Comscore Tracker

Wisata Budaya Daya Tarik Baru Desa Tanalum Purbalingga

Masuk 10 Besar Desa Wisata Nusantara 2019

Laporan Rudal Afgani

Purbalingga, IDN Times – Suara gamelan mengalun di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Rabu (6/11). Sejurus kemudian sekelompok pemuda memasuki gelanggang dengan pakaian serba hitam dan menggenggam gunungan wayang. Gerak tubuhnya seragam mengikuti irama gamelan.

Sekelompok pemuda dan gunungannya mundur digantikan laki perempuan berpakaian petani. Masih dengan gerak lenggak-lenggok seragam mengikuti alunan gamelan, meraka memainkan berbagai perabot rumah tangga dari anyaman bambu.

Sesaat kemudian mereka menghilang di balik pangung digantikan adegan perkelahian sekelompok bromocorah dengan seorang kesatria.

Baca Juga: Wisata Recommended di Purwokerto! Safari Offroad di Baturraden

1. Budaya andalan baru menjadi daya tarik wisata Desa Tanalum

Wisata Budaya Daya Tarik Baru Desa Tanalum PurbalinggaIDN Times/Rudal Afgani

Serangkaian gerak tari itu merupakan narasi yang dituangkan dalam bentuk sendratari. Tarian ini mengisahkan sejarah Desa Tanalum. Karena itu, dinamailah sendratari ini tari babad Tanalum.

Ini merupakan kali pertama sendratari babad Tanalum ditampilkan di hadapan publik. Momen peluncuran tari ini dikemas dalam pesta budaya Desa Tanalum.

Tari ini akan melengkapi kekayaan budaya sekaligus daya tarik desa wisata Desa Tanalum. Sebelumnya, desa yang berbatasan langsung dengan hutan dan perbukitan ini lebih dulu mengembangkan wisata alam.

2. Andalkan potensi wisata alam mulai dari air terjun hingga potensi budaya

Wisata Budaya Daya Tarik Baru Desa Tanalum PurbalinggaIDN Times/Rudal Afgani

Di antara yang paling popular ialah air terjun atau curug. Ada empat air terjun yang menjadi andalan, antara lain air terjun aul, karang, gogor dan nagasari. Selain air terjun, Tanalum juga mengembangkan paket wisata river tubing dan wall climbing di air terjun.

Mochamad Nur Fatah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanalum mengatakan, selain mengandalkan potensi wisata alam, ia juga mengembangkan wisata budaya. Di antara yang sudah dikerjakan antara lain kuliner dan seni tari.

“Kami membuat olahan dari pakis hutan, ada yang dibuat keripik pakis ada yang diolah menjadi menu sehari-hari khas Tanalum. Kami juga mengolah kopi yang kami petik secara selektif dari pohon kopi yang tumbuh di hutan, namanya kopi Lutan,” kata Fatah.

3. Sebagai benteng untuk menjaga kelestarian alam

Wisata Budaya Daya Tarik Baru Desa Tanalum PurbalinggaIDN Times/Rudal Afgani

Wisata Desa Tanalum sangat bergantung pada alam sekitar. Jika hutan rusak, maka air terjun akan kehilangan daya tariknya.

Ini yang kemudian menjadi pemantik kesadaran warga untuk menjaga kelestarian alam. Di sini, kepentingan ekonomi warga bertemu dengan kebutuhan konservasi alam.

“Untuk menjaga kelestarian alam, kami menanam pohon di sepanjang aliran sungai dan tempat-tempat yang butuh ditanami,” kata Fatah.

Terkait penebangan pohon, karena hutan desa termasuk hutan produksi maka penebangan dilakukan pada waktunya. Namun, penebangan dilakukan secara selektif untuk menjaga keamanan penduduk dari bahaya longsor.

“Untuk penebangan liar di tempat kami aman, karena hutan menjadi mata pencaharian warga, baik memanen getah pinus, damar juga untuk ditanami kopi, kapulaga, dan cengkeh,” uajr dia.

4. Desa Tanalum masuk 10 besar lomba desa wisata nusantara 2019

Wisata Budaya Daya Tarik Baru Desa Tanalum PurbalinggaIDN Times/Rudal Afgani

Atas komitmen pengelola wisata menata kawasan wisata sekaligus konservasi hutan, Desa Tanalum tampil dalam 10 besar lomba desa wisata nusantara 2019 Kementerian Desa mewakili Provinsi Jawa Tengah. Tanalum menyisihkan ratusan desa wisata lain yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Setelah lolos tahap penyisihan, Tanalum kemudian bersaing dengan 28 desa dari 26 kabupaten dan 12 provinsi. Dari jumlah itu dihasilkanlah 10 desa wisata maju dan 10 desa wisata berkembang. Selanjutnya, peserta akan memaparkan di hadapan juri untuk mendapatkan juara 1 hingga 3 serta juara harapan 1 hingga 3.

5. Buruh dukungan infrastruktur akses masuk ke Desa Tanalum

Wisata Budaya Daya Tarik Baru Desa Tanalum PurbalinggaIDN Times/Rudal Afgani

Heriyansyah, Ketua BUMDes Tirto Lestari, yang menaungi wisata desa mengatakan, Tanalum belum cukup mendapat dukungan. Ia mengatakan masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk memperlebar jalan agar akses menuju Tanalunm lebih mudah.

“Banyak biro wisata yang tertarik untuk berkunjung ke Tanalum. Tetapi setelah melihat akses jalannya susah, akhirnya batal,” kata dia.

Ia mengatakan, setidaknya butuh jalan selebar 6 meter agar kendaraan sekelas bus bisa masuk. Sementara kondisi sekarang lebar jalan baru kurang lebih 4 meter. “Kondisi sekarang masih bisa dilebarkan hingga 6 meter,” kata dia.

Baca Juga: Hore, Wisata Taman Safari Indonesia Bakal Dibangun di Pantura Batang

Topic:

  • Bandot Arywono

Just For You