Program Aksara Dema FTIK UIN Saizu, Gerakan Literasi Mahasiswa!

Banyumas, IDN Times - Kesadaran akan pentingnya literasi terus digaungkan di lingkungan kampus. Melalui program-program kolaboratif seperti AKSARA (Aksi Kolaborasi Mahasiswa untuk Literasi), UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berupaya membangun tatanan kampus yang mendorong kepedulian terhadap budaya membaca dan menulis.
Wakil Ketua DEMA FTIK, Ersa Viana, menuturkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan fondasi berpikir kritis mahasiswa. “Kami ingin menciptakan ruang-ruang yang membuat literasi menjadi bagian hidup sehari-hari,” ujarnya.
Program ini menggandeng Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) untuk menghadirkan beragam kegiatan literasi seperti bedah buku, diskusi interaktif, hingga stand baca gratis. Dukungan penuh dari dekanat turut memperkuat semangat gerakan ini. Melalui gerakan ini, UIN Saizu menunjukkan bahwa tatanan kampus yang literat bukan hanya idealisme, tetapi sebuah kebutuhan nyata di era informasi saat ini.
1. Menciptakan ekosistem kampus

Berbeda dari program literasi biasa, AKSARA dirancang sebagai gerakan kolaboratif antar-organisasi kemahasiswaan di lingkungan FTIK. Program ini tidak hanya mendorong minat baca dan tulis, tetapi juga memperkuat sinergi antar HMPS dalam menciptakan ekosistem kampus yang peduli akan pentingnya literasi.
"Melalui kolaborasi antarmahasiswa, AKSARA berupaya menciptakan ekosistem kampus yang bukan hanya produktif secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya literasi sebagai fondasi berpikir kritis.”ucap Ersa.
Beberapa kegiatan utama yang ditawarkan dalam program ini antara lain, stand baca gratis , diskusi Interaktif, Bedah Buku yang semuanya bertujuan mengajak mahasiswa membaca dan berdiskusi serta mengkaji isi buku secara mendalam dan reflektif, guna memperluas wawasan serta mengasah daya pikir kritis.
2. Model gerakan literasi berkelanjutan

Peluncuran program secara resmi dilakukan oleh Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Fauzi, di Ruang Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan FTIK. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) serta komunitas mahasiswa dari berbagai jurusan di FTIK. "Kita ingin membangun budaya literasi yang kuat di kalangan mahasiswa. Ini adalah jalan menuju masa depan yang lebih cerah,” kata Prof. Fauzi.
Program AKSARA diharapkan menjadi pemantik gerakan literasi yang lebih luas, tidak hanya di UIN Saizu Purwokerto, tetapi juga di kampus-kampus lain. Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang melek literasi dan memiliki daya pikir kritis.
“Melalui AKSARA, mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang kritis, inspiratif, dan aktif dalam menghidupkan budaya literasi, selain itu membuka lembaran baru bagi geliat literasi kampus yang inklusif dan berkelanjutan,”katanya.
3. Dema FTIK organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas yang berperan sebagai lembaga eksekutif. DEMA FTIK menjadi wadah pengembangan potensi, aspirasi, dan kreativitas mahasiswa dalam lingkup akademik maupun non-akademik.
Sebagai representasi mahasiswa FTIK, DEMA memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi dan kepentingan mahasiswa kepada pihak fakultas,mendorong kegiatan-kegiatan akademis dan menjadi motor penggerak perubahan sosial dan pendidikan, baik di dalam maupun luar kampus.
DEMA FTIK aktif menyelenggarakan berbagai program seperti seminar, pelatihan, gerakan literasi, hingga kegiatan sosial yang bertujuan mengembangkan kepribadian mahasiswa sebagai pendidik masa depan yang humanis, kritis, dan berintegritas.