Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

6 Jenis Makanan yang Sering Dianggap Sehat padahal Ultra Proses

ilustrasi roti (pixabay.com/amiraxgelcola)
ilustrasi roti (pixabay.com/amiraxgelcola)
Intinya sih...
  • Makanan ultra proses mengandung banyak zat tambahan seperti gula, garam, lemak, dan bahan pengawet buatan.
  • Roti, protein bar, oatmeal, sereal, buah kalengan, dan jus buah sering dianggap sehat namun termasuk dalam kategori ultra proses.
  • Penting untuk membaca label bahan makanan dan memilih yang diproses seminimal mungkin untuk asupan nutrisi optimal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat berbelanja di supermarket, kamu pasti sering menemukan produk makanan dengan label yang terdengar sehat seperti "rendah lemak", "tinggi serat", atau "sumber protein". Namun, apakah semua makanan dengan klaim sehat ini benar-benar baik untuk tubuh?

Faktanya, banyak dari produk tersebut termasuk dalam kategori makanan ultra proses, lho. Makanan ultra proses atau ultra-processed foods (UPF) adalah makanan yang telah mengalami banyak tahap pengolahan dan mengandung berbagai zat tambahan seperti gula, garam, lemak, serta bahan pengawet buatan.

Menurut Harvard Health Publishing, makanan ultra proses umumnya mengandung bahan tambahan seperti penguat rasa, pewarna, dan bahan pengawet yang membuatnya lebih tahan lama serta memiliki rasa yang lebih kuat. Sayangnya, makanan ini sering kali kehilangan nutrisi alaminya.

Ahli gizi Sarah Otto juga menekankan pentingnya membaca label bahan dan memilih makanan yang diproses seminimal mungkin. Nah, berikut adalah beberapa makanan yang sering dianggap sehat, tetapi sebenarnya termasuk dalam kategori ultra proses.

1. Roti

ilustrasi roti (pixabay.com/bennopic)
ilustrasi roti (pixabay.com/bennopic)

Roti sering dianggap sebagai makanan sehat, terutama jika berlabel "gandum utuh" atau "multigrain". Namun, banyak roti yang dijual di pasaran sebenarnya termasuk dalam kategori ultra proses.

Menurut pakar gizi Bobby Parrish, banyak jenis roti mengandung tepung yang telah diperkaya (enriched wheat flour), pengemulsi seperti lesitin kedelai, serta perisa buatan (artificial flavor) yang membuatnya lebih tahan lama. Untuk alternatif yang lebih sehat, pilihlah roti dengan bahan-bahan alami tanpa tambahan zat kimia.

2. Protein bar

ilustrasi protein bar (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi protein bar (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Protein bar sering kali dikaitkan dengan gaya hidup sehat dan praktis. Namun, menurut Sarah Otto, banyak protein bar yang mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, pemanis buatan, dan protein berkualitas rendah.

Beberapa bahkan memiliki kandungan gula setara dengan cokelat batangan. Jika kamu membutuhkan camilan sehat yang tinggi protein, lebih baik pilih sumber protein alami seperti kacang-kacangan atau yogurt tanpa pemanis.

3. Oatmeal instan

ilustrasi oatmeal (pexels.com/JÉSHOOTS)
ilustrasi oatmeal (pexels.com/JÉSHOOTS)

Oatmeal adalah makanan sehat yang kaya akan serat dan baik untuk jantung. Namun, jika kamu memilih oatmeal instan dengan rasa tambahan, kamu harus lebih berhati-hati.

Menurut Otto, banyak oatmeal instan yang mengandung gula tambahan, perisa buatan, serta pengawet. Bahkan, kandungan natrium dalam beberapa merek oatmeal instan bisa cukup tinggi. Sebagai alternatif, pilihlah oatmeal tanpa tambahan rasa dan tambahkan buah segar untuk pemanis alami.

4. Sereal

ilustrasi sarapan sereal susu (pixabay.com/Katya_Ershova)
ilustrasi sarapan sereal susu (pixabay.com/Katya_Ershova)

Banyak sereal yang dipasarkan sebagai makanan sehat karena terbuat dari gandum atau oat. Namun menurut Bobby Parrish, banyak sereal yang mengandung gula tambahan, sirup jagung tinggi fruktosa, serta pewarna buatan.

alam sebuah video TikTok, Parrish menunjukkan bahwa beberapa merek sereal mengandung hingga 11 gram gula per porsi. Jika kamu ingin menikmati sereal yang lebih sehat, pilihlah yang gak mengandung tambahan gula atau lebih baik konsumsi oatmeal murni.

5. Buah kalengan

ilustrasi buah kalengan (pixabay.com/dingdang-99)
ilustrasi buah kalengan (pixabay.com/dingdang-99)

Buah memang sehat, tapi gak demikian halnya dengan buah kalengan. Menurut Parrish, banyak buah kalengan direndam dalam sirup tinggi fruktosa atau bahkan pemanis buatan seperti sucralose dan acesulfame potassium, yang sebaiknya dihindari.

Jika ingin mengonsumsi buah, lebih baik pilih buah segar atau buah beku tanpa tambahan gula.

6. Jus buah

ilustrasi jus buah dalam kemasan (pexels.com/Elsa Olofsson)
ilustrasi jus buah dalam kemasan (pexels.com/Elsa Olofsson)

Jus buah sering dianggap sebagai alternatif sehat dibandingkan minuman bersoda. Namun menurut Otto, proses pembuatan jus menghilangkan serat yang ada dalam buah, sehingga hanya menyisakan gula alami dalam jumlah tinggi.

Minum jus dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang kurang baik untuk kesehatan, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga berat badan. Sebagai gantinya, lebih baik makan buah utuh atau membuat smoothie yang tetap mempertahankan serat dari buah.

Gak semua makanan yang dipasarkan sebagai "sehat" benar-benar baik untuk tubuhmu. Banyak makanan ultra proses yang mengandung tambahan bahan kimia, gula, dan lemak yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, selalu periksa label bahan sebelum membeli makanan dan pilihlah makanan yang seminimal mungkin mengalami proses pengolahan. Dengan begitu, kamu bisa memastikan bahwa asupan nutrisi harian tetap optimal dan tubuh tetap sehat!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
L A L A .
EditorL A L A .
Follow Us