Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Gunung di Jawa Tengah yang Cocok untuk Pendaki Pemula dan Tektok
Gunung Prau (unsplash.com/Andri Hermawan)
  • Artikel ini merekomendasikan lima gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula dan metode tektok, dengan jalur pendek serta waktu tempuh singkat tanpa perlu bermalam.
  • Gunung Andong, Prau, Telomoyo, Ungaran, dan Bukit Sikunir disebut memiliki medan ramah pemula, pemandangan indah, serta daya tarik unik seperti sunrise dan panorama pegunungan.
  • Tersedia tips penting bagi pendaki tektok seperti memulai sejak subuh, membawa logistik cukup, dan memakai sepatu yang sesuai demi keamanan serta kenyamanan selama pendakian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Ingin merasakan sensasi berdiri di puncak gunung tapi tidak punya waktu luang untuk camping berhari-hari? Mendaki dengan metode tektok bisa jadi solusinya. Dengan memilih gunung yang memiliki jalur pendek dan waktu tempuh singkat, kamu bisa berangkat pagi dan sudah kembali ke rumah pada sore hari.

Selain menghemat barang bawaan, jalur-jalur gunung ini juga sangat bersahabat bagi kamu yang baru pertama kali mencoba olahraga mendaki. Yuk, simak lima rekomendasi gunung di Jawa Tengah yang paling pas untuk pemula dan pemburu tektok!

1. Gunung Andong, Magelang

potret gunung andong (pexels.com/egi daki)

Gunung Andong merupakan "raja" dalam urusan pendakian pemula dan tektok di Jawa Tengah. Gunung yang memiliki ketinggian 1.726 mdpl ini hampir tidak pernah sepi pengunjung di akhir pekan.

Waktu Tempuh: Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam untuk mencapai puncak via jalur Sawit atau Pendem.

Medan Jalur: Didominasi oleh tangga tanah yang tertata rapi dan bonus jalur landai yang cukup panjang di awal pendakian.

Daya Tarik: Puncaknya berbentuk memanjang seperti punuk sapi. Dari atas sini, kamu bisa melihat pemandangan menakjubkan dari Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, dan Sumbing sekaligus.

2. Gunung Prau, Wonosobo

pemandangan di puncak Gunung Prau (unsplash/Falaq Lazuardi)

Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng (2.565 mdpl), Gunung Prau sangat terkenal di kalangan pendaki pemula karena jalurnya yang relatif pendek namun menyajikan pemandangan kelas dunia.

Waktu Tempuh: Sekitar 2 hingga 3 jam saja via jalur Patak Banteng atau Dieng.

Medan Jalur: Jalur Patak Banteng tergolong agak terjal namun sudah dilengkapi tangga batu, sedangkan jalur Dieng atau Kalilembu jauh lebih santai dan landai.

Daya Tarik: Area puncak berupa hamparan bukit teletubbies yang luas. Jika mendaki subuh, kamu bisa menikmati golden sunrise tercantik di Jawa Tengah dengan latar belakang Gunung Sindoro-Sumbing yang gagah.

3. Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang - Magelang

potret gunung telomoyo (pexels.com/egi daki)

Gunung setinggi 1.894 mdpl ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki gunung lain. Jalur menuju puncaknya sudah teraspal dengan baik, sehingga sangat minim risiko tersesat.

Waktu Tempuh: Jika berjalan kaki santai menyusuri jalan aspal, membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam.

Medan Jalur: Berupa jalan aspal menanjak yang konstan. Sangat ramah untuk lutut pendaki pemula. (Bahkan, ada opsi naik ojek jika kamu mendadak kelelahan).

Daya Tarik: Pemandangan hamparan Danau Rawa Pening dari ketinggian serta spot dek pandang modern yang sangat estetik untuk berfoto.

4. Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang

potret Gunung Ungaran (google.com/maps/Gunung Ungaran Via Mawar)

Gunung Ungaran (2.050 mdpl) memiliki beberapa jalur pendakian, namun jika tujuanmu adalah tektok santai atau membawa pendaki pemula, jalur Perantunan adalah pilihan terbaik.

Waktu Tempuh: Sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan untuk sampai ke Puncak Bondjol atau Puncak Banteng.

Medan Jalur: Melewati hutan pinus yang teduh dengan jalur tanah yang sudah dibuat berundak. Tanjakan ekstrem baru akan terasa menjelang area puncak.

Daya Tarik: Jalurnya sangat asri dan sejuk. Di malam atau pagi hari, kamu bisa melihat gemerlap lampu Kota Semarang dan Ambarawa dari atas ketinggian.

5. Bukit Sikunir, Wonosobo

Potret gunung Sikunir (unsplash.com/Ake Widyastomo)

Bagi kamu yang benar-benar belum pernah mendaki sama sekali dan takut kelelahan, mulailah dari Bukit Sikunir (2.263 mdpl). Meskipun sering disebut bukit, suasananya sudah menyerupai puncak gunung sejati.

Waktu Tempuh: Cukup berjalan kaki selama 30 hingga 45 menit dari area parkir.

Medan Jalur: Jalur pendakian sudah dibangun menggunakan anak tangga batu yang rapi dan dilengkapi pembatas pegangan yang aman.

Daya Tarik: Menjadi spot berburu matahari terbit yang sangat praktis tanpa perlu membawa tas keril berat.

Tips Penting untuk Pendaki Tektok:

Mulai Sejak Subuh: Mulailah mendaki sekitar pukul 03.00 atau 04.00 WIB agar bisa mengejar momen matahari terbit di puncak dan turun sebelum matahari terlalu terik.

Logistik yang Cukup: Walaupun tidak menginap, jangan meremehkan gunung. Tetap bawa air minum yang cukup, makanan ringan berenergi (seperti cokelat atau kurma), serta jas hujan plastik di dalam tas kecilmu (daypack).

Gunakan Sepatu yang Tepat: Jalur pendek bukan berarti kamu bisa memakai sandal santai. Tetap gunakan sepatu gunung atau sepatu olahraga dengan grip yang baik untuk menghindari risiko terpeleset.

Tinggal pilih gunung mana yang paling dekat dari lokasimu, siapkan fisik, dan selamat menikmati akhir pekan yang produktif di alam bebas!

Editorial Team