Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kontingen Forki Grobogan raih juara umum Kejurprov Karate piala Bambang Raya, Minggu (21/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno).
Kontingen Forki Grobogan raih juara umum Kejurprov Karate piala Bambang Raya, Minggu (21/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Banyumas, IDN Times - Kabupaten Grobogan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan provinsi Jawa Tengah piala Bambang Raya Saputra setelah mengungguli 46 kontingan baik kabupaten/kota maupun perguruan, Minggu (21/1/2024).

Forki Kabupaten Grobogan menjadi juara umum dengan 20 emas, 19 perak, dan 36 perunggu, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Forki Kabupaten Semarang dengan 17 Emas, 7 Perak, dan 14 Perungu, para karateka Inkai Purbalingga dengan 8 Emas, 4 Perak, 8 Perunggu.

Para juara, selain mendapat piagam, piala, dan medali juga mendapat uang pembinaan sebesar 10 juta, 7,5 juta, dan 5 juta rupiah dari ketua umum Frki Jawa Tengah.

1. Implementasi wasit hasil penataran

Ketua umum Forki Jateng Bambang Raya Saputra didampingi ketua panitia Hanung (kiri) dan pengurus Forki lainnya, Minggu (21/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Usai penyerahan piala, Bambang Raya Saputra kepada IDN Times mengatakan bahwa kejuaraan diawal tahun 2024 ini selain bagaimana menjaring bibit bibit unggul karateka juga memantau kemampuan para wasit juri yang memimpin pertandingan.

"Ada sekitar 70 wasit juri baik yang berlisensi daerah maupun nasional kita terjunkan memimpin pertandingan, disinilah kami memantau bagaimana mereka mengimplementasikan hasil dari penataran sebelumnya," katanya.

Bambang juga menyampaikan apresiasinya pada penyelenggara atas terlaksananya dengan baik menggelar even ini. Selain itu juga pada karateka, orang tua, pelatih, dan pihak-pihak yang mendukung Kejurprov.

"Terima kasih pada panitia penyelenggara yang telah bekerja dengan baik terutama soal waktu, dan layanan yang dengan sabar mendengarkan keluhan terutama dari pelatih, juga pada orangtua dan karateka yang penuh semangat dalam bertanding," urainya.

2. Human eror olahraga tak terukur

Donald SL. Kolopinta, Plt. Ketua Dewan wasit PB Forki menyebut human eror dalam olahraga tak terukur itu selalu ada, Minggu (21/1/2024.(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Dari sisi wasit, Plt. Ketua Komisi Dewan Wasit PB Forki, Donald SL. Kolopinta yang selama pertandingan mengawasi kinerja 70 wasit menjelaskan selama pertandingan mampu menerapkan peraturan dan hasil penataran dengan baik.

"Secara umum mereka mampu memimpin pertandingan baik kelas Kumite maupun Kata, walaupun ada gesekan kecil yang harus diperbaiki, misal meminimalisir protes dan cedera atlet akibat pelanggaran," terangnya.

Donald juga menerangkan tidak ada wasit terbaik dalam setiap kejuaraan, artinya bahwa mereka yang diterjunkan itulah yang paling baik. Sedangkan hasil penataran mereka 90 persen mampu menerapkannya.

"Yang namanya human eror dalam dunia olahraga tak terukur seperti karate akan selalu ada, namun pihaknya juga mengingatkan para pelatih dan official bahwa dalam pertandingan bisa protes harus sesuai prosedur, terlebih bila tim medis yang memutuskan," terangnya.

3. Enam kriteria penting saat ambil poin

Begini suasana pengarahan wasit sebelum turun memimpin pertandingan, Minggu (21/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Dijelaskan oleh Donald, terkait protes adalah mekanisme yang harus dijalani selain keputusan dokter juga harus memenuhi kewajiban administrasi seperti menyiapkan dana protes, mengisi formulir aduan. Setelah itu harus dikembalikan ke tatami manager untuk dianalisa.

"Dalam protes tertulis ada persyaratan yang wajib dipenuhi, dan satu keharusan setiap pelatih dan official sebelum dihelat pertandingan harus mengikuti teknikal miting supaya mengerti aturan, ini penting dan harus dipahami,"tegasnya.

Donald juga menegaskan ada enam kriteria penting wasit pemimpin pertandingan dalam menentukan poin yakni bentuknya harus benar sesuai standar, tidak ingin mencederai lawan, semangat ketika memasukan tendangan atau pukulan, tepat sasaran atau sansin, distance atau sentuhan ringan terutama untuk junior, senior under 21.

"Jadi setiap wasit pemimpin pertandingan harus selalu memahami enam kriteria ini, artinya pelatih atau official juga harus tunduk terhadap hal ini,"tegasnya.

4. Ditutup dengan kelas festival

Salah satu karateka peserta kelas festival, Minggu (21/12024).(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Kejurprov karate piala Bambang Raya yang diikuti 1.200 karateka dari 30 kabupaten/kota dan 16 perguruan ditutup dengan kelas festival atau pertandingan hiburan untuk kelas pemula hingga junior.

Dalam kelas festival, semua peserta yang bertanding mendapat piagam dan medali, hal itu bertujuan untuk memacu para atlet pemula terutama yang belum pernah bertanding dikelas umum.

"Karateka yang belum merasakan pertandingan selalu diupayakan untuk tetap bisa merasakan atmosfir pertandingan agar saat turun di kelas umum mereka sudah siap,"ujar Hanung ketua panitia Kejurprov Piala Bambang Raya.

5. Dampak karate terhadap peningkatan ekonomi

Suasana sekitar GOR Bung Karno Grobogan yang disebut simpang lima Purwodadi. (IDN Times/Foto: Grobogan.go.id)

Kejurprov karate Piala Bambang Raya Saputra yang juga ketua umum Forki Jateng ternyata berimbas pada sisi positif sektor ekonomi, terutama bagi para pengusaha UMKM.

Pemilik warung disamping GOR Bung Karno Grobogan, Ibu Ida yang sehari berjualan gado gado, nasi rames, somay, dan aneka minuman mengaku bersyukur dengan adanya even tersebut.

Bu Ida mengatakan selama ada even warungnya menjadi lebih ramai sehingga meningkatkan pendapatan. "Biasanya yang datang kesini yang hanya orang lewat dan pelanggan tetap, tapi sejak dibuka kejuaraan karate jadi banyak yang makan di sini, lumayan mas jadi lebih cepat habis dagangan saya,"kata Bu Ida senang.

Hal lain juga dikatakan oleh salah satu supir angkot yang biasa melintas di jalur GOR juga mengatakan jadi lebih ramai penumpang. "Terima kasih mas sudah ada even disini, jadi lebih ramai," katanya.

Editorial Team