Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

164 RTLH di Kudus Direnovasi, Djarum-Polytron Kucurkan Rp11,4 Miliar

Kab. Kudus
4 min read
164 RTLH di Kudus Direnovasi, Djarum-Polytron Kucurkan Rp11,4 Miliar
Rumah salah satu penerima manfaat, Mariyanto sebelum direnovasi melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap Kedua di Kabupaten Kudus 2026. (dok. Djarum)
  • PT Djarum dan Polytron mengalokasikan Rp11,4 miliar untuk membangun ulang atau merenovasi 164 rumah tidak layak huni di delapan kecamatan Kudus.

  • Program RSLH tahap kedua memberi bantuan sekitar Rp70 juta per rumah, dengan hunian dirancang memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan tanpa biaya bagi penerima.

  • Sepanjang 2026, Djarum dan Polytron menargetkan 492 RSLH di Jawa Tengah, termasuk 400 unit di Kudus; penerima dipilih melalui usulan dan verifikasi pemerintah setempat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kudus, IDN Times – Sebanyak 164 rumah tak layak huni (RTLH) milik warga di Kabupaten Kudus rampung direnovasi dan dibangun ulang. PT Djarum dan Polytron mengucurkan dana senilai Rp11,4 miliar melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap Kedua. 

  1. 1. Program RSLH sasar 8 kecamatan

    rtlh, rslh, rumah tak layak huni, kudus, djarum, polytron
    General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto secara simbolis menyerahkan rumah program RSLH kepada penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026). (dok. Djarum)

    Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026), bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.

    Program RSLH tahap kedua menyasar delapan kecamatan dengan 164 unit rumah. Sebanyak 109 rumah dibangun melalui dukungan PT Djarum, sedangkan 55 rumah lainnya didukung PT Hartono Istana Teknologi (Polytron).

    Ratusan rumah tersebut tersebar di Kecamatan Bae sebanyak sembilan unit, Dawe 28 unit, Jati 16 unit, Jekulo 22 unit, Kaliwungu 15 unit, Gebog 43 unit, Undaan 20 unit, dan Mejobo 11 unit.

    Setiap rumah mendapat bantuan sekitar Rp70 juta yang digunakan untuk pembangunan atau renovasi dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan hunian.

    Salah satu penerima manfaat adalah Mariyanto, warga Dukuh Padurenan, Kecamatan Gebog. Sehari-hari bekerja sebagai teknisi servis elektronik, ia memiliki penghasilan yang tidak menentu.

  2. 2. Mariyanto kini hidup lebih nyaman

    rtlh, rslh, rumah tak layak huni, kudus, djarum, polytron
    Rumah salah satu penerima manfaat, Mariyanto setelah direnovasi melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap Kedua di Kabupaten Kudus 2026. (dok. Djarum)

    Sebelum mendapatkan bantuan, Mariyanto bersama istri dan anaknya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Rumah tersebut hanya memiliki satu kamar, kayu penyangganya lapuk, atap bocor karena banyak genteng pecah, dinding masih berupa anyaman bambu, dan lantainya berupa tanah.

    Kini rumah tersebut telah dibangun ulang dan memiliki dua kamar serta kamar mandi.

    “Kapan ya pak rumah kita bagus kayak punya tetangga? Itu yang anak saya sering tanyakan. Saya bilang nanti kalau ada rejeki ya nak. Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah sangat nyaman untuk ditempati,” kata Mariyanto.

    Menurutnya, perubahan kondisi rumah turut membuat keluarganya lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

    “Anak dan istri kini lebih rajin belajar dan dapat beribadah dengan nyaman. Sekarang rumah kami memiliki dua kamar dan kamar mandi yang bagus,” ujarnya.

  3. 3. Bantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat

    rtlh, rslh, rumah tak layak huni, kudus, djarum, polytron
    Bupati Kudus Sam’ani Intakoris secara simbolis menyerahkan rumah program RSLH kepada penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026). (dok. Djarum)

    General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, program RSLH merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.

    Untuk Kabupaten Kudus, PT Djarum dan Polytron menargetkan pembangunan 400 unit rumah sepanjang 2026. Program tersebut dilakukan secara bertahap.

    Menurut Budiharto, pembangunan RSLH tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik rumah. Setiap hunian dirancang memenuhi tiga aspek utama, yakni keamanan, kenyamanan, dan kesehatan.

    “Setiap rumah yang kami bangun selalu mengedepankan tiga aspek utama, yaitu aman, nyaman, dan sehat, agar benar-benar menjadi tempat tinggal yang mampu mendukung kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” katanya.

    Ia menambahkan, penerima manfaat dipilih melalui proses pendataan dan usulan pemerintah setempat, kemudian diverifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

    Program tersebut menerapkan intervensi penuh sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk proses pembangunan ulang rumah.

    “Rumah yang kami bangun ulang merupakan rumah dengan kategori rusak parah dan penerima manfaat yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki,” ujarnya.

  4. 4. Djarum dan Polytron targetkan renovasi 492 RSLH

    rtlh, rslh, rumah tak layak huni, kudus, djarum, polytron
    Penyerahan secara simbolis program Rumah Sederhana Layak Huni Kudus Tahap Kedua 2026 kepada penerima manfaat yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026). (dok. Djarum)

    Selain Kudus, PT Djarum dan Polytron menargetkan merealisasikan 492 rumah RSLH sepanjang 2026 di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

    Program tersebut mencakup Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung. Untuk Kudus sendiri, tahap pertama program RSLH telah merealisasikan 128 unit rumah.

    Sementara itu, 10 rumah di Brebes telah diserahterimakan pada April 2026, 12 rumah di Salatiga telah selesai direnovasi dan dibangun ulang, serta 10 rumah di Wonogiri telah ditempati penerima manfaat sejak Agustus.

    Sementara itu, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam RSLH merupakan bentuk tanggung jawab sosial, terlebih Polytron memiliki dua pabrik di Kabupaten Kudus.

    “Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kudus, kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung khususnya dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

    Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dengan PT Djarum dan Polytron. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Pada momentum HUT ke-477 Kabupaten Kudus ini, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas kepedulian dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More