Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi membuat kue kering lebaran (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi membuat kue kering lebaran (pexels.com/Pixabay)

Intinya sih...

  • Menakar bahan dengan akurat kunci keberhasilan kue kering, kesalahan takaran bisa menyebabkan hasil yang tidak sesuai ekspektasi.
  • Pemanggangan dengan suhu yang salah dapat menyebabkan kue kurang matang atau terlalu matang, gunakan termometer oven untuk memverifikasi suhu.
  • Bahan kedaluwarsa, loyang terlalu penuh, dan suhu bahan adonan yang tidak tepat juga menjadi faktor kegagalan dalam membuat kue kering.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebaran, momen yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahun sebentar lagi tiba. Salah satu cara untuk menyambutnya adalah dengan membuat kue kering yang enak dan menarik. Namun, meski sudah mengikuti resep dengan seksama, seringkali hasilnya masih tak sesuai ekspektasi.

Kue kering yang diharapkan renyah dan lezat, justru bisa jadi keras, bantat, atau bahkan gosong. Dalam artikel ini, akan mengulas beberapa faktor yang sering menjadi penyebab kegagalan dalam membuat kue kering. Simak sampai akhir agar kamu berhasil di percobaan berikutnya!

1. Takaran yang tidak tepat

ilustrasi takaran yang tidak tepat (pixabay.com/hewq)

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi dalam membuat kue adalah tidak menakar bahan dengan akurat. Padahal, takaran yang pas adalah salah satu kunci dari keberhasilan dalam membuat kue kering. Bahkan, kesalahan kecil dalam takaran bisa menyebabkan kegagalan.

Tepung yang terlalu banyak akan menyebabkan kue menjadi keras. Gula yang tidak pas bisa menyebabkan kemanisan atau kurang manis. Jika kamu seorang pemula, pertimbangkan untuk membeli timbangan kue sehingga bisa mengukur dengan lebih akurat. Hindari untuk menggunakan takaran dalam sendok untuk mengurangi kemungkinan human error.

2. Suhu oven yang salah

ilustrasi memanggang kue (pexels.com/cottonbro studio)

Memanggang dengan suhu yang salah adalah salah satu penyebab kue kurang matang (underbaked) atau terlalu matang (overbaked). Sebenaarnya, setiap oven memiliki karakteristiknya sendiri, dan suhu yang kamu atur mungkin ada sedikit perbedaan dengan suhu yang sebenarnya di dalam oven.

Pastikan untuk memanaskan oven terlebih dahulu dan gunakan termometer oven untuk memverifikasi suhu. Cara ini dapat membantu kue matang dengan merata. Meski kamu sudah mengatur suhu dengan benar dan mengatur timer, pastikan untuk mengecek kematangannya sebelum waktunya selesai untuk menghindari overbaked yang disebabkan suhu tidak stabil.

3. Overmixing atau undermixing

ilustrasi mengocok adonan dengan mixer (pexels.com/Taryn Elliott)

Tekstur adonan sangat dipengaruhi oleh seberapa lama dan seberapa cepat kamu mengaduknya dengan mixer. Overmixing atau terlalu lama mengaduk adonan dapat menyebabkan tekstur kue kering menjadi keras dan padat.

Sebaliknya, undermixing dapat menyebabkan adonan masih menggumpal sehingga menghasilkan kue kering dengan tekstur yang tidak merata. Untuk menghindari ini, pastikan kamu sudah mengocok bahan adonan secara merata. Hindari kecepatan yang terlalu tinggi pada mixer.

4. Menggunakan bahan yang sudah kedaluwarsa

ilustrasi bahan untuk membuat kue lebaran (pexels.com/Suzy Hazelwood)

Bahan yang sudah kedaluwarsa, terutama bahan pengembang seperti baking powder dan baking soda, dapat menghalangi kue mengembang dengan baik. Akibatnya, kue yang dihasilkan akan bantat.

Sebelum memulai untuk membuat adonan, pastikan semua bahan yang kamu gunakan masih bagus dan belum melampaui tanggal kedaluwarsa. Setelah memakai bahan-bahan kue, simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk menjaga kualitasnya. 

5. Mengisi loyang dengan terlalu penuh

ilustrasi mengisi loyang terlalu penuh (pexels.com/Cats Coming)

Mengisi loyang pemanggang terlalu penuh dapat menyebabkan adonan meluap, tidak punya ruang yang cukup untuk mengembang sehingga dapat merusak tekstur kue yang dihasilkan. Isi loyang tidak lebih dari dua pertiga tempat.

Tujuan dari mengisi 2/3 loyang adalah untuk memberi ruang bagi adonan untuk mengembang dengan sempurna. Ini akan memberikan tekstur yang pas pada kue yang dihasilkan. 

6. Menggunakan bahan dengan suhu dingin

ilustrasi telur dalam suhu ruang (pixabay.com/EstudioGourmet)

Suhu bahan adonan memiliki peranan penting dalam keberhasilan pembuatan kue yang seringkali tidak diperhatikan. Padahal, penggunaan bahan dingin seperti telur dan produk susu dapat menghambat emulsi yang tepat sehingga membuat adonan tidak merata.

Jika disiasati dengan mengocoknya dengan durasi yang panjang, ini justru dapat menyebabkan overmixing. Jadi, pastikan untuk menggunakan bahan dengan suhu ruang. Jika mengambil telur dari kulkas, diamkan dulu beberapa saat hingga telur mencapai suhu ruang.

7. Terlalu sering membuka pintu oven

ilustrasi membuka pintu oven (unsplash.com/Louis Hansel)

Membuka pintu oven selama proses pemanggangan menyebabkan penurunan suhu dan mengganggu keseimbangan distribusi panas. Hal ini dapat menyebabkan kematangan yang tidak merata, bagian tengah kue, dan hilangnya kelembapan.

Jika kamu ingin mengecek, cukup gunakan pengamatan visual atau penciuman untuk menilai kematangan tanpa mengganggu proses pemanggangannya. Jika sudah yakin matang, kamu boleh membuka oven dengan hati-hati.

Dari ke-7 kesalahan yang sudah disebutkan, mana kira-kira yang pernah kamu lakukan? It's oke untuk melakukan kegagalan, karena membuat kue itu memang tidak mudah. Jangan lupa analisis penyebab kegagalannya dan perbaiki di percobaan berikutnya. Semoga berhasil!

Editorial Team