Rumah - rumah tersebut disebut dengan loji. Dari sederet loji era kolonial yang berdiri, masih ada satu bangunan loji ikonik yang tersisa. Yakni oleh warga sekitar disebut Loji Kluntung. Disebut Kluntung karena bentuk bangunan unik tak seperti lainnya. Atap rumahnya melengkung setengah lingkaran hingga membentuk dinding rumah.
Koordinator Forum Peduli Sejarah Budaya Blora (FPSBB) wilayah Cepu Joko Purnomo mengatakan, Loji ini sendiri dulu adalah rumah di perumahan Migas zaman Belanda yang ditempati para pegawainya.
"Pada saat itu perusahaan migas Belanda yang beroperasi di Cepu adalah Dortsche Petroleum Maatschappij (DPM) yang berdiri sejak 1886 – 1942, banyak mendatangkan orang dari belanda dan menempati perumahan ini," kata Joko.
Joko mengatakan, Sejarah banyak pemukiman kolonial Belanda berawal dari eksploitasi migas di kawasan Cepu oleh Belanda.
"Pegawainya langsung dari Belanda atau Eropa, mereka datang ke Cepu menempati rumah - rumah ini. Yang oleh pemerintah Belanda disediakan khusus untuk pegawai DPM," kata Joko.