Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Alasan Kamu Perlu Career Break Sebelum Terlambat

ilustrasi kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pernahkah dirimu merasa lelah secara fisik, jenuh secara mental, dan kehilangan semangat setiap kali memuali hari kerja? Jika iya, mungkin itu pertanda bahwa dirimu butuh berhenti sejenak.

Di tengah tekanan dunia kerja yang makin kompetitif, banyak orang sering lupa bahwa jeda bukanlah kelemahan, melainkan kebutuhan.

Career break atau istirahat sementara dari pekerjaan sering kali dipandang sebelah mata, padahal bisa menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan kesehatan mental, memperjelas arah hidup, dan memulihkan semangat sebelum semuanya terlambat.

1. Menghindari burnout yang menggerus daya hidup

ilustrasi burnout (unsplash.com/Sebastian Herrmann)
ilustrasi burnout (unsplash.com/Sebastian Herrmann)

Setiap orang punya perjalanan karirinya masing-masing. Rasa lelah yang menumpuk bisa bikin motivasi kerjamu turun. Kenali tanda-tandanya supaya bisa menghindari burnout yang menggerus daya hidup.

Burnout bukan hanya kelelahan fisik, tapi juga kelelahan emosional dan mental. Jika dirimu mulai merasa hampa, tidak bersemangat, atau kehilangan makna dalam pekerjaan, itu bisa jadi alarm untuk mengambil jeda. Career break memberi ruang untuk mengisi ulang energi dan merawat kesehatan mental yang sering terabaikan.

2. Menemukan kembali makna dan arah karir

ilustrasi kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jeda dari kariri bukan suatu masalah yang besar. Memperioritaskan diri sendiri lebih penting daripada tetap bekerja namun tidak ada semangat sama sekali. Manfaat career break ialah menemukan kembali makna dan arah karir.

Kadang kita terjebak dalam rutinitas dan lupa bertanya pada diri sendiri apakah ini jalan yang diinginkan? Career break memberimu kesempatan untuk mengevaluasi arah karirimu. Mungkin dirimu akan  menemukan bahwa dirimu ingin beralih bidang, mengejar passion, atau bahkan memulai usaha sendiri.

3. Mengembangkan diri di luar ruang kantor

ilustrasi camping (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi camping (pexels.com/cottonbro studio)

Wajar dirimu merasa tidak semangat lagi untuk bekerja. Semua orang pasti pernah merasakannya. Sebelum semua terlambat, cobalah untuk mengembangkan diri di luar ruang kantor.

Career break bukan berarti berhenti berkembang. Justru banyak orang menggunakan waktu ini untuk belajar hal baru, traveling untuk memperluas perspektif, atau mengikuti pelatihan yang selama ini tertunda. Jeda ini bisa membuat dirimu kembali ke dunia kerja dengan versi diri yang lebih kaya dan matang. 

4. Memberi waktu untuk urusan pribadi yang penting

ilustrasi camping (pexels.com/Alex P)
ilustrasi camping (pexels.com/Alex P)

Tak semua hal penting bisa menunggu, merawat orang tua, membersamai tumbuh kembang anak, atau bahkan menyembuhkan diri dari trauma masa lalu. Career break memungkinakn dirimu hadir penuh dalam momen-momen hidup yang tidak bisa diulang. Jadi bukan suatu hal yang sepenuhnya salah.

Memberi waktu untuk urusan pribadi yang penting. Pemikiran seperti ini akan mendorongmu untuk melakukan career break yang menguntungkan hidupmu. Jangan ragu untuk melakukannya ya.

5. Menunda istirahat sama dengan menyambut risiko

ilustrasi melamar kerja (pexels.com/Tatiana Syrikova)
ilustrasi melamar kerja (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Menunggu nanti untuk beristirahat sering kali berarti menunggu tubuh jatuh sakit, hubungan memburuk, atau produktivitas ambruk. Sebab menunda istirahat sama dengan menyambut risiko yang berat di kemudian hari. Ini yang seharusnya dipikirkan sebelum terlambat.

Career break yang direncanakan jauh lebih sehat daripada istirahat paksa akibat kondisi darurat. Jangan tunggu sampai kondisi tubuhmu memburuk. Sebab jika itu terjadi pemulihannya akan lama.

Career break bukan kemunduruan, tapi strategi untuk menjaga keberlanjutan. Ia bukan akhir dari karirimu justru bisa jadi titik balik yang dibutuhkan. Ambillah jeda jika tubuh, hati, dan hidupmu memintanya. Sebab kadang, langkah terbaik dalam perjalanan panjang adalah berhenti sejenak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us