4 Tanda Kamu Terjebak Self Pity, Segera Sadar!

- Self pity bisa merusak nilai diri dan penghargaan pada diri
- Tanda terjebak self pity: merasa inferior, kehilangan daya juang, dan hidup dalam kekhawatiran
- Berfokus menata diri ke depan, memberikan afirmasi positif pada diri, dan berhenti merasa paling tersakiti adalah kunci untuk keluar dari self pity
Self pity atau rasa kasihan terhadap diri kadang dianggap wajar oleh sebagian orang. Padahal self pity sejatinya bisa merusak nilai diri. Memiliki rasa kasihan pada diri sejatinya bukan hal yang baik karena menyangkut penghargaan pada diri.
Beberapa orang merasa kasihan pada dirinya karena merasa tidak lebih baik dari orang lain. Ada juga karena faktor seperti kegagalan yang sering dialami. Nah, ada beberapa hal yang menandakan kamu sedang terjebak self pity. Coba cek dalam diri kamu, kalau ada segera sadar dan perbaiki, ya!
1. Melihat diri secara inferior

Tanda pertama kamu terjebak dalam self pity adalah kamu selalu merasa inferior/rendah dari orang lain. Dalam hal ini kamu meragukan segala potensi dan kemampuan yang kamu miliki. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk, yaitu kamu bisa hilang harapan dan menyerah.
Untuk mengatasi hal ini, kamu harus memupuk kesadaran bahwa setiap orang itu unik. Setiap orang dikaruniai kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kamu tidak perlu merasa minder, sebaliknya cobalah mengembangkan setiap kemampuan yang kamu miliki tanpa harus membandingkannya dengan orang lain.
2. Tidak punya daya juang

Rasa kasihan yang berlebihan pada diri terkadang membuat kamu terpuruk oleh keadaan. Kamu akan kehilangan daya juang dan kehilangan minat pada semua hal. Hal ini tidak terlepas dari rasa minder tadi.
Namun, bersikap seperti ini hanya akan membuatmu gak mengalami kemajuan. Ketimbang fokus pada pengasihan diri, lebih baik kamu fokus menata diri ke depan. Mempersiapkan diri pada sesuatu yang baik di depan lebih berguna daripada menyesali keadaan diri.
3. Penuh kekhawatiran

Hidup dalam pengasihanan diri hanya akan menyisakan kekhawatiran dalam hidupmu. Hal ini karena kamu merasa kurang dengan dirimu sehingga tidak ada keyakinan bahwa kamu mampu meraih hal-hal baik di depan. Kamu akan selalu ada dalam keraguan apakah kamu layak dan pantas mendapatkan suatu hal atau tidak.
Berada dalam lingkaran kekhawatiran seperti ini akan membuat energimu habis terkuras. Imbasnya kamu akan rentan mengalami sakit. Keyakinan pada diri adalah kunci. Kamu harus terus berlatih untuk memberikan afirmasi positif pada diri.
4. Merasa paling tersakiti

Biasanya mereka yang suka mengasihani diri akan cenderung merasa bahwa merekalah yang paling tersakiti. Apa pun yang terjadi, mereka akan melihat bahwa penderitaan yang mereka alami lebih banyak dari orang lain. Terkadang hal ini membuat seseorang pada akhirnya haus perhatian.
Memiliki mental korban atau merasa paling tersakiti adalah sikap yang sama sekali tidak membangun. Alih-alih mengekspresikan perasaan, hal ini justru menunjukkan bahwa kamu terlampau lemah menghadapi situasi yang sulit. Jadi, berubahlah!
Jika saat ini kamu sedang terjebak hal-hal di atas, maka sudah saatnya kamu sadar. Hidup memang berat, tapi jangan sampai itu membuat kamu berlarut-larut dalam kesedihan dan berujung mengasihani diri secara berlebihan. Bangkit dan berubahlah! Kamu kuat!