5 Alasan Kenapa Kucing Sering Dipanggil ‘Pus’

- Panggilan 'pus' berasal dari kata 'pussycat' dalam bahasa Inggris, yang dipendekin jadi 'pus' untuk memanggil kucing secara lebih simpel.
- Kata 'pus' sering muncul di budaya populer dan terdengar mirip suara kucing mengeong, membuatnya lebih mudah dikenali dan responsif bagi kucing.
- Panggilan 'pus' praktis, pendek, dan familiar di banyak negara, menjadi kebiasaan turun-temurun dalam masyarakat Indonesia.
Kalau kamu punya kucing atau sering lihat orang manggil kucing di jalan, pasti gak asing dengan panggilan ‘pus’. Kata itu kayaknya udah jadi sebutan universal buat kucing di Indonesia, bahkan mungkin di beberapa negara lain juga. Tapi pernah gak sih kepikiran, kenapa orang-orang lebih sering manggil kucing dengan nama ‘pus’ dibanding panggilan lain?
Padahal, kucing punya banyak jenis dan ras, tapi entah kenapa panggilan tersebut tetap melekat di mana-mana. Daripada cuma ikut-ikutan manggil ‘pus’ tanpa tahu kenapa, yuk dibahas lima alasan kenapa panggilan itu begitu populer buat kucing.
1. Berasal dari bahasa inggris 'pussycat'

Panggilan ‘pus’ kemungkinan besar berasal dari kata ‘pussycat’ dalam bahasa Inggris, yang artinya kucing. Kata ini sendiri udah digunakan sejak berabad-abad lalu buat merujuk ke kucing domestik. Dalam percakapan sehari-hari, kata ‘pussycat’ sering dipendekin jadi ‘puss’ biar lebih simpel. Nah, dari sini kemungkinan besar orang-orang di Indonesia juga mulai ikut-ikutan dan akhirnya kata ‘pus’ lebih familiar buat manggil kucing.
Selain itu, kata ‘pussycat’ sering muncul di berbagai budaya populer, termasuk dalam lagu dan film, yang makin bikin istilah ini menyebar luas. Orang jadi terbiasa mendengar kata ‘pussycat’, lalu memperpendeknya jadi ‘pus’ biar lebih mudah diucapin. Jadi, tanpa sadar, budaya global juga ikut mempengaruhi cara kamu manggil kucing sampai sekarang.
2. Mirip dengan suara yang dikeluarkan kucing

Kucing punya kebiasaan mengeong dengan berbagai nada dan suara. Kadang-kadang, suaranya terdengar seperti "puss-puss" atau sesuatu yang mirip. Mungkin secara gak sadar, manusia mulai meniru suara itu buat manggil kucing, dan akhirnya kebiasaan ini terus dipakai turun-temurun.
Karena kucing itu responsif terhadap suara tertentu, panggilan ‘pus’ mungkin jadi lebih efektif buat menarik perhatian mereka dibanding kata lain. Suara yang pendek dan tajam lebih gampang dikenali oleh kucing, apalagi kalau diucapin dengan intonasi yang tepat. Makanya, orang-orang yang sering berinteraksi sama kucing cenderung milih panggilan ini karena lebih mudah dapet respons dari si kucing.
3. Kata yang singkat dan mudah diucapkan

Kalau kamu perhatiin, manusia suka bikin panggilan yang simple buat hewan peliharaan mereka. Makin pendek dan gampang diucapin, makin besar kemungkinan panggilan itu dipakai terus-menerus. Kata ‘pus’ cuma terdiri dari satu suku kata, jadi otomatis lebih praktis dibanding nama panjang yang susah diingat.
Selain itu, panggilan yang pendek lebih enak buat diteriakkan kalau lagi manggil kucing di luar rumah. Bayangin kalau kamu harus manggil kucing dengan nama yang panjang atau sulit, pasti lebih ribet. Dengan kata ‘pus’, kamu gak perlu usaha terlalu banyak, dan si kucing pun lebih cepat nangkep panggilan itu. Ini alasan kenapa kata ini tetap populer dari dulu sampai sekarang.
4. Sudah jadi bagian dari budaya dan tradisi

Di banyak daerah, terutama di Indonesia, orangtuamu udah terbiasa manggil kucing dengan sebutan ‘pus’ sejak dulu. Kebiasaan ini akhirnya diwarisin ke generasi berikutnya tanpa kamu sadari. Ini bukan cuma soal bahasa, tapi juga soal kebiasaan yang terus berlangsung dari waktu ke waktu.
Bahkan di beberapa cerita rakyat atau lagu anak-anak, kata ‘pus’ sering muncul buat merujuk ke kucing. Ini menunjukkan kalau panggilan ini udah lama banget ada di masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mau di kota atau di desa, orang-orang tetap pakai kata yang sama, menunjukkan betapa kuatnya tradisi ini bertahan hingga sekarang.
5. Digunakan secara luas di berbagai negara

Meskipun kata ‘pus’ banyak dipakai di Indonesia, ternyata panggilan ini juga familiar di banyak negara lain. Di beberapa negara Eropa dan Asia, orang-orang juga sering menggunakan kata yang mirip buat manggil kucing. Ini menunjukkan bahwa sebutan ini bukan cuma kebiasaan lokal, tapi juga bagian dari fenomena global.
Penyebaran bahasa dan kebudayaan lewat film, musik, dan internet bikin kata ini makin dikenal di berbagai belahan dunia. Bahkan, kalau kamu pergi ke negara lain dan manggil kucing dengan ‘pus’, kemungkinan besar orang-orang tetap bakal ngerti maksudnya. Ini jadi bukti bahwa panggilan ini udah melewati batas bahasa dan budaya.
Panggilan ‘pus’ buat kucing ternyata bukan sekadar kebiasaan tanpa alasan. Jadi, kalau kamu selama ini manggil kucing dengan sebutan ‘pus’ tanpa tahu alasannya, sekarang kamu udah punya gambaran yang lebih jelas. Siapa tahu, setelah baca ini, kamu bisa jelasin ke teman-teman kamu juga dan bikin mereka paham kenapa panggilan ini begitu melekat di masyarakat.