TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Perekonomian Jateng Anjlok, Ganjar Harus Agresif Undang Investor 

Popularitas tidak selesaikan masalah

Ilustrasi industri pabrik (IDN Times/Arief Rahmat)

Semarang, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 di Jawa Tengah terkontraksi hingga -5,94 persen. Kondisi ini lebih buruk apabila dibandingkan dengan triwulan I 2020 yang masih di angka 2,61 persen maupun triwulan II 2019 yang mencapai 5,52 persen. 

Baca Juga: Terjun Bebas, Pertumbuhan Ekonomi Jateng di Angka 2,6 Persen

1. Ekonom senior Rizal Ramli menyoroti perekonomian Jateng

Ekonom senior dan mantan Menko Ekuin, Rizal Ramli pada acara Ngobrol Perkembangan Indonesia melalui virtual. IDN Times/Anggun Puspitoningrum

Anjloknya pertumbuhan ekonomi Jateng tersebut mendapat sorotan dari ekonom senior, Rizal Ramli.

"Provinsi Jawa Tengah ini memiliki potensi yang besar untuk memajukan daerahnya. Seperti pengembangan industri padat karya di sepanjang wilayah pantai utara, di sana itu potensi karena biaya tenaga kerja maupun harga lahan masih murah," ungkapnya dalam acara Ngobrol Perkembangan Indonesia melalui virtual, Sabtu (15/8/2020). 

2. Jateng punya potensi besar yang belum digarap

Ilustrasi. Buruh pabrik di Cikupa, Tangerang. ANTARA FOTO/Fauzan

Kemudian, provinsi ini memiliki banyak kelebihan terkhusus SDM-nya yang dikenal rajin dan ulet bekerja. Selain itu, di daerah pantai utara Jawa Tengah juga punya potensi untuk dijadikan base industri menyerupai kawasan Bekasi di Jawa Barat

Melihat potensi itu, lanjut Rizal, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus lebih agresif untuk mengundang investor dari luar negeri untuk mendirikan industri di Jawa Tengah. Hal itu sangat menarik, apalagi banyak pabrik-pabrik di Tiongkok mulai keluar dari Tiongkok untuk relokasi. "Ini potensi untuk bisa ditarik ke Jawa Tengah," ujarnya. 

Baca Juga: Ganjar Terima Laporan BPKP, PDAM di Jateng Alami Kebocoran 29 Persen

Berita Terkini Lainnya