Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Wisata Diyakini Jadi Tempat Orang Belanja dan Makan di Jateng

Acara gowes Jasirah menempuh rute 15 kilometer di Kota Semarang, melintasi kawasan Pleburan, MT Haryono, Kota Lama, Titik Nol, Tugu Muda, Banjir Kanal, hingga Sam Poo Kong. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Acara gowes Jasirah menempuh rute 15 kilometer di Kota Semarang, melintasi kawasan Pleburan, MT Haryono, Kota Lama, Titik Nol, Tugu Muda, Banjir Kanal, hingga Sam Poo Kong. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Intinya sih...
  • Pemprov Jateng bekerja sama dengan BI untuk menggelar Gowes Jasirah sebagai upaya menggenjot sektor pariwisata dan konsumsi di Jawa Tengah.
  • Gowes Jasirah 2025 melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai komunitas sepeda, menempuh rute 15 kilometer di Kota Semarang, melintasi kawasan Pleburan, MT Haryono, hingga Sam Poo Kong.
  • Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengangkat potensi wisata sejarah di Jawa Tengah agar kunjungan wisata meningkat, situs budaya terjaga, dan ekonomi daerah tumbuh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Tempat-tempat wisata diklaim menjadi jujugan orang-orang yang berkunjung ke Jawa Tengah. Terutama bagi pelancong yang gemar menikmati kulineran dan berbelanja. 

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, pertumbuhan ekonomi di wilayahnya banyak ditopang oleh sektor konsumsi. Untuk menggenjotnya, butuh banyak kontribusi dari sektor pariwsata.

“Kalau kita ingin ekonomi Jawa Tengah tumbuh, maka harus ada lebih banyak orang datang, makan, belanja, dan menikmati Jawa Tengah. Salah satu pintu masuknya tentu saja wisata,” kata Sumarno saat membuka Gowes Jasirah 2025, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jateng Minggu (25/5/2025). 

1. Sekda: Banyak tempat sejarah yang kurang terekspos

Peserta gowes Jasirah menempuh rute 15 kilometer di Kota Semarang, melintasi kawasan Pleburan, MT Haryono, Kota Lama, Titik Nol, Tugu Muda, Banjir Kanal, hingga Sam Poo Kong. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Peserta gowes Jasirah menempuh rute 15 kilometer di Kota Semarang, melintasi kawasan Pleburan, MT Haryono, Kota Lama, Titik Nol, Tugu Muda, Banjir Kanal, hingga Sam Poo Kong. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Kegiatan ini merupakan bagian rangkaian Road to Jasirah Race 2025, ajang sepeda wisata sejarah yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang.

Peserta Gowes Jasirah sekitar 100 orang dari berbagai komunitas sepeda. Mereka menempuh rute 15 kilometer di Kota Semarang, melintasi kawasan Pleburan, MT Haryono, Kota Lama, Titik Nol, Tugu Muda, Banjir Kanal, hingga Sam Poo Kong.

Ia juga menyambut baik upaya mengangkat kembali potensi wisata sejarah di Jawa Tengah melalui kegiatan ini.

“Banyak tempat-tempat bersejarah di Jawa Tengah yang potensinya luar biasa tapi kurang diekspos. Melalui kegiatan ini, kita harap kunjungan wisata bisa meningkat, situs budaya tetap terjaga, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” lanjutnya.

2. Kampanyekan pola hidup sehat

Ratusan peserta gowes Jasirah berfoto dengan latar belakang ornamen titik nol kilometer Kota Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Ratusan peserta gowes Jasirah berfoto dengan latar belakang ornamen titik nol kilometer Kota Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Menurut Sumarno, kegiatan seperti ini bukan hanya mendukung sektor wisata, tapi juga mengkampanyekan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat.

3. BI kembangkan apliaksi jejak wisata sejarah

ilustrasi bersepeda (pexels.com/Nasirun Khan)
ilustrasi bersepeda (pexels.com/Nasirun Khan)

Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra menambahkan, bahwa Gowes Jasirah merupakan edisi kedua setelah tahun lalu mengangkat tema keliling candi. Kegiatan ini juga menjadi ajang pemanasan menuju Jasirah Race 2025.

Jasirah sendiri adalah aplikasi digital Jejak Wisata Sejarah yang dikembangkan oleh BI Jateng sejak 2022. Aplikasi ini menyajikan informasi tentang destinasi sejarah, pemandu wisata lokal, serta titik-titik UMKM di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us