Dari Semarang ke Asian Games 2026, Nurisa Ukir Sejarah Panahan Indonesia

Nurisa Dian Ashrifah, atlet panahan asal Semarang, meraih emas compound individu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai mengalahkan Amaya Amparo Cojuangco 139-137.
Emas Nurisa menjadi medali emas kelima Indonesia sekaligus emas pertama cabang panahan bagi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.
Menekuni panahan sejak usia 11 tahun, Nurisa sebelumnya meraih dua emas dan satu perunggu SEA Games 2025 serta emas Singapore Archery Open 2026.
Semarang, IDN Times – Nama Nurisa Dian Ashrifah mencuat dari arena Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet panahan asal Kota Semarang itu mencetak sejarah setelah merebut medali emas nomor compound individu putri sekaligus menjadi atlet Indonesia pertama yang menyumbangkan emas dari cabang panahan dalam sejarah keikutsertaan Asian Games.
1. Nurisa sumbang emas kelima untuk Indonesia

Atlet panahan asal Kota Semarang, Nurisa Dian Asrifah meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Vidio) Nurisa memastikan emas setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, pada partai final, Kamis (1/10/2026). Dalam pertandingan ketat tersebut, Nurisa menang dengan skor 139-137.
Medali tersebut juga menjadi emas kelima bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
Prestasi Nurisa mendapat apresiasi dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga membawa nama Kota Semarang ke panggung olahraga Asia.
“Atas nama seluruh masyarakat Kota Semarang, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Nurisa Dian Ashrifah. Prestasi ini luar biasa. Nurisa bukan hanya membawa pulang medali emas untuk Indonesia, tetapi juga membawa nama Kota Semarang semakin dikenal di tingkat Asia,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).
2. Tekuni panahan sejak usia 11 tahun

Atlet panahan asal Kota Semarang, Nurisa Dian Asrifah meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Vidio) Nurisa yang akrab disapa Hani merupakan atlet asal Kota Semarang yang kini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Perjalanannya di dunia panahan dimulai sejak usia 11 tahun. Dari pembinaan di usia muda, Nurisa kemudian berkembang hingga mampu bersaing di level internasional.
Sebelum menorehkan sejarah di Asian Games 2026, Nurisa telah mengoleksi sejumlah prestasi internasional. Pada SEA Games 2025, ia meraih dua medali emas dan satu perunggu. Sementara pada awal 2026, Nurisa kembali meraih medali emas dalam Singapore Archery Open.
Bagi Agustina, emas Asian Games tersebut merupakan hasil dari proses panjang, bukan capaian yang datang secara instan.
“Ini bukan kemenangan yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang, latihan, pengorbanan, dukungan keluarga, pelatih, federasi, dan keteguhan hati dari atletnya sendiri. Karena itu, kemenangan Nurisa patut kita apresiasi bersama,” katanya.
3. Pemkot ingin lahirkan lebih banyak Nurisa

Atlet panahan asal Kota Semarang, Nurisa Dian Asrifah meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Vidio) Agustina berharap keberhasilan Nurisa tidak berhenti sebagai perayaan atas sebuah medali. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi pembinaan atlet muda di Kota Semarang.
Ia mendorong anak-anak muda Semarang berani menekuni bidang yang diminati dan menjalani proses secara konsisten.
“Semoga prestasi Nurisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Kota Semarang untuk berani bermimpi besar. Jangan takut memasang target tinggi. Tekuni bidang yang menjadi passion, jalani prosesnya dengan disiplin, dan jangan mudah menyerah,” ujarnya.
Agustina juga mengapresiasi dukungan keluarga, pelatih, komunitas olahraga, Udinus, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), serta berbagai pihak yang mendampingi perjalanan Nurisa.
“Terima kasih sudah mengharumkan nama Indonesia dan Kota Semarang. Hari ini Indonesia Raya berkumandang di Asian Games, dan ada nama anak Kota Semarang di baliknya. Ini kebanggaan kita semua,” katanya.
Menurut Agustina, keberhasilan Nurisa sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesinambungan pembinaan atlet muda.
“Kota Semarang harus terus melahirkan Nurisa-Nurisa berikutnya. Prestasi ini jangan berhenti menjadi kebanggaan, tetapi harus menjadi pemantik agar pembinaan olahraga di Kota Semarang semakin kuat dan semakin banyak anak-anak kita yang mampu mengukir prestasi di tingkat dunia,” pungkasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















