Pertandingan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) vs Jakarta Electric PLN Mobile di Final Four Proliga 2026 di Gor Sritex Arena, Solo. (Dokumentasi Proliga)
Set penentuan berlangsung ketat dengan skor imbang 6-6. Namun, pertahanan solid yang dipimpin libero Nurlaili menjadi titik balik bagi JPE.
Setelah unggul 11-8, JPE tak terbendung. Serangan bertubi-tubi dari Irina Voronkova memastikan kemenangan 15-8 sekaligus mengunci laga dengan skor 3-2.
Manajer tim JPE, Widi Triyoso, mengakui pertandingan berlangsung tidak mudah.
“Tapi evaluasi-evaluasi yang kami lakukan sebelumnya hari ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran pemain kunci dalam tim.
“Kalau Voronkova, Megawati, dan Wilma Salas main fokus, saya pastikan JPE bisa menang,” tambahnya.
Sementara itu, bintang JPE Megawati Hangesti Pertiwi mengakui laga berjalan menegangkan.
“Di Surabaya kemarin kita hampir menang, dan pengalaman itu tadi hampir terulang. Tapi kami hari ini lebih fokus dan mengambil kemenangan,” katanya.
Di kubu lawan, asisten pelatih sekaligus direktur teknik Electric PLN Mobile, Anantachai Yoonprathom, tetap mengapresiasi performa timnya meski kalah.
“Meski kami kalah, tapi kami bisa menampilkan permainan yang bagus,” ujarnya.
Ia juga mengakui masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.
“Kesalahan utama dari tim kami adalah masalah tosser. Tapi kami akui Pertamina hari ini bermain sangat bagus,” tambahnya.
Dengan dua laga tersisa di Semarang melawan Jakarta Popsivo Polwan dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, JPE kini berada di atas angin untuk mengamankan tiket ke Grand Final Proliga 2026.