TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Hore! Rumah di Jateng bisa Pasang PLTS Atap Tahun 2023, Potensi Besar

Menjadi bagian dukungan transisi energi

pixabay.com

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk mendukung kebijakan transisi energi. Salah satunya dengan mendorong investasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dan dekarbonisasi sehingga penggunaannya bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

1. Pemprov Jateng EBT fokus ke daerah

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (kiri) melihat teknologi perusahaan rintisan Charge+ dan Utomo SolaRUV di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan, pihaknya kini menyasar untuk penggunaan EBT di kota-kota kecil dengan target pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di rumah-rumah penduduk.

Ia mengeklaim, Pemprov Jateng telah berkomitmen untuk fokus pada transisi energi dan EBT sejak tahun 2012.

"Kami mendorong BUMD, PT Jateng Petro Energi (PT JPEN) untuk memfasilitasi, termasuk bekerja sama kulanuwun (red: permisi) kepada PT PLN untuk pemasangan PLTS atap di rumah," katanya usai membuka Central Java Renewable Energy Investment Forum 2023 yang diadakan Institute for Essential Services Reform (IESR) di Semarang, Selasa (4/7/2023).

Baca Juga: Kurangi Pemanasan Global, Pabrik Pan Brothers dan Aneka Jaya Pakai PLTS Atap

2. Kesadaran masyarakat menumbuhkan investor

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (IDN Times/Dhana Kencana)

Sejumlah stasiun pengisian daya (changer station) akan dipasang di sejumlah tempat, seperti di rumah sakit dan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Taj Tasin meyakini, kesadaran masyarakat transisi energi ikut menumbuhkan investor sehingga dapat membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor tersebut.

"Ketika masyarakat sadar akan penggunaan EBT dan transisi energi, memudahkan investor masuk ke (Jateng) sini, sehingga teknologinya mereka bisa langsung termanfaatkan. Tenaga kerja pastinya masih banyak peluangnya dan potensinya," imbuhnya.

3. Ada 23 proyek EBT yang terbuka

Central Java Renewable Energy Investment Forum 2023 yang diadakan Institute for Essential Services Reform (IESR) di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Masih di acara yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosella mengaku pada tahun 2023 terdapat 23 proyek yang sebagian besar bergerak di sektor EBT di Jateng.

Dari jumlah itu, sebanyak 9 proyek sudah dilirik oleh beberapa investor asing, seperti dari China, Jepang, dan Korea Selatan.

"Perkembangan investasi EBT ini sesuai dengan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) tahun 2012--2025 sehingga pelaksanaan investasi di Jawa Tengah sesuai dengan kebijakan investasi, yang mana salah satu sasarannya adalah green investment," ujarnya.

4. Bermitra dengan perusahaan rintisan untuk EBT

MoU antara Presiden Direktur PT Wisma Kartika, Alvin Gozali, dengan Managing Director PT Utomo Chargeplus Indonesia, Anthony Utomo, serta National Project Manager of ENTREV UNDP Project Management Unit, Eko Adji Buwono di Jakarta, Jumat (12/5/2023). (Dok. Utomo Charge).

Direktur PT JPEN, M Iqbal menargetkan pemasangan charger station di rumah sakit dan bandara bisa dilakukan tahun 2023.

Pihaknya juga fokus pada pembangunan PLTS di Waduk Kedung Ombo (WKO) Boyolali berkapasitas 100 Mega Watt peak (MWp) dan pemasangan untuk residensial.

Untuk diketahui, potensi EBT di Jawa Tengah mencapai 17.015 MW.

"Kita kerja sama dengan mitra perusahaan rintisan Charge+ dan Utomo SolaRUV karena melihat harganya kompetitif untuk rooftop PLTS residensial. Ini penawaran menarik dari mereka yang bisa dikembangkan di Jateng. Targetnya tahun ini bisa dipasang (PLTS atap) di beberapa rumah dulu," akunya.

Baca Juga: Indonesia Power dan UKM Bandeng Presto Makin Berkibar Berkat Transisi Energi 

Berita Terkini Lainnya