TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Resep Bubur Suro, Hidangan Khas Jateng Saat Memasuki Tahun Baru Islam 

Syarat agar selamat jalani kehidupan setahun ke depan

Ilustrasi bubur suro (instagram/@tembangjawi)

Semarang, IDN Times - Tanggal 1 Muharam dalam penanggalan Hijriyah menjadi hari istimewa bagi umat muslim, terutama di tanah Jawa. Berbagai tradisi pun digelar untuk menyambut atau saat memasuki tahun baru Islam yang kerap disebut bulan Suro itu. 

Baca Juga: Kirab Kerbau Bule Keraton Solo Pada Malam 1 Suro Ditiadakan 

1. Masyarakat Jawa melestarikan tradisi Suronan dengan memasak bubur suro

Ilustrasi Bubur Suro. IDN Times/Anggun Puspitoningrum

Selain kirab budaya dan tirakatan, tradisi lain yang masih dilestarikan adalah memasak bubur suro untuk kemudian disantap bersama keluarga dan dibagikan ke tetangga di sekitar rumah. Tradisi itu masih dilakukan secara turun-temurun oleh nenek moyang masyarakat di Jawa Tengah.  

Masyarakat menghadirkan bubur suran atau bubur suro pada malam menjelang datangnya 1 Muharam atau umumnya hingga seminggu pertama di bulan Suro. 

2. Bubur suro bukan sesajen yang bersifat animistik

IDN Times/Andra Adyatama

Kendati demikian, Bubur Suro ini bukanlah sesajen yang bersifat animistik. Masyarakat Jawa hanya mempercayainya jika menikmati hidangan tersebut di bulan Suro akan membawa keselamatan dalam menjalani hidup setahun ke depan. 

Adapun, bubur suro di wilayah Jawa Tengah memiliki ciri khas berwarna kuning dan dilengkapi dengan pendamping lauk-pauk seperti makan nasi kuning. Berikut resep yang dilestarikan di wilayah Jawa Tengah. 

3. Bahan-bahan yang diperlukan membuat bubur suro

lifeatcloverhill.com

Bahan-bahan :

350 gram beras, cuci bersih 

2.000 ml santan encer, dari sisa perasan santan 

500 ml santan kental, dari 1,5 butir kelapa 

2 ½ sendok teh garam 

2 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk 

2  lembar daun pandan

1 ruas kunyit, haluskan

4. Cara membuat bubur suro

Proses memasak bubur Suro di Masjid Besar Al Mahmudiyah atau masjid Suro Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pertama, siapkan wajan lalu rebus beras yang sudah dicuci bersih dengan santan encer hingga mendidih. Kecilkan api. 

Masukkan daun salam, daun jeruk, daun pandan, kunyit, garam, terus diaduk. Kemudian, masukkan santan kental dan aduk sampai masak dani menjadi bubur. Sisihkan.

Baca Juga: Di Bulan Suro Dilarang Menggelar Hajatan dan Syukuran. Mengapa? 

Berita Terkini Lainnya