Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pohon carica atau pepaya gunung (IDN Times/Abraham Herdyanto)
ilustrasi pohon carica atau pepaya gunung (IDN Times/Abraham Herdyanto)

Intinya sih...

  • Carica: Buah Vasconcellea pubescens dalam sirup manis, kini hadir dalam kemasan praktis dan botol kaca estetik.

  • Petos Rindu: Keripik tempe dengan bumbu kuning khas, renyah tahan lama tanpa menghilangkan cita rasa kucai yang autentik.

  • Kacang Dieng: Camilan nabati murni dengan rasa gurih dan sedikit manis, cocok sebagai teman perjalanan di mobil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wonosobo, IDN Times – Pesona Wonosobo memang tak ada habisnya. Setelah puas menyaksikan Java Balloon Attraction atau mendaki puncak Sikunir, berburu buah tangan adalah ritual wajib. Agar tidak bingung memilih di tengah banyaknya opsi, berikut adalah panduan belanja oleh-oleh khas Wonosobo yang awet untuk perjalanan jauh dan pastinya berkesan bagi orang rumah.

1. Carica: Si Pepaya Gunung yang Melegenda

ilustrasi buah carica (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Ikon wisata Dieng ini tak boleh absen. Olahan buah Vasconcellea pubescens dalam sirup manis ini kini hadir lebih variatif. Selain dalam kemasan cup plastik yang praktis, carika kini banyak dikemas dalam botol kaca estetik yang lebih premium untuk kado.

2. Petos

ilustrasi penyajian tempe kemul

Rindu renyahnya tempe kemul tapi takut basi? Petos atau "Tempe Atos" adalah solusinya. Ini adalah keripik tempe dengan bumbu kuning khas yang digoreng sangat kering. Teksturnya renyah tahan lama tanpa menghilangkan cita rasa kucai yang autentik.

3. Kacang Dieng

ilustrasi kacang tanah (pexels.com/Marina Leonova)

Jangan terkecoh namanya, ini adalah camilan nabati murni. Ukurannya yang jumbo dan bentuknya yang unik membuat kacang ini sering disebut kacang babi oleh warga lokal. Rasanya gurih, sedikit manis, dan sangat pas dijadikan teman perjalanan di mobil.

4. Teh Tambi

Ilustrasi teh hijau (unsplash.com/Kat von Wood)

Diproduksi di kaki Gunung Sindoro, Teh Tambi menawarkan aroma teh hitam pekat kualitas ekspor. Jika Anda ingin rasa yang lebih lembut, pilihlah varian Green Tea atau White Tea yang kaya antioksidan.

5. Purwaceng

ilustrasi akar purwaceng kering (commons.wikimedia.org)

Tanaman perdu ini adalah primadona herbal Wonosobo. Purwaceng kini dikemas modern dalam bentuk serbuk instan, kopi, hingga susu. Berkhasiat meningkatkan stamina dan menghangatkan tubuh, sangat cocok sebagai buah tangan untuk kerabat pria atau orang tua.

6. Mie Ongklok Instan

ilustrasi mie ongklok (freepik.com.freepik)

Tak perlu khawatir bumbunya tumpah di jalan. Kini tersedia versi instan dengan bumbu "nyemek" yang kental, lengkap dengan sayuran kucai kering dan tahu. Pilihan rasanya pun beragam, mulai dari Black Pepper hingga Golden Cheezy yang kekinian.

7. Kopi Arabika Bowongso

ilustrasi kopi (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Bagi pencinta kopi, Kopi Bowongso adalah emas hitam dari lereng sumbing. Kopi ini memiliki profil rasa fruity yang unik dengan aroma rempah yang kuat. Tersedia dalam bentuk bean maupun ground coffee yang sudah tersertifikasi organik.

8. Keripik Jamur Merang

ilustrasi jamur merang (pexels.com/Polina)

Suhu dingin Wonosobo sangat mendukung budidaya jamur. Keripik jamur merang di sini digoreng dengan tepung tipis yang sangat renyah. Selain rasa original, tersedia rasa balado dan barbekyu yang digemari anak-anak.

9. Keripik Sawi

ilustrasi sawi putih yang akan dimasak (freepik.com/timolina)

Wonosobo adalah gudang sayuran. Sawi hijau yang melimpah diolah menjadi keripik yang gurih dan tidak pahit. Ini adalah opsi oleh-oleh sehat yang merepresentasikan hasil bumi dataran tinggi.

Tips Belanja: Kunjungi Pusat Oleh-oleh di sepanjang Jalan Longkrang atau mampir langsung ke Koperasi Perkebunan Tambi untuk mendapatkan harga tangan pertama.

Editorial Team