5 Tanaman Hias Keuntungan Penjualan Paling Banyak, Ada yang Rp70 Juta

Tanaman hias selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya. Maraknya peminat tanaman hias tentu bisa dijadikan ladang cuan, lho. Namun, karena tren tanaman hias selalu berubah-ubah, maka diperlukan kejelian dalam menentukan jenis tanaman yang akan dibisniskan.
Budidaya tanaman hias menjadi kegiatan yang menyenangkan, usaha ini juga bisa dilakukan dari rumah. Untuk mendapatkan tanaman hias yang kualitasnya premium, tentu diperlukan perawatan yang khusus.
Terlebih beberapa jenis tanaman memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Penasaran tanaman apa saja? Di bawah ini adalah lima jenis tanaman hias yang untung besar jika dijual belikan!
1. Aglaonema

Sebelum memulai bisnis tanaman hias, alangkah baiknya untuk memahami karakter dari masing-masing tanaman. Salah satunya adalah aglaonema atau dikenal sebagai tanaman pembawa keberuntungan. Aglaonema sangat peka terhadap paparan matahari, mereka lebih menyukai air dan wilayah yang lembap.
Musuh utama tanaman ini adalah hama seperti keong, ulat, kutu putih, tungau, dan belalang. Oleh karena itu, pemilik harus rajin menyemprotkan pestisida demi menjaga kualitas tanaman.
Untuk membudiyakan tanaman aglaonema dimulai dari lahan, bukan berupa pot. Artinya jika kamu berniat membuka bisnis tanaman ini diperlukan lahan yang cukup luas.
Harga aglaonema sendiri pun bervariasi, tergantung dari ukuran dan jenisnya. Misalnya aglaonma red valentine bisa dibandrol harga puluhan ribu hanya untuk bonggolnya saja, sedangkan yang sudah remaja mencapai ratusan ribu.
Aglaonema sukson juga memiliki harga yang cukup fantastis, aglaonema jenis ini secara keseluruhan berwarna merah mencolok. Aglaonema sukson yang masih remaja harganya mencapai ratusan ribu, sedangkan yang sudah dewasa dan daunnya rimbun bisa dibandrol hingga 5 juta.
2. Adenium

Tanaman yang satu ini sering dijumpai di beberapa tempat, hingga saat ini pun masih banyak orang yang membudidayakan adenium. Selain tampilannya yang menarik, tanaman ini juga berhasil menarik dompet konsumen.
Adenium dikenal dengan ketahanan yang tinggi dan juga mudah dirawat. Tanaman tersebut mampu bertahan hidup meskipun tidak disiram selama berhari-hari, mereka mempunyai sifat menyimpan cadangan air.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi adenium yang dibudidayakan. Adenium yang ditanam dalam pot atau di tanah langsung perlu disiram secara teratur dan kontinu agar pertumbuhannya maksimal.
Adenium memiliki daya tarik tersendiri, terlebih pada bentuk bonggol, kekompakan cabang dan bunganya yang mekar secara serentak. Adenium termasuk tanaman yang memiliki kualitas pasar yang bagus.
Harga adenium berbeda tergantung pada jenisnya, dan setidaknya terdapat 6 jenis adenium. Adenium yang masih benih biasanya dipatok dengan harga 30 ribu hingga 50 ribu. Sedangkan untuk tanamannya sendiri berkisar antara 500 ribu sampai 2 juta.
3. Anggrek

Anggrek termasuk salah satu tanaman yang paling sering dibudidayakan. Anggrek memiliki banyak variasi dan perawatannya pun relatif sederhana. Berdasarkan sifatnya anggrek dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu anggrek ephytis, anggrek semi ephytis, dan terrestris.
Jenis anggrek ephytis biasanya hidup menumpang pada tanaman lain. Sama seperti anggrek semi ephytis, bedanya anggrek jenis ini tidak memiliki akar udara. Sementara itu, anggrek terrestis tidak menumpang pada tanaman lain, mereka cenderung hidup sendiri di tanah.
Menjadi tanaman yang populer di Indonesia, tidak heran kalau harga tanaman anggrek cukup menguras kantong. Pada tahun 2025 rata-rata harga anggrek per pot mencapai 300 ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Tentu harga tersebut tergantung jenis dan banyaknya permintaan pasar. Beberapa hal yang menjadi penyebab harga anggrek naik drastis adalah musim tertentu, seperti halnya musim hujan atau kemarau.
4. Anthurium

Habitat asli tanaman anthurium adalah wilayah Amazon Brazil. Tanaman ini memerlukan perhatian khusus, akan lebih baik jika suhu dalam ruangan lebih tinggi dari 15 derajat celcius dan mendapat kehangatan sinar matahari yang cukup.
Kondisi tanah juga harus diperhatikan, tanah tidak boleh basah artinya harus dalam kondisi lembap, dan bagian atasnya diberi lumut agar kelembapannya tetap terjaga.
Tanaman ini dapat diperbanyak secara generatif, baik dengan biji atau vegetatif dengan tunas. Jika anthurium ditanam dengan biji maka akan mulai berbunga ketika berusia 3 tahun. Harga anthurium bervarian, bahkan ada yang mencapai angka puluhan juta. Misalnya pada anthurium black mamba, tanaman langka ini bisa tembus hingga 70 juta, lho.
5. Pinus thunbergii

Pinus thunbergii berada di urutan ke lima sebagai tanaman hias yang paling untung. Tanaman ini dikenal sebagai pinus hitam Jepang. Dalam masa pertumbuhan yang optimal, tanaman ini akan tumbuh dalam bentuk kerucut hingga setinggi 100 kaki. Seiring bertambahnya usia tanaman akan menyebar agak tidak teratur.
Beberapa penyakit yang bisa menjadi ancaman tanaman ini adalah penyakit busuk ranting atau jarum, kanker, karat, dan daun rontok. Bibit pinus Jepang hitam untuk bonsai tersedia dengan kisaran harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung dari ukuran dan kualitas bibitnya.
Demikian informasi mengenai tanaman hias yang memiliki nilai pasar tinggi. Tanaman hias bukan sekadar tanaman biasa, mereka memiliki ciri khas dan nilai artistik. Budidaya tanaman hias juga menjadi peluang usaha dengan prospek ekonomi yang menjanjikan. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba bisnisnya?