Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_1100.jpeg
Menpora Erick Thohir meninjau Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Fasilitas terbaik di Asia Tenggara, bukti dukungan pemerintah

  • Apresiasi tak sekadar ucapan, atlet akan didorong punya tabungan masa depan

  • Tahap kedua pembangunan disiapkan, perawatan jadi prioritas

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Karanganyar, IDN Times - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau langsung fasilitas National Paralympic Committee (NPC) Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026). Pusat pelatihan disebut sebagai yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara.

Dalam kunjungannya, Menpora menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung prestasi atlet disabilitas, termasuk memastikan keberlanjutan fasilitas dan persiapan menuju ASEAN Para Games.

Kehadiran Menpora sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras atlet, pelatih, ofisial, hingga jajaran NPC yang selama ini mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

1. Fasilitas terbaik di Asia Tenggara, bukti dukungan pemerintah

Menpora Erick Thohir meninjau Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (IDN Times/Larasati Rey)

Menpora menyampaikan rasa bangganya setelah melihat langsung fasilitas yang dimiliki NPC. Ia menyebut fasilitas tersebut sebagai yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara.

Menurutnya, keberadaan fasilitas ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan tidak membedakan dukungan terhadap seluruh cabang olahraga, termasuk olahraga disabilitas.

“Artinya kerja keras NPC, para ofisial, pelatih, dan atlet ini memang dibuktikan dengan kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian prestasi para atlet, Chief de Mission, dan pelatih yang telah membawa nama Indonesia bersinar di berbagai ajang internasional.

2. Apresiasi tak sekadar ucapan, atlet akan didorong punya tabungan masa depan

Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (iDN Times/Larasati Rey)

Menpora menegaskan bahwa apresiasi pemerintah tidak hanya berupa ucapan terima kasih. Pihaknya mendorong agar penghargaan yang diberikan dapat menjadi tabungan bagi masa depan para atlet.

Selain itu, Kemenpora juga akan menghadirkan pendampingan literasi finansial agar atlet mampu mengelola keuangan dengan baik.

“Kita harapkan apresiasi dari pemerintah ini bisa menjadi tabungan untuk masa depan. Nanti juga akan ada pendampingan literasi finansial,” jelasnya.

Langkah ini dinilai penting agar atlet tidak hanya berprestasi saat aktif bertanding, tetapi juga memiliki jaminan keberlanjutan kehidupan setelah pensiun.

3. Tahap kedua pembangunan disiapkan, perawatan jadi prioritas

Kolam renang di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (IDN Times/Larasati Rey)

Terkait fasilitas, Menpora mengungkapkan bahwa tahap pertama pembangunan telah berjalan dengan baik atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Saat ini pemerintah tengah memikirkan penyelesaian tahap kedua agar fasilitas semakin lengkap.

Namun ia mengingatkan bahwa pembangunan saja tidak cukup. Perawatan harus menjadi prioritas agar aset negara tetap terjaga.

Kemenpora bersama Kementerian Dalam Negeri telah membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan fasilitas olahraga. Komersialisasi diperbolehkan, selama hasilnya diprioritaskan untuk maintenance dan keberlanjutan aset.

“Banyak fasilitas olahraga dibangun dengan bagus, tapi terkendala di perawatan. Ini yang harus kita benahi,” tegasnya.

Menpora juga memastikan Kemenpora akan membantu biaya perawatan melalui mekanisme hibah. Di sisi lain, pihaknya terus menyisir anggaran untuk persiapan ASEAN Para Games dan akan kembali duduk bersama NPC guna menyusun target dan evaluasi.

Sebagaimana pesan Presiden, olahraga merupakan duta bangsa dan mencerminkan kebesaran Indonesia di mata dunia. Dukungan terhadap NPC pun diharapkan terus berlanjut demi menjaga prestasi Merah Putih di level internasional.

Editorial Team