2,5 Hektare Area TPA Jatibarang Masih Membara, Pasokan Air Disiagakan

Kebakaran TPA Jatibarang di Semarang menyusut, menyisakan area berasap dan titik api permukaan sekitar 2–2,5 hektare dengan 6–10 titik api masih terpantau.
Pemkot Semarang menyiagakan distribusi air 24 jam melalui 12 armada tangki dalam empat shift untuk pemadaman dan pendinginan, guna mencegah api kembali membesar.
Sebanyak 50 personel Damkar, kendaraan pemadam, pompa, ekskavator, dan dukungan lintas instansi dikerahkan untuk menangani timbunan berasap serta menata zona pembuangan sampah.
1. 6-10 titik api permukaan masih terpantau

Area seluas 2,5 hektare masih membara di TPA Jatibarang, Minggu (4/10/2026). (dok. Pemkot Semarang) Meski luas area terdampak terus berkurang, Pemerintah Kota Semarang tidak mengendurkan penanganan. Sebanyak 6–10 titik api permukaan masih terpantau dan petugas memastikan belum muncul titik api baru di luar zona tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, seluruh sumber daya masih dikerahkan untuk memastikan kebakaran dan kepulan asap di TPA Jatibarang dapat ditangani hingga tuntas.
“Kami terus mengerahkan segenap sumber daya yang ada agar kepulan asap dan titik api di TPA Jatibarang dapat ditanggulangi secara tuntas,” ungkapnya, Senin (5/10/2026).
Salah satu fokus penanganan kini adalah memastikan pasokan air tidak terputus, terutama untuk proses pemadaman dan pendinginan area yang masih panas. Mulai Senin (5/10), distribusi air melalui armada tangki dijadwalkan berlangsung 24 jam nonstop.
2. 12 armada tangki disiapkan dalam 4 shift

DLH Kota Semarang bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan antisipasi kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (dok. DLH Semarang) Sebanyak 12 armada tangki disiapkan dalam empat shift. Setiap shift akan diisi tiga armada yang beroperasi secara bergantian. Dukungan armada melibatkan sejumlah unsur, di antaranya pengelola TPA, PP, DPU, Disperkim, PDAM, hingga BNPB.
“Pasokan air dari pembendungan Sungai Cebong sangat mencukupi, dan penyaluran air melalui armada tangki disiagakan nonstop melingkupi empat shift kerja,” ujar Agustina.
Strategi tersebut ditujukan untuk menjaga proses pendinginan tetap berjalan, terutama di area yang masih memiliki titik panas sehingga api tidak kembali membesar.
Untuk diketahui di lapangan, petugas juga menemukan tumpukan kasur berbahan kapas yang menjadi salah satu pemicu munculnya kobaran api. Untuk mempercepat pemadaman sekaligus pendinginan, sebanyak 50 personel Damkar dikerahkan.
Mereka didukung lima unit mobil pemadam, lima armada tangki air, serta tiga pompa portabel. Penanganan pada malam hari juga dibantu light tower dari BPBD. Sementara itu, ekskavator DPU digunakan untuk pengerukan di area lereng dan membantu penataan zona pembuangan sampah.
Langkah pengerukan dan penataan ini penting untuk membuka akses petugas menuju bagian timbunan yang masih berasap sekaligus membantu proses pendinginan.
3. Penataan TPA terus dikebut

Asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang mulai meluas hingga sejumlah permukiman di wilayah barat Kota Semarang, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Selain memadamkan titik api yang tersisa, Pemkot Semarang juga melanjutkan penataan zona pembuangan sampah. Operasi lapangan dilakukan secara intensif dengan dukungan lintas organisasi perangkat daerah. Kebutuhan logistik bagi petugas juga terus dipenuhi melalui BAZNAS dan berbagai mitra kerja.
Agustina menegaskan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan prioritas utama memastikan keselamatan masyarakat.
“Seluruh unsur, mulai dari petugas Damkar, BPBD, DPU, hingga dukungan logistik dari BAZNAS dan mitra, bergerak bersama di lapangan demi keamanan masyarakat Semarang,” pungkasnya.
Dengan luas api permukaan yang kini tersisa sekitar 2–2,5 hektare, Pemkot Semarang masih menghadapi tahap penting, yakni memastikan titik api benar-benar padam dan area yang telah ditangani tidak kembali terbakar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















