lebih Baik

    Ketua Forki Jateng Bambang Raya Saputra mengalungkan medali perunggu kepada atlet karate KATA perorangan putra Porprov 2026.
    Ketua Forki Jateng Bambang raya Saputra saat kalungkan medali pada salah satu peraih medali perunggu nomor KATA perorangan putra karate Porprov 2026. (IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Ketua FORKI Jawa Tengah, Bambang Raya Saputra, berharap penyelenggaraan karate pada kompetisi berikutnya dapat berjalan lebih baik.

    Evaluasi terhadap pelaksanaan Porprov menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, baik dari sisi teknis pertandingan, kesiapan perangkat, maupun pelayanan kepada atlet dan penonton.

    Menurutnya, kompetisi tingkat provinsi tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana mengukur hasil pembinaan karate di masing-masing daerah.

    Harapan tersebut menjadi dorongan agar penyelenggaraan kejuaraan berikutnya semakin profesional dan mampu mendukung peningkatan prestasi karate Jawa Tengah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More